www.riau12.com
Kamis, 20-08-2026 | Jam Digital
20:52 WIB - Penutupan MTABS SMA Islam Al Azhar 24 Cigombong Meriah, Tokoh Agama hingga Aparat Hadir | 17:34 WIB - Bunda Literasi Kampar Luncurkan Buku Candi Muara Takus, Anak Diajak Cinta Sejarah Sejak Dini | 17:08 WIB - Rapat Banggar DPRD Riau Diwarnai Ketegangan, Adu Argumentasi Dua Legislator Berujung Skorsing | 16:49 WIB - Workshop BRK Syariah Bekali UMKM Kelola Keuangan Digital, Akses Pembiayaan Makin Mudah | 16:36 WIB - DPRD Pekanbaru Usul Pendataan Anak Putus Sekolah Diperkuat dengan Peran RT/RW | 15:45 WIB - Diduga Standing Motor di Jembatan, Pemuda Kampar Ditemukan Tewas di Sungai usai Hilang 3 Hari
 
Kasus Cerai Tinggi di Riau, Perselisihan dan Faktor Ekonomi Picu Lonjakan Perceraian
Kamis, 14-08-2025 - 15:23:59 WIB

TERKAIT:
   
 

Riau12.com- PEKANBARU - Provinsi Riau belakangan ini dihadapkan pada fenomena meningkatnya kasus perceraian. 

Perselisihan yang berujung pada pertengkaran rumah tangga disebut sebagai penyebab utama, disusul faktor ekonomi yang menambah beban pasangan.

Kondisi ini terutama banyak dialami pasangan muda yang dinilai belum matang dalam menghadapi dinamika rumah tangga.

Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Pekanbaru, H Syahrul Mauludi, menyebut tingginya angka perceraian tersebut juga terjadi di Pekanbaru. 

"Hal ini harus menjadi perhatian serius semua pihak. Keluarga merupakan fondasi utama masyarakat. Jika rapuh, maka akan berdampak pada ketahanan sosial secara keseluruhan," kata Syahrul kepada Tribun beberapa waktu lalu.

Syahrul menilai, tekanan hidup di perkotaan membuat rumah tangga semakin rentan.

Selain masalah ekonomi, gaya hidup modern, lemahnya komunikasi, hingga pergaulan bebas turut memicu keretakan.

Ia mendorong agar pembinaan keluarga dilakukan sejak dini, bahkan sebelum pasangan menikah.

Berdasarkan data Kemenag, Pekanbaru mencatat lebih dari 1.600 kasus perceraian setiap tahunnya.

Angka ini memberi kontribusi cukup besar terhadap jumlah perceraian di Provinsi Riau yang pada 2024 mencapai 8.000 kasus.

Mayoritas perceraian terjadi pada usia produktif antara 31 hingga 41 tahun.

Syahrul mengingatkan, penyelesaian masalah keluarga tidak bisa hanya mengandalkan lembaga saat konflik sudah memuncak.

Perlu strategi menyeluruh mulai dari pencegahan, edukasi, hingga pendampingan, agar pasangan memiliki kemampuan mengelola rumah tangga di tengah berbagai tantangan.

Ia juga menyampaikan, fenomena ini menunjukkan bahwa membangun rumah tangga tak cukup dengan cinta dan komitmen di awal pernikahan.

Dibutuhkan persiapan, kematangan emosi, kemampuan komunikasi, dan kesiapan menghadapi kenyataan hidup bersama, agar janji sehidup semati tidak terhenti di tengah jalan.(***)

Sumber: Tribunpekanbaru



 
Berita Lainnya :
  • Kasus Cerai Tinggi di Riau, Perselisihan dan Faktor Ekonomi Picu Lonjakan Perceraian
  •  
    Komentar Anda :

     
     
     
     
    TERPOPULER
    1 Anak SMA ini Mengaku Dengan "OM" atau "Pacar" Sama Enaknya, Simak Pengakuannya
    2 Azharisman Rozie Lolos Tujuh Besar Seleksi Sekdaprov Riau, 12 Orang Gugur
    3 Tingkatkan Pelayanan dan Tanggap dengan pengaduan masyarakat
    Lusa, Camat Bukit Raya Lauching Forum Diskusi Online
    4 Pemko Pekanbaru Berlakukan Syarat Jadi Ketua RT dan RW Wajib Bisa Operasikan Android
    5 Lima Negara Ini Di cap memiliki Tingkat Seks Bebas Tertinggi
    6 Inilah Pengakuan Istri yang Rela Digarap 2 Sahabat Suaminya
    7 Astagfirullah, Siswi Di Tanggerang Melahirkan Di Tengah Kebun Dan Masih Memakai Seragam
    8 Selingkuh, Oknum PNS Pemprov Riau Dipolisikan Sang Istri
    9 Langkah Cepat Antisipasi Banjir, PU Bina Marga Pekanbaru Lakukan Peremajaan Parit-parit
    10 Dosen Akper Mesum Dengan Mahasiswinya di Kerinci Terancam Dipecat
     
    Pekanbaru Rohil Opini
    Redaksi Disclaimer Pedoman Tentang Kami Info Iklan
    © 2015-2022 PT. Alfagaba Media Group, All Rights Reserved