www.riau12.com
Kamis, 20-08-2026 | Jam Digital
20:52 WIB - Penutupan MTABS SMA Islam Al Azhar 24 Cigombong Meriah, Tokoh Agama hingga Aparat Hadir | 17:34 WIB - Bunda Literasi Kampar Luncurkan Buku Candi Muara Takus, Anak Diajak Cinta Sejarah Sejak Dini | 17:08 WIB - Rapat Banggar DPRD Riau Diwarnai Ketegangan, Adu Argumentasi Dua Legislator Berujung Skorsing | 16:49 WIB - Workshop BRK Syariah Bekali UMKM Kelola Keuangan Digital, Akses Pembiayaan Makin Mudah | 16:36 WIB - DPRD Pekanbaru Usul Pendataan Anak Putus Sekolah Diperkuat dengan Peran RT/RW | 15:45 WIB - Diduga Standing Motor di Jembatan, Pemuda Kampar Ditemukan Tewas di Sungai usai Hilang 3 Hari
 
Kolaborasi RECOFTC dan UNRI Dorong Keadilan Tata Kelola Hutan Lewat Data Terbuka
Rabu, 30-07-2025 - 09:30:03 WIB

TERKAIT:
   
 

Riau12.com-PEKANBARU – RECOFTC Indonesia berkolaborasi dengan Universitas Riau (UNRI) untuk mengembangkan data visual yang terbuka, akurat, dan mudah diakses mengenai perubahan tutupan lahan di Sumatera dan Sulawesi. 

Proyek yang berlangsung dari 16 Januari hingga 30 Juni 2025 itu, ditutup dengan diskusi publik bertajuk "Mendorong Terwujudnya Tata Kelola Hutan dan Lingkungan yang Berkeadilan melalui Ketersediaan Data dan Informasi Peta" pada Selasa (29/7/2025) di Pekanbaru.

Diskusi ini diperkaya oleh kehadiran narasumber seperti Kepala BPKH Wilayah XIX Pernando Sinabutar, Ketua Jurusan Kehutanan UNRI Nurul Qomar, perwakilan dari Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang, Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan (PUPR-PKPP) Riau Ade Masya Reza, dan Wafiq dari RECOFTC Indonesia. 

Selain itu, hadir pula Melki Rumania dari organisasi sosial Hutan Riau, yang memperdalam diskusi dengan pengalamannya mendampingi masyarakat hutan.

Direktur RECOFTC Indonesia, Gamma Galudra, membuka acara dengan menekankan pentingnya investasi pada penguatan pengetahuan dan teknologi untuk analisis perubahan tutupan lahan dan hutan. 

"RECOFTC mendukung investasi pada penguatan pengetahuan melalui pelatihan dan pengembangan data visual untuk menganalisis perubahan tutupan lahan dan hutan. Langkah awal ini membuka peluang bagi generasi muda untuk mengoptimalkan kemajuan teknologi dan informasi demi meningkatkan akurasi pemetaan tutupan lahan dan hutan," ujarnya.

Galudra berharap program ini sejalan dengan kebijakan pemerintah dan dapat mendukung One Map Policy. 

"Tanpa peta yang akurat, akan sulit memandu masyarakat hutan dalam upaya perlindungan dan pengelolaan hutan dan lahannya secara berkelanjutan," tutupnya.

Sementara itu, Melki Rumania dari Hutan Riau mengungkapkan pengalamannya dalam participatory land use planning. 

Ia menyoroti tantangan seperti ketidakakuratan peta lama, keterbatasan kapasitas masyarakat, dan validasi peta partisipatif yang belum sepenuhnya diterima. 

"Peta bukan hanya dokumen teknis, tapi alat perjuangan hidup," ungkap Melki.(***)

Sumber: Halloriau



 
Berita Lainnya :
  • Kolaborasi RECOFTC dan UNRI Dorong Keadilan Tata Kelola Hutan Lewat Data Terbuka
  •  
    Komentar Anda :

     
     
     
     
    TERPOPULER
    1 Anak SMA ini Mengaku Dengan "OM" atau "Pacar" Sama Enaknya, Simak Pengakuannya
    2 Azharisman Rozie Lolos Tujuh Besar Seleksi Sekdaprov Riau, 12 Orang Gugur
    3 Tingkatkan Pelayanan dan Tanggap dengan pengaduan masyarakat
    Lusa, Camat Bukit Raya Lauching Forum Diskusi Online
    4 Pemko Pekanbaru Berlakukan Syarat Jadi Ketua RT dan RW Wajib Bisa Operasikan Android
    5 Lima Negara Ini Di cap memiliki Tingkat Seks Bebas Tertinggi
    6 Inilah Pengakuan Istri yang Rela Digarap 2 Sahabat Suaminya
    7 Astagfirullah, Siswi Di Tanggerang Melahirkan Di Tengah Kebun Dan Masih Memakai Seragam
    8 Selingkuh, Oknum PNS Pemprov Riau Dipolisikan Sang Istri
    9 Langkah Cepat Antisipasi Banjir, PU Bina Marga Pekanbaru Lakukan Peremajaan Parit-parit
    10 Dosen Akper Mesum Dengan Mahasiswinya di Kerinci Terancam Dipecat
     
    Pekanbaru Rohil Opini
    Redaksi Disclaimer Pedoman Tentang Kami Info Iklan
    © 2015-2022 PT. Alfagaba Media Group, All Rights Reserved