Dukung Program Satu Rumah Satu Sarjana, Gubernur Riau Gandeng Asosiasi Dosen Indonesia
Selasa, 03-06-2025 - 10:16:23 WIB
Riau12.com-PEKANBARU – Gubernur Riau, Abdul Wahid, mendorong keterlibatan aktif Asosiasi Dosen Indonesia (ADI) Provinsi Riau dalam menyukseskan program “Satu Rumah Satu Sarjanaâ€. Program ini dirancang untuk mempercepat peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) serta mendorong pertumbuhan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di Riau.
Hal tersebut disampaikan Wahid dalam pertemuan bersama jajaran ADI Riau di Ruang Rapat Gubernur, Kantor Gubernur Riau, Senin (2/6/2025). Dalam kesempatan itu, Wahid menegaskan pentingnya peran dosen dalam mendukung akses pendidikan tinggi bagi keluarga kurang mampu.
“Kami punya program satu rumah satu sarjana. Dalam hal ini tentu peran dosen sangat penting. Kita akan siapkan sistemnya agar mahasiswa tidak harus selalu datang ke kampus untuk belajar, sehingga kualitas SDM meningkat dan IPM ikut terdongkrak,†ujar Wahid.
Gubernur juga menyoroti pentingnya peningkatan angka rata-rata lama sekolah (RLS) di Riau yang menjadi salah satu indikator IPM. Ia berharap kalangan akademisi dapat ikut mendorong pencapaian target tersebut.
Program “Satu Rumah Satu Sarjana†tidak hanya fokus pada pendidikan formal, tetapi juga membekali peserta dengan pemahaman tentang digitalisasi dan dunia usaha. Menurut Wahid, lulusan harus siap menghadapi tantangan zaman dengan keterampilan yang relevan.
“Yang kita kejar bukan hanya gelar, tetapi juga pemahaman mereka terhadap digitalisasi dan dunia usaha. Dengan begitu, mereka memiliki bekal pengetahuan dan keterampilan yang utuh,†tambahnya.
Pada kesempatan itu, Wahid juga mendorong ADI untuk terus menjalankan fungsinya sebagai wadah peningkatan kualitas dosen serta advokasi terhadap hak-hak akademisi.
“ADI memiliki peran penting sebagai tempat bertukar pikiran, membela hak-hak dosen, dan meningkatkan mutu pendidikan tinggi. Ini menjadi ruang yang strategis untuk mendorong kemajuan pendidikan di Riau,†tutup Wahid.(***)
Sumber: Goriau
Komentar Anda :