Tanggapi Pencopotan Dirut SPR, Gubernur Riau Tegaskan Direktur BUMD Harus Profesional, Kalau Tidak Akan Dicopot
Senin, 30-06-2025 - 13:53:06 WIB
Riau12.com-PEKANBARU – Gubernur Riau Abdul Wahid menegaskan pentingnya profesionalisme dan evaluasi menyeluruh dalam pengelolaan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD). Penegasan itu disampaikan usai kunjungan ke RSUD Petala Bumi, Senin (30/6/2025), menanggapi keputusan pencopotan Direktur Utama PT Sarana Pembangunan Riau (SPR), Fuady Noor.
"Saya minta semua dibenahi. Yang kinerjanya tidak maksimal tentu menjadi catatan bagi kita untuk dievaluasi. Dalam pemilihan direktur ke depan tentu kita buka secara profesional," tegas Wahid kepada Goriau.
Pernyataan Gubernur ini menyusul hasil Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) PT SPR yang digelar sehari sebelumnya, Minggu (29/6/2025), di mana Fuady Noor resmi diberhentikan dari jabatannya sebagai Direktur Utama PT SPR. Keputusan diambil menyusul lemahnya kinerja perusahaan serta ketidakmampuan menyampaikan laporan keuangan tahun buku 2024 secara transparan.
“Iya, tadi RUPS PT SPR. Hasilnya tadi sudah diumumkan, bahwa Direktur Utama PT SPR diberhentikan," ujar Pelaksana Tugas Kepala Biro Perekonomian dan Sumber Daya Alam Setdaprov Riau, Helmi D, ketika dikonfirmasi kemarin.
Helmi menegaskan bahwa pencopotan tersebut merupakan hasil evaluasi menyeluruh terhadap kinerja direksi. Ia menyebut laporan keuangan yang disampaikan Fuady tidak dapat diterima dan menunjukkan kurangnya tanggung jawab dalam menjalankan fungsi sebagai pimpinan.
Laporan ini telah disampaikan kepada Gubernur Riau, Abdul Wahid, yang menginstruksikan segera dilakukan pembenahan. Salah satu langkah awal yang akan diambil adalah membentuk Tim Uji Kelayakan dan Kepatutan (UKK) untuk menentukan sosok baru yang akan mengisi posisi Direktur Utama.
"Pak Gubernur berharap ke depan BUMD PT SPR benar-benar dipimpin oleh orang yang benar-benar mau bertukus lumus dan bertanggung jawab atas amanah yang diberikan. Pak Gubernur juga ingin BUMD ini dapat berkontribusi menjadi salah satu sumber pendapatan daerah sesuai dengan core business-nya," tutup Helmi.(***)
Sumber: Goriau
Komentar Anda :