Kabar CPNS 2025 Ditiadakan adalah Hoaks! Kemenpan-RB Beri Klarifikasi, Wajib Baca agar Tak Salah Paham!
Sabtu, 07-06-2025 - 11:44:32 WIB
JAKARTA-Riau12.com – Masyarakata resah dengan beredarnya isu mengenai ditiadakannya seleksi calon pegawai negeri Sipil (CPNS) dan PPPK pada tahun 2025. Khususnya bagi calon pelamar yang mendambakan karier sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN). Namun kabar burung tersebut kini ditepis langsung oleh Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan-RB).
Kepala Biro Data, Komunikasi, dan Informasi Publik Kemenpan-RB, Mohammad Averrouce dengan tegas memberikan klarifikasi penting. Ia menyatakan bahwa berita yang beredar tentang ditiadakannya CPNS dan PPPK 2025 tidak sepenuhnya benar.
Penegasan ini disampaikan untuk menyebarkan informasi yang menyimpan siur dan mencegah penyebaran hoaks di tengah masyarakat. Menurutnya, pemerintah saat ini masih terus membahas lebih lanjut perihal seleksi ASN untuk tahun 2025.
Artinya, belum ada keputusan final yang dikeluarkan mengenai ada atau tidaknya rekrutmen tersebut, apalagi sampai pada tahap yang ditiadakan.
Pernyataan dari Kemenpan-RB ini menjadi angin segar sekaligus pengingat bagi seluruh masyarakat, khususnya para calon pelamar. Penting untuk selalu memfilter informasi dan hanya mempercayai kabar yang berasal dari sumber resmi dan tepercaya.
Kemenpan-RB dan Badan Kepegawaian Negara (BKN) adalah dua lembaga yang berwenang mengeluarkan pengumuman resmi terkait seleksi ASN. Sebelumnya, Kemenpan-RB juga telah menyampaikan “3 Poin Penting†terkait CPNS 2025 yang mengindikasikan bahwa meskipun belum ada kepastian final, pembahasan mengenai pengadaan ASN tetap menjadi agenda prioritas.
Fokus pemerintah saat ini juga masih pada penyelesaian proses seleksi CASN 2024 yang sedang berjalan. Oleh karena itu, bagi Anda yang memiliki impian menjadi ASN, sangat disarankan untuk tidak mudah terpancing dengan informasi yang tidak jelas sumbernya. Tetap pantau kanal-kanal resmi Kemenpan-RB dan BKN untuk mendapatkan informasi terkini dan valid.
Klarifikasi dari Mohammad Averrouce ini menjadi bukti bahwa pemerintah serius dalam mengelola informasi dan ingin mendapatkan data masyarakat yang akurat. Jangan sampai salah paham dan merugikan diri sendiri karena termakan hoaks! (***)
Sumber: Riaupos
Komentar Anda :