www.riau12.com
Rabu, 19-08-2026 | Jam Digital
20:52 WIB - Penutupan MTABS SMA Islam Al Azhar 24 Cigombong Meriah, Tokoh Agama hingga Aparat Hadir | 17:34 WIB - Bunda Literasi Kampar Luncurkan Buku Candi Muara Takus, Anak Diajak Cinta Sejarah Sejak Dini | 17:08 WIB - Rapat Banggar DPRD Riau Diwarnai Ketegangan, Adu Argumentasi Dua Legislator Berujung Skorsing | 16:49 WIB - Workshop BRK Syariah Bekali UMKM Kelola Keuangan Digital, Akses Pembiayaan Makin Mudah | 16:36 WIB - DPRD Pekanbaru Usul Pendataan Anak Putus Sekolah Diperkuat dengan Peran RT/RW | 15:45 WIB - Diduga Standing Motor di Jembatan, Pemuda Kampar Ditemukan Tewas di Sungai usai Hilang 3 Hari
 
Gebyar Literasi Kampar 2025, Saat Gandulo dan Mohammad Amin Kembali Dibicarakan
Kamis, 04-09-2025 - 18:22:46 WIB

TERKAIT:
   
 

Riau12.com-Bangkinang - Dua tokoh besar Kampar, Gandulo Datuok Tabano dan Mohammad Amin, kembali diangkat ke panggung sejarah melalui kegiatan Gebyar Literasi Dispersip 2025. Acara yang berlangsung 2–4 September itu menghadirkan bedah buku karya putra daerah Kampar yang menyoroti perjuangan dua figur penting yang namanya jarang disentuh narasi nasional.

Salah satu agenda utama ialah Bedah Buku karya Ilham Afandi, Syaipul Bahri, indra Zoeynedi dan Andika Ilahi, yakni “Gandulo Datuok Tabano: Penjaga Tanah Paling Sulit Ditaklukkan” dan “Mohammad Amin: Sang Harimau Kampar.”

Kegiatan bedah buku ini dibuka secara resmi oleh Kepala Dispersip Kampar, Dr. H. Yuli Usman, M.Ag., yang dalam sambutannya menekankan pentingnya literasi sejarah bagi generasi muda agar tidak tercerabut dari akar perjuangan daerahnya.

Gandulo Datuok Tabano: Pahlawan V Koto yang Ditakuti Kolonial

Ilham Afandi menuturkan, Gandulo Datuok Tabano adalah tokoh yang menjaga V Koto Kampar yang merupakan wilayah yang disebut catatan kolonial Eropa sebagai daerah paling sulit ditaklukkan.

Catatan Portugis melalui perjalanan Tomas Dias dan Belanda lewat buku “Dwars Door Sumatera” karya J.W. IJzerman menegaskan sulitnya menundukkan V Koto Kampar. Baru setelah gugurnya Gandulo bersama para sahabat seperjuangannya Taiban Datuok Bandaro Sati, Karim Datuok Saibu Gaghang, dan Kociok Dubalang Kayo, untuk pertama kalinya Belanda berhasil mengibarkan benderanya di wilayah itu. Namun, penguasaan Belanda tidak pernah penuh karena administrasi dan urusan masyarakat tetap dipegang adat Tanah Andiko.

Perlawanan Gandulo juga tercatat dalam “Uittreksel uit het Rapport der Militaire Politie - Padang, 1899” yang tersimpan di Nationaal Archief, Den Haag. Arsip tersebut menyebut Gandulo seorang diri menewaskan 32 tentara Belanda. Ia juga dikenal sebagai pembunuh Clifford, pemimpin militer sekaligus insinyur pertambangan Belanda di Pulau Godang pada 1895. Gugurnya Gandulo Datuok Tabano pada 28 Agustus 1899 bahkan dilaporkan dalam berbagai surat kabar dan tabloid kolonial sezaman.

Mohammad Amin: Sang Harimau Kampar

Selain Gandulo, sosok Mohammad Amin juga mendapat sorotan. Ia dikenal sebagai Harimau Kampar karena perannya lintas zaman, mulai dari melawan Belanda, menghadapi Jepang, hingga mempertahankan kemerdekaan.

