www.riau12.com
Kamis, 20-08-2026 | Jam Digital
20:52 WIB - Penutupan MTABS SMA Islam Al Azhar 24 Cigombong Meriah, Tokoh Agama hingga Aparat Hadir | 17:34 WIB - Bunda Literasi Kampar Luncurkan Buku Candi Muara Takus, Anak Diajak Cinta Sejarah Sejak Dini | 17:08 WIB - Rapat Banggar DPRD Riau Diwarnai Ketegangan, Adu Argumentasi Dua Legislator Berujung Skorsing | 16:49 WIB - Workshop BRK Syariah Bekali UMKM Kelola Keuangan Digital, Akses Pembiayaan Makin Mudah | 16:36 WIB - DPRD Pekanbaru Usul Pendataan Anak Putus Sekolah Diperkuat dengan Peran RT/RW | 15:45 WIB - Diduga Standing Motor di Jembatan, Pemuda Kampar Ditemukan Tewas di Sungai usai Hilang 3 Hari
 
TKD Turun 29,3 Persen, Ketua DPD Sebut Lebih dari Setengah APBN Dialokasikan untuk Keperluan Daerah
Sabtu, 16-08-2025 - 15:55:31 WIB

TERKAIT:
   
 

JAKARTA-Riau12.com-- Anggaran Transfer ke Daerah (TKD) menurun drastis. Tahun lalu Rp919,87 triliun dan saat ini menjadi Rp649,99 triliun atau turun 29,3 persen.

Hal itu dikatakan Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI Sultan B Najamudin. APBN 2026 disebutkannya menitik beratkan pada peningkatan produktifitas pertanian, infrastruktur, hilirisasi mineral, kesehatan masyarakat dan peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM).
Sultan pun mengapresiasi rancangan APBN. Terkait TKD dia mengatakan, pada dasarnya alokasi anggaran pemerintah pusat hampir lebih dari separuh diarahkan untuk kebutuhan pembangunan di daerah.
"Prinsipnya secara keseluruhanan alokasi anggaran belanja negara lebih banyak diarahkan untuk masyarakat di daerah. Hanya saja tidak melalui skema TKD, tapi melalui program kementerian dan lembaga," ujarnya.

Dia mencontohkan sektor pendidikan. Pemerintah telah menganggarkan lebih dari Rp758 Triliun. Pertama kali anggaran pendidikan terbesar dalam sejarah RI. Tentunya ini menjadi kado spesial HUT RI ke 80 untuk dunia pendidikan Indonesia.
Sultan mengatakan penyesuaian alokasi TKD harus menjadi pemantik kemandirian fiskal daerah. Tentunya dengan pendekatan inovasi dan efisiensi pengelolaan anggaran pemerintah daerah.
"Pemda dituntut semakin inovatif dalam memperoleh penerimaan. Terutama dengan menyiapkan iklim investasi yang baik dan ramah bagi investor di bidang pertanian perkebunan hingga pariwisata," tuturnya.
Anggaran ketahanan pangan dan Koperasi Desa Merah Putih, program Sekolah Rakyat serta Makan Bergizi Gratis (MBG), pada akhirnya anggaran mengalir hingga ke daerah. "Tentu dalam bentuk program yang lebih produktif dan memiliki dampak ekonomi signifikan," tegas Sultan.(***)

Sumber: Riaupos 




 
Berita Lainnya :
  • TKD Turun 29,3 Persen, Ketua DPD Sebut Lebih dari Setengah APBN Dialokasikan untuk Keperluan Daerah
  •  
    Komentar Anda :

     
     
     
     
    TERPOPULER
    1 Anak SMA ini Mengaku Dengan "OM" atau "Pacar" Sama Enaknya, Simak Pengakuannya
    2 Azharisman Rozie Lolos Tujuh Besar Seleksi Sekdaprov Riau, 12 Orang Gugur
    3 Tingkatkan Pelayanan dan Tanggap dengan pengaduan masyarakat
    Lusa, Camat Bukit Raya Lauching Forum Diskusi Online
    4 Pemko Pekanbaru Berlakukan Syarat Jadi Ketua RT dan RW Wajib Bisa Operasikan Android
    5 Lima Negara Ini Di cap memiliki Tingkat Seks Bebas Tertinggi
    6 Inilah Pengakuan Istri yang Rela Digarap 2 Sahabat Suaminya
    7 Astagfirullah, Siswi Di Tanggerang Melahirkan Di Tengah Kebun Dan Masih Memakai Seragam
    8 Selingkuh, Oknum PNS Pemprov Riau Dipolisikan Sang Istri
    9 Langkah Cepat Antisipasi Banjir, PU Bina Marga Pekanbaru Lakukan Peremajaan Parit-parit
    10 Dosen Akper Mesum Dengan Mahasiswinya di Kerinci Terancam Dipecat
     
    Pekanbaru Rohil Opini
    Redaksi Disclaimer Pedoman Tentang Kami Info Iklan
    © 2015-2022 PT. Alfagaba Media Group, All Rights Reserved