www.riau12.com
Sabtu, 22-08-2026 | Jam Digital
20:52 WIB - Penutupan MTABS SMA Islam Al Azhar 24 Cigombong Meriah, Tokoh Agama hingga Aparat Hadir | 17:34 WIB - Bunda Literasi Kampar Luncurkan Buku Candi Muara Takus, Anak Diajak Cinta Sejarah Sejak Dini | 17:08 WIB - Rapat Banggar DPRD Riau Diwarnai Ketegangan, Adu Argumentasi Dua Legislator Berujung Skorsing | 16:49 WIB - Workshop BRK Syariah Bekali UMKM Kelola Keuangan Digital, Akses Pembiayaan Makin Mudah | 16:36 WIB - DPRD Pekanbaru Usul Pendataan Anak Putus Sekolah Diperkuat dengan Peran RT/RW | 15:45 WIB - Diduga Standing Motor di Jembatan, Pemuda Kampar Ditemukan Tewas di Sungai usai Hilang 3 Hari
 
Dorong Perusahaan Turut Bertanggung Jawab, DPRD Riau Sebut Perbaikan Jalan Rusak di Riau Butuh Anggaran Rp22 Triliun
Selasa, 29-04-2025 - 10:54:10 WIB

TERKAIT:
   
 

Riau12.com-PEKANBARU - Kerusakan parah pada jalan-jalan provinsi di Riau dinilai membutuhkan dana besar untuk perbaikannya.

Anggota DPRD Riau dari Fraksi Gerindra, Edi Basri, menyebut total anggaran yang dibutuhkan mencapai Rp22 triliun.

"Kalau setiap tahun hanya dianggarkan Rp1 triliun, butuh waktu 22 tahun untuk memperbaiki seluruh ruas jalan di Riau. Ini angka yang sangat besar," ujar Edi Basri dalam keterangan resminya, Senin (28/4/2025).

Melihat besarnya kebutuhan tersebut, Komisi III DPRD Riau menggagas kerja sama dengan seluruh perusahaan yang beroperasi di Riau untuk ikut serta memperbaiki jalan.

Edi menyatakan, sebagian besar kerusakan jalan disebabkan oleh aktivitas kendaraan berat milik perusahaan.

"Yang paling banyak menggunakan jalan ini adalah truk-truk mereka. Sudah seharusnya mereka ikut menanggung biaya perbaikannya, bukan hanya mengandalkan anggaran daerah," jelasnya.

Menurut rencana, mulai Mei 2025, DPRD Riau akan memanggil satu per satu perusahaan besar, seperti PTPN V, Surya Dumai, RAPP, perusahaan sawit, kayu, hingga tambang batu bara, untuk diminta komitmennya terhadap inisiatif ini.

Edi menjelaskan bahwa dalam nota kesepahaman (MoU) yang akan disusun, akan dimuat beberapa poin penting, termasuk pengaturan ulang kendaraan berplat luar Riau dan pembatasan kendaraan yang melebihi kapasitas muatan.

Selain itu, perusahaan akan diminta menyisihkan dana khusus untuk perbaikan jalan yang rusak, terpisah dari kewajiban pajak dan program CSR mereka.

"Pajak dan CSR tidak bisa digunakan sebagai alasan untuk menghindari tanggung jawab ini. CSR itu untuk masyarakat, dan pajak sudah ada aturannya. Yang kami tuntut adalah pertanggungjawaban terhadap kerusakan jalan akibat kendaraan mereka," jelas Edi.

Ia juga menambahkan, saat ini keuangan daerah sedang mengalami defisit.

Dengan adanya partisipasi perusahaan dalam perbaikan jalan, diharapkan bisa membantu mengurangi beban anggaran daerah, yang tahun ini hanya mampu mengalokasikan Rp800 miliar untuk perbaikan infrastruktur. (***)

Sumber: Tribunpekanbaru



 
Berita Lainnya :
  • Dorong Perusahaan Turut Bertanggung Jawab, DPRD Riau Sebut Perbaikan Jalan Rusak di Riau Butuh Anggaran Rp22 Triliun
  •  
    Komentar Anda :

     
     
     
     
    TERPOPULER
    1 Anak SMA ini Mengaku Dengan "OM" atau "Pacar" Sama Enaknya, Simak Pengakuannya
    2 Azharisman Rozie Lolos Tujuh Besar Seleksi Sekdaprov Riau, 12 Orang Gugur
    3 Tingkatkan Pelayanan dan Tanggap dengan pengaduan masyarakat
    Lusa, Camat Bukit Raya Lauching Forum Diskusi Online
    4 Pemko Pekanbaru Berlakukan Syarat Jadi Ketua RT dan RW Wajib Bisa Operasikan Android
    5 Lima Negara Ini Di cap memiliki Tingkat Seks Bebas Tertinggi
    6 Inilah Pengakuan Istri yang Rela Digarap 2 Sahabat Suaminya
    7 Astagfirullah, Siswi Di Tanggerang Melahirkan Di Tengah Kebun Dan Masih Memakai Seragam
    8 Selingkuh, Oknum PNS Pemprov Riau Dipolisikan Sang Istri
    9 Langkah Cepat Antisipasi Banjir, PU Bina Marga Pekanbaru Lakukan Peremajaan Parit-parit
    10 Dosen Akper Mesum Dengan Mahasiswinya di Kerinci Terancam Dipecat
     
    Pekanbaru Rohil Opini
    Redaksi Disclaimer Pedoman Tentang Kami Info Iklan
    © 2015-2022 PT. Alfagaba Media Group, All Rights Reserved