Benahi Industri Kelapa di Riau, Gubri Wahid Bentuk Dua Tim Khusus
Selasa, 29-04-2025 - 08:59:35 WIB
Riau12.com-PEKANBARU – Gubernur Riau, Abdul Wahid, menyiapkan langkah besar untuk membenahi industri kelapa di Provinsi Riau. Dalam rapat koordinasi di Kantor Gubernur, Senin (28/4/2025), Wahid mengumumkan pembentukan dua tim khusus, yaitu tim tata kelola dan tim tata niaga perkebunan kelapa.
"Kelapa-kelapa kita sudah berumur 35 sampai 40 tahun. Sangat wajar produksinya menurun," ujar Wahid di hadapan awak media. Dengan usia pohon yang mendekati akhir masa produktif, pemerintah daerah mendorong program replanting atau penanaman kembali secara besar-besaran.
Namun, Wahid menyadari bahwa replanting bukan proses yang instan. Diperlukan waktu dua hingga tiga tahun sebelum kelapa baru mulai berbunga. "Di sela waktu itu, kita harus bantu petani, supaya mereka tahu apa yang bisa dibuat dari pohon yang ditebang," katanya.
Wahid menawarkan ide pemanfaatan batang kelapa tua untuk industri furniture. Pemanfaatan ini diharapkan dapat menjadi sumber penghasilan alternatif bagi petani selama masa tunggu kelapa baru berproduksi.
Tidak hanya fokus pada peremajaan tanaman, Wahid juga memperhatikan tata niaga kelapa. Ia menginstruksikan pembentukan tim khusus yang bertugas mengatur harga, insentif bagi petani, hingga skema ketenagakerjaan dalam industri kelapa. "Pemerintah akan menjadi regulator. Kita pastikan industri tetap berjalan, dan masyarakat tetap bekerja," jelasnya.
Dalam program replanting, Wahid menekankan pentingnya penggunaan bibit unggul yang tahan terhadap kondisi geografis Riau yang rawan banjir rob. "Cari bibit yang tahan air asin. Jadi kalau tanggul jebol, pohon kelapanya tetap hidup," urainya.
Langkah ini menjadi bagian dari strategi jangka panjang Pemerintah Provinsi Riau untuk memperkuat kembali posisinya sebagai salah satu daerah penghasil kelapa utama nasional. Dengan populasi tanaman tua dan penurunan produktivitas, program replanting dinilai menjadi jalan yang tidak bisa dihindari. (***)
Sumber: Goriau
Komentar Anda :