www.riau12.com
Jum'at, 21-08-2026 | Jam Digital
20:52 WIB - Penutupan MTABS SMA Islam Al Azhar 24 Cigombong Meriah, Tokoh Agama hingga Aparat Hadir | 17:34 WIB - Bunda Literasi Kampar Luncurkan Buku Candi Muara Takus, Anak Diajak Cinta Sejarah Sejak Dini | 17:08 WIB - Rapat Banggar DPRD Riau Diwarnai Ketegangan, Adu Argumentasi Dua Legislator Berujung Skorsing | 16:49 WIB - Workshop BRK Syariah Bekali UMKM Kelola Keuangan Digital, Akses Pembiayaan Makin Mudah | 16:36 WIB - DPRD Pekanbaru Usul Pendataan Anak Putus Sekolah Diperkuat dengan Peran RT/RW | 15:45 WIB - Diduga Standing Motor di Jembatan, Pemuda Kampar Ditemukan Tewas di Sungai usai Hilang 3 Hari
 
Antisipasi Konflik, Anggota DPRD Riau Minta Pemprov dan Pemkab Pelalawan Ambil Langkah Konkret
Rabu, 25-06-2025 - 12:55:14 WIB

TERKAIT:
   
 

PEKANBARU-Riau12.com- Anggota DPRD Riau Fraksi PKS Abdullah meminta Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau dan Kabupaten Pelalawan ikut mengambil langkah konkret dalam mencegah terjadinya konflik di kawasan Taman Nasional Tesso Nilo (TNTN).
Menurutnya, hal itu perlu dilakukan di luar upaya yang dijalankan oleh Satuan Tugas (Satgas) Penertiban Kawasan Hutan (PKH). Saat ini Satgas PKH memang sudah memiliki langkah-langkahnya.

"Akan terapi di luar itu, kita minta Pemprov Riau serta Pemkab Pelalawan turut ambil peran. Tentu harus disesuaikan dengan kebijakan Satgas dan kondisi di lapangan," ujar Abdullah, Rabu (25/6/2025).

Dia menyoroti persoalan di TNTN yang berpotensi menjadi konflik berkepanjangan. Bahkan konflik juga bisa terjadi setelah Satgas PKH menyelesaikan tugasnya.

Ia menilai, penertiban yang dilakukan oleh Satgas tidak serta merta mengakhiri persoalan yang kompleks di lapangan. Pasalnya, Satgas PKH hanya mengikuti tugas sesuai kebijakan pusat 

Ketua DPD PKS Pelalawan itu mengatakan, bisa saja metode yang digunakan Satgas PKH dalam menertibkan kawasan hutan ini sama dengan negara lain. Namun yang perlu diingat bahwa setiap negara memiliki karakteristik sosial dan kultur yang berbeda.
"Bila pendekatan tidak disesuaikan, dikhawatirkan konflik akan tetap berlangsung setelah Satgas selesai," terangnya.

Untuk itu, dia mendorong pemerintah daerah untuk melakukan pemetaan terhadap potensi konflik serta merancang strategi mitigasi yang tepat. 

Bahkan dia menegaskan pentingnya langkah pencegahan agar proses penegakan hukum tidak justru meninggalkan dampak sosial yang merugikan masyarakat.

Sejauh ini, kata Abdullah, langkah yang diambil Satgas sudah tepat. Akan tetapi dia berharap jangan sampai seperti pepatah "arang habis besi binasa".

"Penegakan hukum tuntas, tetapi persoalan sosial ekonomi masyarakat tidak terselesaikan," jelasnya.(***)

Sumber: Cakaplah 




 
Berita Lainnya :
  • Antisipasi Konflik, Anggota DPRD Riau Minta Pemprov dan Pemkab Pelalawan Ambil Langkah Konkret
  •  
    Komentar Anda :

     
     
     
     
    TERPOPULER
    1 Anak SMA ini Mengaku Dengan "OM" atau "Pacar" Sama Enaknya, Simak Pengakuannya
    2 Azharisman Rozie Lolos Tujuh Besar Seleksi Sekdaprov Riau, 12 Orang Gugur
    3 Tingkatkan Pelayanan dan Tanggap dengan pengaduan masyarakat
    Lusa, Camat Bukit Raya Lauching Forum Diskusi Online
    4 Pemko Pekanbaru Berlakukan Syarat Jadi Ketua RT dan RW Wajib Bisa Operasikan Android
    5 Lima Negara Ini Di cap memiliki Tingkat Seks Bebas Tertinggi
    6 Inilah Pengakuan Istri yang Rela Digarap 2 Sahabat Suaminya
    7 Astagfirullah, Siswi Di Tanggerang Melahirkan Di Tengah Kebun Dan Masih Memakai Seragam
    8 Selingkuh, Oknum PNS Pemprov Riau Dipolisikan Sang Istri
    9 Langkah Cepat Antisipasi Banjir, PU Bina Marga Pekanbaru Lakukan Peremajaan Parit-parit
    10 Dosen Akper Mesum Dengan Mahasiswinya di Kerinci Terancam Dipecat
     
    Pekanbaru Rohil Opini
    Redaksi Disclaimer Pedoman Tentang Kami Info Iklan
    © 2015-2022 PT. Alfagaba Media Group, All Rights Reserved