www.riau12.com
Kamis, 20-08-2026 | Jam Digital
20:52 WIB - Penutupan MTABS SMA Islam Al Azhar 24 Cigombong Meriah, Tokoh Agama hingga Aparat Hadir | 17:34 WIB - Bunda Literasi Kampar Luncurkan Buku Candi Muara Takus, Anak Diajak Cinta Sejarah Sejak Dini | 17:08 WIB - Rapat Banggar DPRD Riau Diwarnai Ketegangan, Adu Argumentasi Dua Legislator Berujung Skorsing | 16:49 WIB - Workshop BRK Syariah Bekali UMKM Kelola Keuangan Digital, Akses Pembiayaan Makin Mudah | 16:36 WIB - DPRD Pekanbaru Usul Pendataan Anak Putus Sekolah Diperkuat dengan Peran RT/RW | 15:45 WIB - Diduga Standing Motor di Jembatan, Pemuda Kampar Ditemukan Tewas di Sungai usai Hilang 3 Hari
 
Pemprov Telah Targetkan PSR 10.800 Hektare, Namun Petani Sawit Swadaya di Riau Belum Tersentuh Semua: Sosialisasinya Harus lebih Digenjot
Senin, 14-07-2025 - 15:40:31 WIB

TERKAIT:
   
 

Riau12.com-PEKANBARU - Pemerintah Provinsi Riau, sudah menargetkan pelaksanaan program Peremajaan Sawit Rakyat (PSR) seluas 10.800 hektare, terealisasi tahun 2025 ini.

Namun untuk mewujudkan target tersebut, diperlukan kerja keras semua stakeholder, agar yang ditargetkan bisa tercapai secara maksimal.

DPD I Perkumpulan Petani Sawit Bumi Bertuah (PPSBB) Provinsi Riau, ternyata ikut mendorong percepatan realisasi program, yang dilaksanakan oleh Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) tersebut.

Buktinya pekan lalu, mereka baru saja menggelar kegiatan sosialisasi program PSR, yang dipusatkan di Kantor Desa Pematang Ibul, Kecamatan Bangko Pusako, Rokan Hilir, Riau.
"Program ini memang sangat menarik. Sebab dana PSR itu sebesar Rp 60 juta per-hektare, bersifat bantuan hibah," kata Ketua DPD-I PPSBB Provinsi Riau, Kasri Jumiat SE, kepada Tribunpekanbaru.com, Senin (14/7/2025) di Pekanbaru.
Diketahui, bentuk dorongan PPSBB dalam mensukseskan program ini, pada sosialisasi di Rokan Hilir kemarin, langsung dihadiri  Ketua DPD-I PPSBB Provinsi Riau, Kasri Jumiat, didampingi bidang agronominya, Ahmad Johansyah dan Datuk Penghulu Pematang Ibul, Samri, A.Md.

Sebelumnya, sosialisasi serupa juga digelar organisasi nirlaba ini di Desa Lenggadai Hulu, Kecamatan. Rimba Melintang, Rokan Hilir, Selasa (17/6/2025).
Bahkan turut hadir Kepala Bidang Produksi Perkebunan pada Dinas Perkebunan Provinsi Riau, Vera Virgianti.

Lebih lanjut dipaparkan, bahwa untuk bisa mendapatkannya tidak mudah. Petani harus dapat memenuhi berbagai persyaratan, yang relatif rumit.
"Dari yang kita lihat di lapangan, informasi terhadap program ini sepertinya memang belum tersampaikan dengan baik. Terutama di kalangan petani sawit swadaya," tambahnya.
Sebenarnya, program PSR ini sudah berjalan sejak tahun 2016. Namun petani sawit yang tersentuh mayoritas, masih petani plasma atau petani eks plasma. Sementara petani swadaya masih sangat minim.

Untuk itu, perlu dorongan yang lebih kuat dari pemerintah, agar program ini dapat berjalan secara maksimal, supaya masyarakat petani bisa menikmatinya dengan baik.
"Secara organisasi, kita sudah turun ke lapangan. Terutama menyasar petani swadaya. Memang kita dapati banyak di antara mereka belum mengetahui program ini secara utuh," terang Kasri lagi.

Bahkan, ditemukan petani swadaya di Pelalawan, yang mengaku sudah melaksanakan replanting dengan dana sendiri. Lalu, tidak bisa lanjut karena kehabisan dana.
"Kalau sudah melakukan penumbangan secara mandiri, tentu tidak bisa lagi diikutkan dalam program PSR. Artinya, ada informasi yang tersumbat. Sehingga mereka melakukan replanting sendiri. Mestinya bisa diikutkan dalam program PSR," katanya.

Dalam pelaksanaannya, petani yang tergabung dalam kelompok tani atau koperasi, perlu diberikan pendampingan yang maksimal. Sebab proses pemenuhan syarat tidak mudah.
"Sejauh yang kita ketahui, target PSR tidak pernah tercapai. Maka kedepan harus dicari caranya, agar target yang dibebankan bisa direalisasikan," sarannya.

Sekadar diketahui, dalam program PSR ini, dana Rp 60 juta per hektar itu, akan digunakan untuk pembongkaran tanaman tua, pembelian bibit unggul bersertifikat, penanaman kembali, serta perawatan.
Program PSR ini memang diharapkan, bisa menjadi solusi bagi ribuan hektare kebun sawit rakyat, yang saat ini sudah tidak produktif.

Sehingga petani bisa kembali menikmati hasil panen yang optimal, secara berkelanjutan.(***)

Sumber: Tribunpekanbaru 




 
Berita Lainnya :
  • Pemprov Telah Targetkan PSR 10.800 Hektare, Namun Petani Sawit Swadaya di Riau Belum Tersentuh Semua: Sosialisasinya Harus lebih Digenjot
  •  
    Komentar Anda :

     
     
     
     
    TERPOPULER
    1 Anak SMA ini Mengaku Dengan "OM" atau "Pacar" Sama Enaknya, Simak Pengakuannya
    2 Azharisman Rozie Lolos Tujuh Besar Seleksi Sekdaprov Riau, 12 Orang Gugur
    3 Tingkatkan Pelayanan dan Tanggap dengan pengaduan masyarakat
    Lusa, Camat Bukit Raya Lauching Forum Diskusi Online
    4 Pemko Pekanbaru Berlakukan Syarat Jadi Ketua RT dan RW Wajib Bisa Operasikan Android
    5 Lima Negara Ini Di cap memiliki Tingkat Seks Bebas Tertinggi
    6 Inilah Pengakuan Istri yang Rela Digarap 2 Sahabat Suaminya
    7 Astagfirullah, Siswi Di Tanggerang Melahirkan Di Tengah Kebun Dan Masih Memakai Seragam
    8 Selingkuh, Oknum PNS Pemprov Riau Dipolisikan Sang Istri
    9 Langkah Cepat Antisipasi Banjir, PU Bina Marga Pekanbaru Lakukan Peremajaan Parit-parit
    10 Dosen Akper Mesum Dengan Mahasiswinya di Kerinci Terancam Dipecat
     
    Pekanbaru Rohil Opini
    Redaksi Disclaimer Pedoman Tentang Kami Info Iklan
    © 2015-2022 PT. Alfagaba Media Group, All Rights Reserved