Gubri Wahid Sigap Perkuat Antisipasi Karhutla Lewat TMC dan Edukasi, Dapat Apresiasi dari Menteri LH
Sabtu, 10-05-2025 - 15:58:22 WIB
Riau12.com-PEKANBARU — Gubernur Riau, Abdul Wahid, kembali menegaskan bahwa Provinsi Riau telah menetapkan status siaga darurat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) sebagai langkah antisipatif menghadapi musim kemarau yang rawan bencana.
Pernyataan tersebut disampaikan saat menghadiri acara Konsolidasi Kesiapsiagaan Personel dan Peralatan Pengendalian Karhutla untuk wilayah Riau dan Sumatera Barat.
Gubernur Wahid menjelaskan bahwa pihaknya telah bekerja sama dengan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) serta Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dalam pelaksanaan teknologi modifikasi cuaca (TMC) melalui penyemaian garam di wilayah rawan karhutla. “Ini adalah bentuk pencegahan, karena mencegah tentu jauh lebih baik daripada menanggulangi,†tegas Wahid.
Kegiatan tersebut juga dihadiri oleh perwakilan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Republik Indonesia, Hanif Faisal, serta sejumlah tokoh dunia usaha, termasuk Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) yang memaparkan strategi penanganan karhutla sektor swasta.
Gubri Abdul Wahid menyebut bahwa konsolidasi ini merupakan bagian dari strategi menyeluruh dalam mengurangi risiko bencana, tidak hanya dari aspek teknis namun juga edukatif. Sejumlah kegiatan seperti Fun Run se-Riau dan Jambore Karhutla telah digelar untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap bahaya kebakaran hutan.
Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan sektor usaha dalam pengendalian karhutla. “Dunia usaha harus tertib dan tidak menjadi pemicu kebakaran. Bagi yang belum paham, akan kami arahkan secara persuasif dan profesional,†ujar Wahid.
Menteri LHK Hanif Faisal memberikan apresiasi terhadap langkah sigap yang diambil oleh Pemprov Riau. Ia menekankan bahwa Riau merupakan wilayah prioritas nasional dalam penanganan karhutla karena tingginya potensi kebakaran di lahan gambut serta dampak asap lintas negara.
"Kalau kebakaran di Riau tidak tertangani, asapnya bisa sampai ke Malaysia dan Singapura. Maka itu, perhatian khusus memang diberikan. Kita minta juga pak Gubernur mengajak perusahaan-perusahaan untuk terlibat dalam pengendalian Karhutla,†ujarnya.(***)
Sumber: Cakaplah
Komentar Anda :