www.riau12.com
Rabu, 19-08-2026 | Jam Digital
20:52 WIB - Penutupan MTABS SMA Islam Al Azhar 24 Cigombong Meriah, Tokoh Agama hingga Aparat Hadir | 17:34 WIB - Bunda Literasi Kampar Luncurkan Buku Candi Muara Takus, Anak Diajak Cinta Sejarah Sejak Dini | 17:08 WIB - Rapat Banggar DPRD Riau Diwarnai Ketegangan, Adu Argumentasi Dua Legislator Berujung Skorsing | 16:49 WIB - Workshop BRK Syariah Bekali UMKM Kelola Keuangan Digital, Akses Pembiayaan Makin Mudah | 16:36 WIB - DPRD Pekanbaru Usul Pendataan Anak Putus Sekolah Diperkuat dengan Peran RT/RW | 15:45 WIB - Diduga Standing Motor di Jembatan, Pemuda Kampar Ditemukan Tewas di Sungai usai Hilang 3 Hari
 
Realisasi APBD Riau 2025 Baru 49 Persen, Gubernur Abdul Wahid Instruksikan OPD Gelar Coaching Clinic
Senin, 15-09-2025 - 14:57:28 WIB

TERKAIT:
   
 

Riau12.com-PEKANBARU – Gubernur Riau (Gubri) Abdul Wahid menggelar rapat bersama pejabat eselon II di lingkungan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau, Senin (15/9/2025). Rapat tersebut fokus mengevaluasi rendahnya realisasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Riau tahun 2025.

Hingga pertengahan September, realisasi keuangan APBD baru mencapai 49 persen dari total Rp9,5 triliun. Sementara itu, realisasi fisik tercatat 52 persen.

“Seperti biasa, kita lakukan rapat dalam rangka pengendalian belanja serta proyeksi pendapatan, sehingga antara pendapatan dan belanja bisa sejalan,” ujar Gubri Abdul Wahid.

Coaching Clinic untuk Percepat Serapan Anggaran

Untuk mengatasi kondisi tersebut, Gubri menginstruksikan seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) menggelar coaching clinic yang akan dipimpin langsung oleh Sekretaris Daerah (Sekda) dan timnya.

“Masih rendah. Dan kita akan mengambil langkah dengan masing-masing dinas bisa melakukan coaching clinic yang nanti dipimpin oleh Sekda dan tim. Agar realisasi dan pendapatannya betul-betul terlaksana dengan baik,” tegasnya.

 Beban Tunda Bayar Jadi Kendala

Rendahnya serapan anggaran disebut tidak lepas dari beban tunda bayar tahun sebelumnya. Abdul Wahid berharap masalah serupa tidak lagi terjadi pada tahun 2026.

“Saya sudah berkali-kali mengatakan bahwa kita tertekan secara finansial dan fiskal karena ada beban tahun lalu, tunda bayar yang harus kita selesaikan. Jadi pilihan kita ada dua, membayar hutang atau melaksanakan program yang telah direncanakan,” ungkapnya.

Ia menegaskan, pembayaran tunda bayar menjadi prioritas karena menyangkut kewajiban pemerintah kepada rekanan.

“Kenapa saya lebih memilih membayar hutang, agar rekanan pemerintah tidak terbebani. Karena saya tahu, ada rekanan yang bahkan meminjam ke bank untuk menutupi biaya. Itu yang harus kita perhatikan,” pungkasnya.




 
Berita Lainnya :
  • Realisasi APBD Riau 2025 Baru 49 Persen, Gubernur Abdul Wahid Instruksikan OPD Gelar Coaching Clinic
  •  
    Komentar Anda :

     
     
     
     
    TERPOPULER
    1 Anak SMA ini Mengaku Dengan "OM" atau "Pacar" Sama Enaknya, Simak Pengakuannya
    2 Azharisman Rozie Lolos Tujuh Besar Seleksi Sekdaprov Riau, 12 Orang Gugur
    3 Tingkatkan Pelayanan dan Tanggap dengan pengaduan masyarakat
    Lusa, Camat Bukit Raya Lauching Forum Diskusi Online
    4 Pemko Pekanbaru Berlakukan Syarat Jadi Ketua RT dan RW Wajib Bisa Operasikan Android
    5 Lima Negara Ini Di cap memiliki Tingkat Seks Bebas Tertinggi
    6 Inilah Pengakuan Istri yang Rela Digarap 2 Sahabat Suaminya
    7 Astagfirullah, Siswi Di Tanggerang Melahirkan Di Tengah Kebun Dan Masih Memakai Seragam
    8 Selingkuh, Oknum PNS Pemprov Riau Dipolisikan Sang Istri
    9 Langkah Cepat Antisipasi Banjir, PU Bina Marga Pekanbaru Lakukan Peremajaan Parit-parit
    10 Dosen Akper Mesum Dengan Mahasiswinya di Kerinci Terancam Dipecat
     
    Pekanbaru Rohil Opini
    Redaksi Disclaimer Pedoman Tentang Kami Info Iklan
    © 2015-2022 PT. Alfagaba Media Group, All Rights Reserved