www.riau12.com
Sabtu, 22-08-2026 | Jam Digital
20:52 WIB - Penutupan MTABS SMA Islam Al Azhar 24 Cigombong Meriah, Tokoh Agama hingga Aparat Hadir | 17:34 WIB - Bunda Literasi Kampar Luncurkan Buku Candi Muara Takus, Anak Diajak Cinta Sejarah Sejak Dini | 17:08 WIB - Rapat Banggar DPRD Riau Diwarnai Ketegangan, Adu Argumentasi Dua Legislator Berujung Skorsing | 16:49 WIB - Workshop BRK Syariah Bekali UMKM Kelola Keuangan Digital, Akses Pembiayaan Makin Mudah | 16:36 WIB - DPRD Pekanbaru Usul Pendataan Anak Putus Sekolah Diperkuat dengan Peran RT/RW | 15:45 WIB - Diduga Standing Motor di Jembatan, Pemuda Kampar Ditemukan Tewas di Sungai usai Hilang 3 Hari
 
Limbah Cair PKS Bukan Limbah Tapi Aset, GAPKI Riau Dorong Pemanfaatan Berkelanjutan
Kamis, 01-05-2025 - 09:49:25 WIB

TERKAIT:
   
 

Riau12.com-PEKANBARU - GAPKI Cabang Riau menyelenggarakan pelatihan bertajuk Sustainability Training, Teknik Pengelolaan dan Pemanfaatan LCPKS secara Optimal dan Berkelanjutan, berlangsung di The Zuri Hotel Pekanbaru, Komplek Transmart, Jalan Soekarno-Hatta, Selasa (29/4/2025).

Pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan kapasitas para pelaku industri sawit dalam mengelola limbah cair pabrik kelapa sawit (LCPKS) secara lebih optimal dan ramah lingkungan.

Acara dibuka dengan sambutan dari Ketua GAPKI Riau, Lichwan Hartono, yang diwakilkan oleh Sekretaris GAPKI Riau, Dede Putra Kurniawan. Dalam sambutannya, ia menekankan pentingnya pengelolaan limbah yang tidak hanya berorientasi pada mitigasi dampak lingkungan, tetapi juga menjadikan limbah sebagai sumber daya baru yang bernilai ekonomi.

Salah satu narasumber utama dalam kegiatan ini adalah Prof Dr Ir Yanto Santosa, DEA, perwakilan dari Pusaka Kalam (Pusat Kajian, Advokasi, dan Konservasi Alam). Ia mengungkapkan apresiasi atas kerja sama yang telah terjalin antara GAPKI dengan Pusaka Kalam sejak tiga bulan terakhir. 

"Sekitar 3 atau 4 bulan lalu, kami dihubungi oleh GAPKI Pusat yang menyampaikan kekhawatiran bahwa LCPKS dikhawatirkan tidak dapat lagi digunakan," ungkapnya.

Menurut Prof. Yanto, tim pakar kemudian melakukan serangkaian kajian untuk mengkaji potensi LCPKS. Hasilnya, LCPKS bukanlah limbah berbahaya, melainkan material yang memiliki nilai tinggi sebagai sumber energi terbarukan, pupuk, nutrisi tanah, bahkan pakan ternak. "Di dunia penerbangan, bahkan ada bagian dari LCPKS yang berpotensi menjadi bahan bakar avtur," tambahnya.

Ia juga menyebutkan bahwa Indonesia menghasilkan sekitar 70 juta ton LCPKS setiap tahunnya. "Secara fisik mungkin bentuknya menjijikkan, tapi ini sumber ekonomi luar biasa. Bahkan pakar ekonomi menyebutkan, jika dimanfaatkan secara optimal, bisa mendorong pertumbuhan ekonomi nasional hingga 8 persen," kata Prof. Yanto.

Pelatihan ini dimoderatori oleh Santorbi, Ketua Kompartemen Sustainability GAPKI Cabang Riau. Ia memandu jalannya diskusi dengan para narasumber yang ahli di bidangnya, sehingga peserta dapat menggali informasi dan strategi praktis terkait pemanfaatan LCPKS.

Materi pertama disampaikan oleh Prof. Dr Ing Ir Suprihatin yang membahas karakteristik LCPKS dan pengaruhnya terhadap lingkungan. Ia menjelaskan bahwa LCPKS mengandung unsur hara tinggi namun perlu perlakuan teknis tertentu agar tidak menimbulkan dampak negatif terhadap kualitas air dan tanah.

Selanjutnya, Prof Suprihatin kembali membawakan materi mengenai prinsip dan teknik pengelolaan LCPKS secara optimal dan berkelanjutan. Ia menekankan pendekatan teknologi dan ekosistem dalam praktik pengelolaan limbah, agar dapat menciptakan nilai ekonomi sekaligus melindungi lingkungan.

Kemudian Dr Ir Basuki Sumawinata, MAgr dengan fokus pada teknik pemanfaatan LCPKS dalam aplikasi lahan. Ia menunjukkan bagaimana LCPKS yang sudah melalui proses pengolahan bisa menjadi bahan penyubur tanah, khususnya untuk lahan marginal.

Sedangkan Dr Basuki menyampaikan materi kelima tentang pemanfaatan LCPKS sebagai bahan baku biogas atau listrik. Menurutnya, sektor energi berbasis limbah merupakan peluang besar yang belum tergarap maksimal di Indonesia.

Kemudian Dr Idung Risdiyanto, MSc yang mengulas instrumen pengawasan dan teknik pengukuran dalam pengelolaan LCPKS. Ia menekankan perlunya standar monitoring dan sistem digitalisasi data untuk memastikan proses pemanfaatan LCPKS berlangsung efisien dan aman. (***)

Sumber: Tribunpekanbaru



 
Berita Lainnya :
  • Limbah Cair PKS Bukan Limbah Tapi Aset, GAPKI Riau Dorong Pemanfaatan Berkelanjutan
  •  
    Komentar Anda :

     
     
     
     
    TERPOPULER
    1 Anak SMA ini Mengaku Dengan "OM" atau "Pacar" Sama Enaknya, Simak Pengakuannya
    2 Azharisman Rozie Lolos Tujuh Besar Seleksi Sekdaprov Riau, 12 Orang Gugur
    3 Tingkatkan Pelayanan dan Tanggap dengan pengaduan masyarakat
    Lusa, Camat Bukit Raya Lauching Forum Diskusi Online
    4 Pemko Pekanbaru Berlakukan Syarat Jadi Ketua RT dan RW Wajib Bisa Operasikan Android
    5 Lima Negara Ini Di cap memiliki Tingkat Seks Bebas Tertinggi
    6 Inilah Pengakuan Istri yang Rela Digarap 2 Sahabat Suaminya
    7 Astagfirullah, Siswi Di Tanggerang Melahirkan Di Tengah Kebun Dan Masih Memakai Seragam
    8 Selingkuh, Oknum PNS Pemprov Riau Dipolisikan Sang Istri
    9 Langkah Cepat Antisipasi Banjir, PU Bina Marga Pekanbaru Lakukan Peremajaan Parit-parit
    10 Dosen Akper Mesum Dengan Mahasiswinya di Kerinci Terancam Dipecat
     
    Pekanbaru Rohil Opini
    Redaksi Disclaimer Pedoman Tentang Kami Info Iklan
    © 2015-2022 PT. Alfagaba Media Group, All Rights Reserved