Tamat SMALB, Siswi SLB Terbaik Riau Ini Ingin Ketemu Gubernur Riau Abdul Wahid dan Mau Lanjut Kuliah
Riau12.com- PEKANBARU - Siswi Sekolah Luar Biasa (SLB) terbaik Riau, Khairani ternyata ingin melanjutkan jenjang pendidikannya ke jenjang kuliah.
Keterbatasan fisik dan kemampuan intelektualnya tak menghalangi untuk melanjutkan kuliah.
Keinginan kuliah ini disampaikan Ani, sapaan akrabnya pada Waka Humas SLB Negeri Pembina, Marini SPd, Selasa (27/5/2025) di Balai Sirindit, kompleks rumah dinas gubernur Riau.
Saat itu, mereka mengikuti acara Anugerah Pendidikan Provinsi Riau. Khairani mendapat penghargaan di kategori SLB terbaik.
Pembicaraan antara Marini dan Khairani ini pun direkam dalam bentuk video.
Kala Tribunpekanbaru.com mengunjungi SLB Negeri Pembina, Marini pun menunjukkan video tersebut.
Awal pembicaraan antara mereka berdua dibuka soal Gubernur Riau Abdul Wahid.
Saat itulah, Khairani menyampaikan keinginan bertemu Gubri Abdul Wahid dan ingin menyampaikan sesuatu.
"Ani.. Ani tahun ini Ani udah tamat," kata Khairani.
"Ani pikir mau kuliah, tolong ya pak Ani mau biswa (beasiswa). Mau kuliah di Lancang Kuning," tambahnya dengan terbata-bata.
Kata-kata yang dikeluarkan Khairani memang sesekali perlu diperbaiki Marini. Sehingga jelas maksud dan tujuannya.
"Jadi mau bilang sama pak Wahid, Rani udah selesai zekokah dan Rani mau kuliah di Unilak? Gitu?" tanya Marini.
Khairani pun mengangguk membenarkan.
Sayang, malam itu, Gubri Abdul Wahid tidak bisa hadir. Sang gubernur diwakilkan Plt Kadisdik Riau Erisman Yahya.
"Pak Gubri ngak bisa hadir katanya. Diwakilkan pak Kadisdik," kata Marini pada Tribunpekanbaru.com, Rabu (28/5/2025).
Namun keinginannya untuk kuliah sudah ditindaklanjuti.
Sebab malam itu, hadir juga Rektor Unilak, Prof Junaidi.
"Pak Rektor Unilak dah ngomong sama Khairani. Katanya Khairani akan wawancara dulu. Kalau lulus (wawancara), bisa masuk kuliah," ujarnya.
Khairani bukan hanya sekedar kuliah. Namun ia ingin dapat beasiswa dari sang gubernur Riau.
"Kuliah di Unilak untuk anak-anak SLB bukan sesuatu yang baru. Karena di sana ada jurusan Pendidikan Khusus. Anak-anak kita banyak disana (Unilak). Mereka nerima dan ngasih beasiswa," kata Marini.
"Ada anak kita yang kuliah disana, sekarang lagi magang di Bank Riau," tambahnya.
Marini mengatakan Khairani bercita-cita ingin menjadi guru senam.
Karena senam membuat ia meraih banyak prestasi.
"Dia mau jadi guru senam Ritmik," ujarnya.
Memang senam ritmik lah yang membuat Khairani menonjol.
Bakatnya di senam ritmik terlihat kala ada perlombaan antar SLB se-Riau.
"Saat itu Khairani juara ditingkat propinsi. Oleh SOIna Riau dibina dan dikirim ke level nasional di Semarang, Jateng saat itu. Level nasional, dia juara juga," kata Abdurahman, guru SLB Negeri Pembina lainnya yang juga ikut membina Khairani.
SOIna sendiri merupakan organisasi yang membina atlet-atlet Tuna grahita.
Puncak prestasi Khairani terjadi kala ia mewakili Indonesia di ajang Internasional di Jerman. Ia meraih perak di Jerman.
"Bukan hanya Jerman. Kalau ngak salah, dia juga ke India," kata Abdurahman.
Dalam pendidkma formal di SLB Negeri Pembina, Abdurahman menyebut Khairani termasuk pintar untuk kategori sesama Tuna Grahita.
"Komunikasinya nyambung dibanding siswa lainnya yang sama," kata Abdurahman.
"Untuk kategori down syndrome dan tuna grahita, ia pintar," Marini menimpali.
Marini mengatakan Khairani juga taat ibadah. Ia rutin puasa pada Senin dan Kamis.
"Anaknya rajin puasa. Senin dan Kamis puasa," ucapnya.
Khairani pun menunggu tindaklanjut dari Unilak apakah ia bisa melanjutkan kuliah di kampus tersebut atau tidak.
Ia juga menunggu Gubri Abdul Wahid terkait beasiswa bila ia kuliah kelak.(***)
Sumber: Tribunpekanbaru
Komentar Anda :