www.riau12.com
Jum'at, 21-08-2026 | Jam Digital
20:52 WIB - Penutupan MTABS SMA Islam Al Azhar 24 Cigombong Meriah, Tokoh Agama hingga Aparat Hadir | 17:34 WIB - Bunda Literasi Kampar Luncurkan Buku Candi Muara Takus, Anak Diajak Cinta Sejarah Sejak Dini | 17:08 WIB - Rapat Banggar DPRD Riau Diwarnai Ketegangan, Adu Argumentasi Dua Legislator Berujung Skorsing | 16:49 WIB - Workshop BRK Syariah Bekali UMKM Kelola Keuangan Digital, Akses Pembiayaan Makin Mudah | 16:36 WIB - DPRD Pekanbaru Usul Pendataan Anak Putus Sekolah Diperkuat dengan Peran RT/RW | 15:45 WIB - Diduga Standing Motor di Jembatan, Pemuda Kampar Ditemukan Tewas di Sungai usai Hilang 3 Hari
 
Dukung Program Satu Rumah Satu Sarjana, Gubernur Riau Gandeng Asosiasi Dosen Indonesia
Selasa, 03-06-2025 - 10:16:23 WIB

TERKAIT:
   
 

Riau12.com-PEKANBARU – Gubernur Riau, Abdul Wahid, mendorong keterlibatan aktif Asosiasi Dosen Indonesia (ADI) Provinsi Riau dalam menyukseskan program “Satu Rumah Satu Sarjana”. Program ini dirancang untuk mempercepat peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) serta mendorong pertumbuhan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di Riau.


Hal tersebut disampaikan Wahid dalam pertemuan bersama jajaran ADI Riau di Ruang Rapat Gubernur, Kantor Gubernur Riau, Senin (2/6/2025). Dalam kesempatan itu, Wahid menegaskan pentingnya peran dosen dalam mendukung akses pendidikan tinggi bagi keluarga kurang mampu.
“Kami punya program satu rumah satu sarjana. Dalam hal ini tentu peran dosen sangat penting. Kita akan siapkan sistemnya agar mahasiswa tidak harus selalu datang ke kampus untuk belajar, sehingga kualitas SDM meningkat dan IPM ikut terdongkrak,” ujar Wahid.


Gubernur juga menyoroti pentingnya peningkatan angka rata-rata lama sekolah (RLS) di Riau yang menjadi salah satu indikator IPM. Ia berharap kalangan akademisi dapat ikut mendorong pencapaian target tersebut.

Program “Satu Rumah Satu Sarjana” tidak hanya fokus pada pendidikan formal, tetapi juga membekali peserta dengan pemahaman tentang digitalisasi dan dunia usaha. Menurut Wahid, lulusan harus siap menghadapi tantangan zaman dengan keterampilan yang relevan.
“Yang kita kejar bukan hanya gelar, tetapi juga pemahaman mereka terhadap digitalisasi dan dunia usaha. Dengan begitu, mereka memiliki bekal pengetahuan dan keterampilan yang utuh,” tambahnya.

Pada kesempatan itu, Wahid juga mendorong ADI untuk terus menjalankan fungsinya sebagai wadah peningkatan kualitas dosen serta advokasi terhadap hak-hak akademisi.

“ADI memiliki peran penting sebagai tempat bertukar pikiran, membela hak-hak dosen, dan meningkatkan mutu pendidikan tinggi. Ini menjadi ruang yang strategis untuk mendorong kemajuan pendidikan di Riau,” tutup Wahid.(***)

Sumber: Goriau




 
Berita Lainnya :
  • Dukung Program Satu Rumah Satu Sarjana, Gubernur Riau Gandeng Asosiasi Dosen Indonesia
  •  
    Komentar Anda :

     
     
     
     
    TERPOPULER
    1 Anak SMA ini Mengaku Dengan "OM" atau "Pacar" Sama Enaknya, Simak Pengakuannya
    2 Azharisman Rozie Lolos Tujuh Besar Seleksi Sekdaprov Riau, 12 Orang Gugur
    3 Tingkatkan Pelayanan dan Tanggap dengan pengaduan masyarakat
    Lusa, Camat Bukit Raya Lauching Forum Diskusi Online
    4 Pemko Pekanbaru Berlakukan Syarat Jadi Ketua RT dan RW Wajib Bisa Operasikan Android
    5 Lima Negara Ini Di cap memiliki Tingkat Seks Bebas Tertinggi
    6 Inilah Pengakuan Istri yang Rela Digarap 2 Sahabat Suaminya
    7 Astagfirullah, Siswi Di Tanggerang Melahirkan Di Tengah Kebun Dan Masih Memakai Seragam
    8 Selingkuh, Oknum PNS Pemprov Riau Dipolisikan Sang Istri
    9 Langkah Cepat Antisipasi Banjir, PU Bina Marga Pekanbaru Lakukan Peremajaan Parit-parit
    10 Dosen Akper Mesum Dengan Mahasiswinya di Kerinci Terancam Dipecat
     
    Pekanbaru Rohil Opini
    Redaksi Disclaimer Pedoman Tentang Kami Info Iklan
    © 2015-2022 PT. Alfagaba Media Group, All Rights Reserved