www.riau12.com
Rabu, 19-08-2026 | Jam Digital
20:52 WIB - Penutupan MTABS SMA Islam Al Azhar 24 Cigombong Meriah, Tokoh Agama hingga Aparat Hadir | 17:34 WIB - Bunda Literasi Kampar Luncurkan Buku Candi Muara Takus, Anak Diajak Cinta Sejarah Sejak Dini | 17:08 WIB - Rapat Banggar DPRD Riau Diwarnai Ketegangan, Adu Argumentasi Dua Legislator Berujung Skorsing | 16:49 WIB - Workshop BRK Syariah Bekali UMKM Kelola Keuangan Digital, Akses Pembiayaan Makin Mudah | 16:36 WIB - DPRD Pekanbaru Usul Pendataan Anak Putus Sekolah Diperkuat dengan Peran RT/RW | 15:45 WIB - Diduga Standing Motor di Jembatan, Pemuda Kampar Ditemukan Tewas di Sungai usai Hilang 3 Hari
 
BMKG Catat 803 Hotspot di Sumatera, Riau Terpantau 27 Titik Tersebar di 7 Daerah
Kamis, 28-08-2025 - 13:47:48 WIB

TERKAIT:
   
 

Riau12.com-PEKANBARU – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Pekanbaru merilis data terbaru terkait kemunculan 803 titik panas (hotspot) di wilayah Sumatera. Kondisi ini dinilai perlu menjadi perhatian serius, mengingat potensi meningkatnya kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Forecaster On Duty BMKG Pekanbaru, Sanya Gautami, menyebutkan bahwa sebaran hotspot terbanyak berada di Provinsi Bangka Belitung dengan 262 titik, berdasarkan pantauan satelit pada Kamis (28/8/2025).

“Selain Bangka Belitung, hotspot juga terdeteksi di Sumatera Selatan 176 titik dan Sumatera Utara 117 titik. Lalu di Aceh 31 titik, Bengkulu 43 titik, Jambi 33 titik, Lampung 38 titik, Sumatera Barat 74 titik, Riau 27 titik, serta Kepulauan Riau 2 titik,” jelas Sanya.

Di Provinsi Riau, sebanyak 27 hotspot terpantau dan tersebar di sejumlah wilayah, yakni Bengkalis 2 titik, Kampar 10 titik, Dumai 3 titik, Kuantan Singingi 5 titik, Pelalawan 1 titik, Rokan Hilir 1 titik, serta Indragiri Hulu 5 titik.

Sanya mengingatkan, meskipun jumlah hotspot di Riau relatif lebih rendah dibandingkan provinsi lain, kewaspadaan harus tetap ditingkatkan. Apalagi, saat ini cuaca panas dan curah hujan yang rendah menjadi faktor utama meningkatnya potensi titik panas di Sumatera.

“BMKG mengimbau agar aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran, terutama pembukaan lahan dengan cara membakar, untuk dihindari. Pencegahan dini penting dilakukan demi menjaga kelestarian lingkungan sekaligus melindungi kesehatan masyarakat dari dampak kabut asap,” ujarnya.

Dengan kondisi cuaca yang kering dan rawan, BMKG menekankan perlunya sinergi antara pemerintah, aparat penegak hukum, dan masyarakat dalam menekan kasus karhutla yang kerap menjadi ancaman tahunan di Sumatera.




 
Berita Lainnya :
  • BMKG Catat 803 Hotspot di Sumatera, Riau Terpantau 27 Titik Tersebar di 7 Daerah
  •  
    Komentar Anda :

     
     
     
     
    TERPOPULER
    1 Anak SMA ini Mengaku Dengan "OM" atau "Pacar" Sama Enaknya, Simak Pengakuannya
    2 Azharisman Rozie Lolos Tujuh Besar Seleksi Sekdaprov Riau, 12 Orang Gugur
    3 Tingkatkan Pelayanan dan Tanggap dengan pengaduan masyarakat
    Lusa, Camat Bukit Raya Lauching Forum Diskusi Online
    4 Pemko Pekanbaru Berlakukan Syarat Jadi Ketua RT dan RW Wajib Bisa Operasikan Android
    5 Lima Negara Ini Di cap memiliki Tingkat Seks Bebas Tertinggi
    6 Inilah Pengakuan Istri yang Rela Digarap 2 Sahabat Suaminya
    7 Astagfirullah, Siswi Di Tanggerang Melahirkan Di Tengah Kebun Dan Masih Memakai Seragam
    8 Selingkuh, Oknum PNS Pemprov Riau Dipolisikan Sang Istri
    9 Langkah Cepat Antisipasi Banjir, PU Bina Marga Pekanbaru Lakukan Peremajaan Parit-parit
    10 Dosen Akper Mesum Dengan Mahasiswinya di Kerinci Terancam Dipecat
     
    Pekanbaru Rohil Opini
    Redaksi Disclaimer Pedoman Tentang Kami Info Iklan
    © 2015-2022 PT. Alfagaba Media Group, All Rights Reserved