www.riau12.com
Rabu, 19-08-2026 | Jam Digital
20:52 WIB - Penutupan MTABS SMA Islam Al Azhar 24 Cigombong Meriah, Tokoh Agama hingga Aparat Hadir | 17:34 WIB - Bunda Literasi Kampar Luncurkan Buku Candi Muara Takus, Anak Diajak Cinta Sejarah Sejak Dini | 17:08 WIB - Rapat Banggar DPRD Riau Diwarnai Ketegangan, Adu Argumentasi Dua Legislator Berujung Skorsing | 16:49 WIB - Workshop BRK Syariah Bekali UMKM Kelola Keuangan Digital, Akses Pembiayaan Makin Mudah | 16:36 WIB - DPRD Pekanbaru Usul Pendataan Anak Putus Sekolah Diperkuat dengan Peran RT/RW | 15:45 WIB - Diduga Standing Motor di Jembatan, Pemuda Kampar Ditemukan Tewas di Sungai usai Hilang 3 Hari
 
Komisi III DPRD Riau Soroti Minimnya Pendapatan Pajak BBM, Diduga Ada Peredaran Ilegal
Selasa, 16-09-2025 - 16:00:08 WIB

TERKAIT:
   
 

Riau12.com-Pekanbaru – Komisi III DPRD Riau menyoroti minimnya pendapatan daerah dari Pajak Bahan Bakar Kendaraan Bermotor (PBB-KB) yang dikelola oleh Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Riau. Ketua Komisi III DPRD Riau, Edi Basri, menyebut penerimaan pajak dari sektor ini hanya sekitar Rp858 miliar, jumlah yang dinilainya terlalu kecil dibanding potensi yang ada di Bumi Lancang Kuning.

Edi membandingkan dengan Kalimantan Timur, yang mampu meraup pendapatan pajak bahan bakar hingga Rp5,2 triliun. “Saya rasa tidak terlalu beda industri dia (Kalimantan Timur) dengan kita di Riau. Kenapa pajak bahan bakar kita sangat tipis sekali,” ujar Edi, Selasa (15/9/2025).

Ia menduga ada potensi besar kebocoran pajak di sektor BBM di Riau. Menurutnya, bisa jadi banyak bahan bakar yang beredar tanpa membayar pajak, bahkan diduga kuat ada peredaran BBM ilegal. “Dengan begitu sehingga pajaknya tidak masuk dalam pendapatan kita. Makanya perlu kita gali lagi, dan ini akan kita koordinasikan dengan pihak kepolisian terkait data-data ini,” tegasnya.

Selain itu, Edi juga meminta Bapenda Riau untuk membuka data jumlah bahan bakar yang tercatat masuk ke daerah. Hal ini, katanya, penting untuk dibandingkan dengan kebutuhan industri di Riau yang memiliki ratusan pabrik. “Jangan-jangan bahan bakarnya bukan dari kita,” sambungnya.

Edi menegaskan bahwa jika Riau mampu mengoptimalkan potensi pajak bahan bakar, masyarakat akan ikut merasakan manfaatnya. “Paling tidak kita separuh dari Kalimantan Timur saja sudah mantap. Rp2,5 triliun dari Kalimantan Timur itu saja, masyarakat pasti bisa menikmati,” jelasnya.




 
Berita Lainnya :
  • Komisi III DPRD Riau Soroti Minimnya Pendapatan Pajak BBM, Diduga Ada Peredaran Ilegal
  •  
    Komentar Anda :

     
     
     
     
    TERPOPULER
    1 Anak SMA ini Mengaku Dengan "OM" atau "Pacar" Sama Enaknya, Simak Pengakuannya
    2 Azharisman Rozie Lolos Tujuh Besar Seleksi Sekdaprov Riau, 12 Orang Gugur
    3 Tingkatkan Pelayanan dan Tanggap dengan pengaduan masyarakat
    Lusa, Camat Bukit Raya Lauching Forum Diskusi Online
    4 Pemko Pekanbaru Berlakukan Syarat Jadi Ketua RT dan RW Wajib Bisa Operasikan Android
    5 Lima Negara Ini Di cap memiliki Tingkat Seks Bebas Tertinggi
    6 Inilah Pengakuan Istri yang Rela Digarap 2 Sahabat Suaminya
    7 Astagfirullah, Siswi Di Tanggerang Melahirkan Di Tengah Kebun Dan Masih Memakai Seragam
    8 Selingkuh, Oknum PNS Pemprov Riau Dipolisikan Sang Istri
    9 Langkah Cepat Antisipasi Banjir, PU Bina Marga Pekanbaru Lakukan Peremajaan Parit-parit
    10 Dosen Akper Mesum Dengan Mahasiswinya di Kerinci Terancam Dipecat
     
    Pekanbaru Rohil Opini
    Redaksi Disclaimer Pedoman Tentang Kami Info Iklan
    © 2015-2022 PT. Alfagaba Media Group, All Rights Reserved