www.riau12.com
Sabtu, 22-08-2026 | Jam Digital
20:52 WIB - Penutupan MTABS SMA Islam Al Azhar 24 Cigombong Meriah, Tokoh Agama hingga Aparat Hadir | 17:34 WIB - Bunda Literasi Kampar Luncurkan Buku Candi Muara Takus, Anak Diajak Cinta Sejarah Sejak Dini | 17:08 WIB - Rapat Banggar DPRD Riau Diwarnai Ketegangan, Adu Argumentasi Dua Legislator Berujung Skorsing | 16:49 WIB - Workshop BRK Syariah Bekali UMKM Kelola Keuangan Digital, Akses Pembiayaan Makin Mudah | 16:36 WIB - DPRD Pekanbaru Usul Pendataan Anak Putus Sekolah Diperkuat dengan Peran RT/RW | 15:45 WIB - Diduga Standing Motor di Jembatan, Pemuda Kampar Ditemukan Tewas di Sungai usai Hilang 3 Hari
 
Temui Bappenas Bersama Kepala Daerah Se-Riau, Gubri Wahid Dorong Pemindahan Bandara Hingga Pengentasan Kemiskinan
Selasa, 06-05-2025 - 09:01:39 WIB

TERKAIT:
   
 

Riau12.com-JAKARTA – Gubernur Riau (Gubri), Abdul Wahid bersama seluruh bupati dan walikota se-Provinsi Riau melakukan kunjungan kerja ke Kantor Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) di Jakarta, Senin (5/5/2025).

Kunjungan ini menjadi langkah strategis memperkuat sinergi antara pemerintah daerah dan pusat dalam mendorong pembangunan berkelanjutan di Bumi Lancang Kuning.

Dalam pertemuan tersebut, Gubernur Wahid menyampaikan sejumlah usulan pembangunan prioritas, mulai dari perbaikan infrastruktur, pengelolaan lahan sawit ilegal, hingga rencana pemindahan Bandara Sultan Syarif Kasim (SSK) II ke luar kota Pekanbaru.

"Jalan-jalan rusak di Riau sebagian besar akibat truk Over Dimension Over Loading (ODOL), terutama dari industri sawit ilegal. Dari 4 juta hektare lahan sawit, hanya 1,2 juta yang berizin. Maka ini butuh intervensi pusat, karena kami tidak memiliki kewenangan penuh,” jelas Wahid.

Terkait Bandara SSK II, Wahid menilai lokasi saat ini sudah tidak relevan dengan perkembangan kota. Ia mengusulkan pemindahan bandara ke luar kota demi menunjang pertumbuhan jangka panjang.

“Bandara sekarang sudah di tengah kota dan sulit dikembangkan. Kami butuh dukungan pusat agar bisa direlokasi ke kawasan yang lebih strategis,” ujarnya.

Selain itu, Wahid juga mengusulkan penggabungan Kawasan Industri Tenayan (Pekanbaru) dan Kawasan Ekonomi Siak Hulu (Kampar) menjadi kawasan industri terintegrasi. Ia menilai kawasan ini sudah didukung infrastruktur memadai seperti exit tol Pekanbaru–Rengat dan Pekanbaru–Dumai.

“Kawasan ini punya potensi besar, tinggal dimaksimalkan agar bisa menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru di Riau,” katanya.

Gubernur Wahid turut menyoroti potensi kelapa di wilayah pesisir seperti Indragiri Hilir, Pelalawan, dan Kepulauan Meranti. Ia mengusulkan pembentukan balai benih kelapa yang tahan terhadap intrusi air laut dan menjadikan Riau sebagai pilot project pengembangan bibit unggul nasional.

“Kalau kelapa terendam air laut satu hari saja bisa mati. Kita butuh varietas tahan genangan hingga seminggu. Ini penting untuk ketahanan ekonomi masyarakat pesisir,” jelasnya.

