Hanya 36 Persen Anak di Pekanbaru Sudah Lengkap Imunisasi, Diskes Riau Luncurkan Program Tambahan Campak
Senin, 27-10-2025 - 13:15:45 WIB
Riau12.com-Pekanbaru– Dinas Kesehatan (Diskes) Provinsi Riau mulai melaksanakan program imunisasi tambahan campak di Kota Pekanbaru dan Kabupaten Kampar. Program ini digelar mulai 27 Oktober hingga 10 November 2025 sebagai upaya cepat menekan peningkatan kasus campak di ibu kota Provinsi Riau.
Plt Kepala Dinas Kesehatan Riau, Widodo, mengungkapkan bahwa kasus campak di Pekanbaru saat ini tergolong tinggi. Berdasarkan data terbaru, tercatat 89 kasus positif campak dan 520 kasus suspek (terduga), sebagian besar dialami anak-anak di bawah usia lima tahun.
“Sekarang kasus campak di Pekanbaru banyak. Dari laporan yang kami terima, ada 89 orang positif campak dan 520 suspek. Sebagian besar penderitanya adalah anak-anak di bawah usia lima tahun,†ujar Widodo, Senin (27/10/2025).
Widodo menekankan bahwa kondisi ini menunjukkan masih adanya transmisi aktif penyakit campak di masyarakat. Oleh karena itu, imunisasi tambahan menjadi langkah krusial untuk mencegah penyebaran lebih luas.
“Makanya, sasaran vaksinasi campak ini adalah anak usia 9 bulan hingga 16 tahun. Untuk tahap awal, kami fokuskan dulu di Kota Pekanbaru,†sebutnya.
Sebelum pelaksanaan imunisasi, Diskes Riau telah melakukan koordinasi dengan Walikota Pekanbaru untuk melaporkan perkembangan kasus serta capaian imunisasi dasar di wilayah tersebut. Hingga 21 Oktober 2025, capaian Imunisasi Dasar Lengkap (IDL) di Pekanbaru baru mencapai 36,60 persen dari target 90 persen.
Sementara itu, capaian imunisasi BIAS MR (Campak-Rubella) untuk anak kelas 1 SD tercatat baru 28,30 persen.
“Capaian ini masih tergolong rendah dan memerlukan percepatan di seluruh wilayah kerja puskesmas agar bisa mencapai target 88 persen,†ujar Widodo.
Ia menegaskan pentingnya dukungan seluruh jajaran Pemerintah Kota Pekanbaru untuk memastikan imunisasi berjalan lancar dan efektif.
“Kami berharap Pemko Pekanbaru dapat memberikan dukungan penuh agar kegiatan imunisasi campak ini optimal dan mampu memutus rantai penularan campak di masyarakat,†tutup Widodo.
Komentar Anda :