www.riau12.com
Rabu, 19-08-2026 | Jam Digital
20:52 WIB - Penutupan MTABS SMA Islam Al Azhar 24 Cigombong Meriah, Tokoh Agama hingga Aparat Hadir | 17:34 WIB - Bunda Literasi Kampar Luncurkan Buku Candi Muara Takus, Anak Diajak Cinta Sejarah Sejak Dini | 17:08 WIB - Rapat Banggar DPRD Riau Diwarnai Ketegangan, Adu Argumentasi Dua Legislator Berujung Skorsing | 16:49 WIB - Workshop BRK Syariah Bekali UMKM Kelola Keuangan Digital, Akses Pembiayaan Makin Mudah | 16:36 WIB - DPRD Pekanbaru Usul Pendataan Anak Putus Sekolah Diperkuat dengan Peran RT/RW | 15:45 WIB - Diduga Standing Motor di Jembatan, Pemuda Kampar Ditemukan Tewas di Sungai usai Hilang 3 Hari
 
Muhammadiyah Pastikan Awal Ramadan dan Idulfitri 2026, Sementara Pemerintah Tunggu Sidang Isbat
Jumat, 26-09-2025 - 10:42:54 WIB

TERKAIT:
   
 

Riau12.com-JAKARTA – Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah resmi menetapkan awal puasa Ramadan 1447 Hijriah jatuh pada Rabu, 18 Februari 2026, dan Hari Raya Idulfitri atau Lebaran pada Jumat, 20 Maret 2026.

Penetapan tersebut tertuang dalam Maklumat Muhammadiyah Nomor 01/MLM/I.1/B/2025 dan mengacu pada Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT) Muhammadiyah.

Menurut keterangan resmi Muhammadiyah, keputusan ini dibuat setelah pimpinan pusat meninjau ulang data astronomis global dan memvalidasi parameter KHGT secara akurat.
“Berdasarkan hasil tersebut, memutuskan bahwa 1 Ramadan 1447 Hijriah jatuh pada Rabu Legi, 18 Februari 2026,” tulis keterangan dari Muhammadiyah, Kamis (25/9/2025).

Maklumat ini sekaligus memperbaharui kalender cetak yang sebelumnya mencantumkan awal Ramadan pada 19 Februari 2026. Selain itu, KHGT Muhammadiyah juga menetapkan 1 Syawal 1447 H jatuh pada 20 Maret 2026.

Metode Hisab Hakiki Wujudul Hilal

Penetapan awal bulan Hijriah Muhammadiyah menggunakan metode Hisab Hakiki Wujudul Hilal, yaitu perhitungan astronomis yang mempertimbangkan posisi bulan dan matahari secara presisi. Salah satu syaratnya adalah ketinggian bulan minimal lima derajat saat matahari terbenam dengan sudut elongasi setara atau lebih dari delapan derajat enam menit.

Keputusan ini menegaskan posisi Muhammadiyah dalam menentukan awal Ramadan dan Idulfitri secara ilmiah dan sistematis, meskipun pemerintah melalui Kementerian Agama belum menetapkan tanggal resmi karena masih menunggu hasil sidang isbat.

Dengan penetapan ini, umat Islam yang mengikuti acuan Muhammadiyah dapat memulai ibadah puasa dan merayakan Lebaran 2026 sesuai kalender yang telah ditetapkan secara ilmiah.




 
Berita Lainnya :
  • Muhammadiyah Pastikan Awal Ramadan dan Idulfitri 2026, Sementara Pemerintah Tunggu Sidang Isbat
  •  
    Komentar Anda :

     
     
     
     
    TERPOPULER
    1 Anak SMA ini Mengaku Dengan "OM" atau "Pacar" Sama Enaknya, Simak Pengakuannya
    2 Azharisman Rozie Lolos Tujuh Besar Seleksi Sekdaprov Riau, 12 Orang Gugur
    3 Tingkatkan Pelayanan dan Tanggap dengan pengaduan masyarakat
    Lusa, Camat Bukit Raya Lauching Forum Diskusi Online
    4 Pemko Pekanbaru Berlakukan Syarat Jadi Ketua RT dan RW Wajib Bisa Operasikan Android
    5 Lima Negara Ini Di cap memiliki Tingkat Seks Bebas Tertinggi
    6 Inilah Pengakuan Istri yang Rela Digarap 2 Sahabat Suaminya
    7 Astagfirullah, Siswi Di Tanggerang Melahirkan Di Tengah Kebun Dan Masih Memakai Seragam
    8 Selingkuh, Oknum PNS Pemprov Riau Dipolisikan Sang Istri
    9 Langkah Cepat Antisipasi Banjir, PU Bina Marga Pekanbaru Lakukan Peremajaan Parit-parit
    10 Dosen Akper Mesum Dengan Mahasiswinya di Kerinci Terancam Dipecat
     
    Pekanbaru Rohil Opini
    Redaksi Disclaimer Pedoman Tentang Kami Info Iklan
    © 2015-2022 PT. Alfagaba Media Group, All Rights Reserved