Isu kemiskinan ekstrem juga menjadi perhatian utama dalam pertemuan tersebut. Wahid menyebut Kabupaten Kepulauan Meranti sebagai wilayah dengan tingkat kemiskinan ekstrem tertinggi di Riau karena keterbatasan akses ekonomi akibat kondisi geografis dan regulasi lahan gambut.

“Hampir 90 persen wilayah Meranti itu gambut, sehingga masyarakat kesulitan menjaminkan aset. Ini problem struktural. Kami berharap ada tim bersama antara Bappenas dan Pemprov Riau untuk menuntaskan kemiskinan ekstrem,” harapnya.

Gubernur juga menyinggung program makan bergizi gratis (MBG) dari pemerintah pusat yang masih terkendala jarak antar sekolah di wilayah pedesaan. Ia menyarankan optimalisasi kantin sekolah sebagai solusi cepat dan efisien.

“Di Riau hampir semua sekolah punya kantin. Kalau distandarisasi, bisa langsung dimanfaatkan untuk program MBG tanpa menambah beban distribusi,” usulnya.

Lebih lanjut, Wahid berharap beberapa program pembangunan di Riau bisa dimasukkan ke dalam daftar Proyek Strategis Nasional (PSN), termasuk solusi legal bagi kebun ilegal di kawasan hutan dengan skema retribusi.

“Ini aspirasi kami bersama kepala daerah se-Riau. Jika dikelola dengan regulasi yang jelas, kebun ilegal bisa memberikan manfaat nyata untuk daerah,” tambahnya.

Menanggapi berbagai usulan tersebut, Menteri Bappenas Rachmat Pambudi menegaskan bahwa pembangunan daerah merupakan fondasi utama kesuksesan pembangunan nasional. Ia menyambut baik semangat kolaborasi dari Provinsi Riau.

“Tidak akan ada pembangunan nasional yang sukses tanpa pembangunan daerah yang berhasil. Mari kita saling bantu. Kita ingin tidak ada lagi kemiskinan ekstrem dari Aceh sampai Papua, termasuk di Riau,” kata Rachmat.

Pertemuan ini diharapkan menjadi titik tolak sinergi lintas pemerintahan dalam menjawab tantangan dan mempercepat pembangunan di Riau, demi masa depan yang lebih inklusif dan berkelanjutan. (***)

Sumber: Halloriau



 
Berita Lainnya :
  • Temui Bappenas Bersama Kepala Daerah Se-Riau, Gubri Wahid Dorong Pemindahan Bandara Hingga Pengentasan Kemiskinan
  •  
    Komentar Anda :

     
     
     
     
    TERPOPULER
    1 Anak SMA ini Mengaku Dengan "OM" atau "Pacar" Sama Enaknya, Simak Pengakuannya
    2 Azharisman Rozie Lolos Tujuh Besar Seleksi Sekdaprov Riau, 12 Orang Gugur
    3 Tingkatkan Pelayanan dan Tanggap dengan pengaduan masyarakat
    Lusa, Camat Bukit Raya Lauching Forum Diskusi Online
    4 Pemko Pekanbaru Berlakukan Syarat Jadi Ketua RT dan RW Wajib Bisa Operasikan Android
    5 Lima Negara Ini Di cap memiliki Tingkat Seks Bebas Tertinggi
    6 Inilah Pengakuan Istri yang Rela Digarap 2 Sahabat Suaminya
    7 Astagfirullah, Siswi Di Tanggerang Melahirkan Di Tengah Kebun Dan Masih Memakai Seragam
    8 Selingkuh, Oknum PNS Pemprov Riau Dipolisikan Sang Istri
    9 Langkah Cepat Antisipasi Banjir, PU Bina Marga Pekanbaru Lakukan Peremajaan Parit-parit
    10 Dosen Akper Mesum Dengan Mahasiswinya di Kerinci Terancam Dipecat
     
    Pekanbaru Rohil Opini
    Redaksi Disclaimer Pedoman Tentang Kami Info Iklan
    © 2015-2022 PT. Alfagaba Media Group, All Rights Reserved