Membumi Budaya Baca di Bumi Lancang Kuning, Dipersip Riau Buka Pendaftaran Duta Baca 2025, Berhadiah Rp12 Juta
Riau12.com-PEKANBARU – Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispersip) Provinsi Riau resmi membuka pendaftaran Pemilihan Duta Baca Provinsi Riau Tahun 2025. Pendaftaran dimulai Selasa (27/5/2025) hingga Jumat (14/6/2025). Program tahunan ini bertujuan menjaring generasi muda yang aktif dalam gerakan literasi dan memiliki visi membumikan budaya baca di Bumi Lancang Kuning.
"Pemilihan Duta Baca ini bukan sekadar ajang prestise, melainkan bagian dari strategi pembangunan literasi masyarakat yang berkelanjutan," ujar Kepala Dispersip Riau, Mimi Yuliani Nazir, saat dihubungi GoRiau.com.
Syarat dan Tahapan Seleksi Peserta harus memenuhi beberapa kriteria utama, yaitu:
1. Warga Negara Indonesia yang berdomisili di Provinsi Riau
2. Berusia antara 18 hingga 35 tahun
3. Aktif dalam kegiatan literasi
4. Belum pernah menjabat sebagai Duta Baca di tingkat provinsi maupun daerah lain
Peserta wajib mengunggah dokumen pendaftaran berupa formulir, KTP, foto formal dan nonformal, curriculum vitae (CV), serta esai yang berisi visi, misi, konsep program kerja, dan strategi kolaborasi serta inovasi apabila terpilih.
"Esai itu penting. Kami ingin melihat sejauh mana pemahaman peserta terhadap tantangan literasi di Riau, dan bagaimana mereka menawarkan solusi," jelas Mimi.
Pendaftaran dapat dilakukan melalui tautan bit.ly/dutabacariau2025 atau memindai kode QR yang tersedia di publikasi resmi Dispersip.
Lini Masa Pemilihan 1. 27 Mei–14 Juni: Pendaftaran peserta
2. 17 Juni: Pengumuman seleksi administrasi
3. 19 Juni: Ujian tertulis
4. 20 Juni: Pengumuman finalis
5. 30 Juni: Presentasi, wawancara, dan pengumuman pemenang
Para finalis akan dinilai oleh dewan juri yang berasal dari kalangan akademisi, pegiat literasi, dan tokoh masyarakat.
Total Hadiah Rp12 Juta dan Piagam Penghargaan Pemenang Duta Baca akan menerima hadiah uang tunai senilai total Rp12 juta, piala, dan piagam penghargaan. Seluruh finalis juga akan diberikan piagam sebagai bentuk apresiasi terhadap kontribusi mereka dalam pengembangan literasi di Riau.
"Yang kami cari bukan hanya sosok yang pintar berbicara, tapi yang mampu bertindak nyata. Turun ke sekolah, komunitas, hingga ke pelosok membawa semangat membaca ke mana pun mereka pergi," tegas Mimi.
Ia menyampaikan bahwa peran Duta Baca kini menjadi penggerak utama kampanye literasi. Duta Baca Riau sebelumnya aktif menggelar kegiatan di sekolah, pelatihan menulis kreatif, hingga mendirikan taman baca berbasis komunitas.
"Perubahan sosial bisa dimulai dari satu buku, satu pembaca, dan satu penggerak. Itulah Duta Baca yang kami harapkan," tutupnya. (***)
Sumber: Goriau
Komentar Anda :