Mohammad Amin adalah orang pertama yang secara personal mengibarkan bendera Merah Putih di Pasar Usang Air Tiris pada 9 September 1945, hanya beberapa minggu setelah Proklamasi. Ia juga terlibat dalam perjuangan mempertahankan Republik Indonesia, mendukung Pemerintahan Darurat Republik Indonesia (PDRI) di Bangkinang, serta mengamankan perundingan KTN-UNCI di Kuok melalui pasukan Harimau Kampar yang dibentuknya. Pasukan inilah yang kelak menjadi cikal bakal Brimob Republik Indonesia.

Dalam bedah buku, Ilham menyampaikan,

“Bayangkan seorang Mohammad Amin yang menjadi pengibar bendera pertama di Provinsi yang menjadi tulang punggung republik Indonesia (Riau), dan Gandulo Datuok Tabano yang perlawanannya diakui oleh kolonial sampai hari ini belum mendapat tempat atau dikenang di panggung nasional. Saya berharap buku yang saya tulis bersama kawan-kawan ini menjadi acuan untuk pengajuan pahlawan Nasional. Jangan hanya hasil bumi Provinsi Riau yang Nasional, tetapi pahlawannya tidak Nasional. Jika dikomparasikan dengan Sisingamangaraja, Bung Tomo, dan lainnya, layak sekali mereka menjadi Pahlawan Nasional. Jangan sampai penganugerahan gelar pahlawan nasional ini hanya bersifat politis.”

Harapan bagi Kampar dan Riau

Selain dua buku tersebut, Ilham dkk juga menulis beberapa karya lain seperti “Karim Datuok Saibu Gaghang: Momok Kolonial dari Tanah Sakti,” “Mahmud Marzuki: Sang Singa Podium,” dan “Kociok Dubalang Kayo: Pesilat Tangguh Pembantai Kolonial.”

Melalui karya-karya itu, penulis berharap Kampar dan Riau tidak hanya dikenal karena hasil buminya, tetapi juga sebagai tanah kelahiran pahlawan-pahlawan setia NKRI yang layak mendapat panggung nasional.

PLH Sekretaris sekaligus Kabid Pengembangan Dispersip, Bambang, S.IP., M.Si., menambahkan bahwa pihaknya akan terus menginisiasi penulisan sejarah Kampar dengan pendekatan ilmiah.

“Kami bertekad agar catatan-catatan tentang Kampar tidak hilang, tetapi terus dikumpulkan dan dijadikan buku. Sejarah ini penting bagi generasi mendatang,” ujarnya.

Acara turut dihadiri 1 rombongan besar keluarga besar H. Mohammad Amin yang menyampaikan rasa haru dan bangga setelah menanti lebih dari 20 tahun adanya buku khusus tentang beliau. Hadir pula perwakilan keluarga anak kemenakan Gandulo Datuok Tabano yang memberikan apresiasi kepada penulis dan tim atas dedikasi mereka.(rls)



 
Berita Lainnya :
  • Gebyar Literasi Kampar 2025, Saat Gandulo dan Mohammad Amin Kembali Dibicarakan
  •  
    Komentar Anda :

     
     
     
     
    TERPOPULER
    1 Anak SMA ini Mengaku Dengan "OM" atau "Pacar" Sama Enaknya, Simak Pengakuannya
    2 Azharisman Rozie Lolos Tujuh Besar Seleksi Sekdaprov Riau, 12 Orang Gugur
    3 Tingkatkan Pelayanan dan Tanggap dengan pengaduan masyarakat
    Lusa, Camat Bukit Raya Lauching Forum Diskusi Online
    4 Pemko Pekanbaru Berlakukan Syarat Jadi Ketua RT dan RW Wajib Bisa Operasikan Android
    5 Lima Negara Ini Di cap memiliki Tingkat Seks Bebas Tertinggi
    6 Inilah Pengakuan Istri yang Rela Digarap 2 Sahabat Suaminya
    7 Astagfirullah, Siswi Di Tanggerang Melahirkan Di Tengah Kebun Dan Masih Memakai Seragam
    8 Selingkuh, Oknum PNS Pemprov Riau Dipolisikan Sang Istri
    9 Langkah Cepat Antisipasi Banjir, PU Bina Marga Pekanbaru Lakukan Peremajaan Parit-parit
    10 Dosen Akper Mesum Dengan Mahasiswinya di Kerinci Terancam Dipecat
     
    Pekanbaru Rohil Opini
    Redaksi Disclaimer Pedoman Tentang Kami Info Iklan
    © 2015-2022 PT. Alfagaba Media Group, All Rights Reserved