www.riau12.com
Kamis, 20-08-2026 | Jam Digital
20:52 WIB - Penutupan MTABS SMA Islam Al Azhar 24 Cigombong Meriah, Tokoh Agama hingga Aparat Hadir | 17:34 WIB - Bunda Literasi Kampar Luncurkan Buku Candi Muara Takus, Anak Diajak Cinta Sejarah Sejak Dini | 17:08 WIB - Rapat Banggar DPRD Riau Diwarnai Ketegangan, Adu Argumentasi Dua Legislator Berujung Skorsing | 16:49 WIB - Workshop BRK Syariah Bekali UMKM Kelola Keuangan Digital, Akses Pembiayaan Makin Mudah | 16:36 WIB - DPRD Pekanbaru Usul Pendataan Anak Putus Sekolah Diperkuat dengan Peran RT/RW | 15:45 WIB - Diduga Standing Motor di Jembatan, Pemuda Kampar Ditemukan Tewas di Sungai usai Hilang 3 Hari
 
Kolaborasi Pemerintah dan Dunia Usaha Atasi Karhutla di Riau, RAPP Kerahkan FERT dan Teknologi Mutakhir
Kamis, 24-07-2025 - 15:58:10 WIB

TERKAIT:
   
 

Riau12.com-PEKANBARU – Pemerintah Indonesia terus memperkuat kolaborasi lintas sektor dalam menghadapi ancaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) yang kembali melanda wilayah Riau. 

Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) RI, Hanif Faisol Nurofiq, menegaskan bahwa keterlibatan aktif dunia usaha menjadi salah satu strategi utama untuk mempercepat pemadaman, terutama di kawasan gambut yang sulit dijangkau.

Menurut Menteri Hanif, kolaborasi ini adalah sinyal kuat bahwa penanggulangan Karhutla tidak dapat dilakukan secara sektoral. 
Lebih dari itu, dibutuhkan keterlibatan aktif seluruh elemen bangsa, mulai dari pemerintah, dunia usaha, hingga masyarakat.

“Sebagai upaya kita bersama di dalam rangka penanggulangan Karhutla, kita menggandeng dunia usaha untuk melakukan pemadaman. Provinsi Riau telah berusaha semaksimal mungkin untuk menanganinya, berbagai upaya telah dilakukan oleh seluruh jajaran pemerintah dengan mengerahkan seluruh prasarana yang ada,” kata Menteri Hanif di Pekanbaru, Kamis (24/07/2025).

Dijelaskan, periode Juli hingga awal Agustus merupakan fase paling krusial. Oleh karena itu, ia menekankan pentingnya keseriusan dan kesabaran dalam proses pemadaman. 
“Sebagaimana kita pahami, kebakaran lahan gambut tidak hanya merupakan kebakaran permukaan, namun merupakan kebakaran di bawah tanah. Ini yang tidak mudah untuk dipadamkan,” jelasnya.

“Diperlukan pagar betis kita, kesabaran kita untuk membasahi daerah-daerah gambut yang masih menimbulkan asap. Karena begitu asap masih muncul, artinya masih ada api di dalamnya,” kata dia lagi.
Menteri Hanif menyampaikan bahwa sinergi lintas sektor ini merupakan inisiatif nyata yang menunjukkan bahwa Karhutla adalah tanggung jawab bersama. Oleh karena itu, sudah seharusnya seluruh pihak lebih aktif berperan menanggapi situasi ini.

“Mari kita kerahkan semua tenaga kita untuk melakukan penanganan kebakaran hutan dan lahan di Riau,” imbaunya.

Sementara itu, Gubernur Riau, Abdul Wahid, menyampaikan apresiasi atas dukungan dari pemerintah pusat hingga dunia usaha. Ia menyebutkan bahwa saat ini titik api terbesar berada di wilayah Rokan Hulu dan Rokan Hilir. 
“Kami mengucapkan terima kasih kepada Pak Menteri yang sebesar-besarnya telah bertungkus lumus membantu menjaga nama baik Riau dan Indonesia. Maka hari ini kita menggerakkan pihak perusahaan dalam rangka memadamkan api yang sangat besar di Rokan Hulu dan Rokan Hilir,” ujar Gubri Abdul Wahid.

Diterangkan, sekitar 200 personel tambahan dari sektor dunia usaha telah diterjunkan langsung ke titik kebakaran. Lebih lanjut, ia berharap agar inisiatif dari berbagai pihak terus mengalir hingga Riau bebas dari asap. 
“Kalau belum padam dalam seminggu, kita tambah lagi. Kita tetap siaga, mudah-mudahan bantuan semua pihak termasuk dunia usaha bisa memadamkan dalam waktu seminggu ini. Karena masa-masa kritis kita ada di Juli sampai awal Agustus,” pungkasnya dilansir dari Media Center Riau.

Sementara itu, PT Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP), sebagai perusahaan HTI dan industri pulp dan kertas terintegrasi bagian dari Grup APRIL, turut mengirimkan pasukan Fire Emergency Response Team (FERT) dalam apel siaga ini. 
RAPP telah menginvestasikan teknologi mutakhir, seperti pemantauan citra satelit dan 26 unit menara CCTV yang tersebar di area konsesinya. 

Upaya ini diperkuat dengan satu unit helikopter, dua unit airboat, 345 personel pemadam kebakaran profesional, 196 pompa air, serta melatih 735 relawan dari 49 desa di Riau.

Mulia Nauli, Direktur RAPP, menjelaskan bahwa RAPP secara rutin mengumumkan periode rawan kebakaran sebagai bentuk kesiapsiagaan tim operasi kebakaran untuk memantau dan memadamkan titik panas serta kebakaran di area konsesi. 

Selain itu, perusahaan berkomitmen untuk membantu pemadaman api yang terjadi dalam radius 3 kilometer dari batas wilayah konsesinya. (***)

Sumber: Halloriau 




 
Berita Lainnya :
  • Kolaborasi Pemerintah dan Dunia Usaha Atasi Karhutla di Riau, RAPP Kerahkan FERT dan Teknologi Mutakhir
  •  
    Komentar Anda :

     
     
     
     
    TERPOPULER
    1 Anak SMA ini Mengaku Dengan "OM" atau "Pacar" Sama Enaknya, Simak Pengakuannya
    2 Azharisman Rozie Lolos Tujuh Besar Seleksi Sekdaprov Riau, 12 Orang Gugur
    3 Tingkatkan Pelayanan dan Tanggap dengan pengaduan masyarakat
    Lusa, Camat Bukit Raya Lauching Forum Diskusi Online
    4 Pemko Pekanbaru Berlakukan Syarat Jadi Ketua RT dan RW Wajib Bisa Operasikan Android
    5 Lima Negara Ini Di cap memiliki Tingkat Seks Bebas Tertinggi
    6 Inilah Pengakuan Istri yang Rela Digarap 2 Sahabat Suaminya
    7 Astagfirullah, Siswi Di Tanggerang Melahirkan Di Tengah Kebun Dan Masih Memakai Seragam
    8 Selingkuh, Oknum PNS Pemprov Riau Dipolisikan Sang Istri
    9 Langkah Cepat Antisipasi Banjir, PU Bina Marga Pekanbaru Lakukan Peremajaan Parit-parit
    10 Dosen Akper Mesum Dengan Mahasiswinya di Kerinci Terancam Dipecat
     
    Pekanbaru Rohil Opini
    Redaksi Disclaimer Pedoman Tentang Kami Info Iklan
    © 2015-2022 PT. Alfagaba Media Group, All Rights Reserved