Kukuhkan Bunda PAUD dan Bunda Literasi Riau, Henny Sasmita Wahid: Ini Bukan Hanya Seremoni, Ini Tanggu Jawab Nyata
Kamis, 24-04-2025 - 15:58:29 WIB
Riau12.com-PEKANBARU – Jabatan Bunda PAUD dan Bunda Literasi bukan sekadar gelar seremonial. Hal ini ditegaskan Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Riau, Henny Sasmita Wahid, saat mengukuhkan Bunda PAUD dan Bunda Literasi dari seluruh kabupaten/kota se-Provinsi Riau di Gedung Daerah Balai Serindit, Kamis (23/4/2025).
Henny menyebut amanah tersebut lahir dari kecintaan terhadap bangsa dan menjadi bentuk pengabdian tanpa pamrih dalam membangun pondasi pendidikan anak sejak usia dini. "Saya yakin ibu-ibu yang hadir, sebagai istri kepala daerah, mampu menjalankan tugas mulia ini dengan sepenuh hati," ucapnya.
Menurutnya, peran Bunda PAUD dan Literasi sangat strategis dalam membentuk karakter generasi muda dan membangun budaya literasi sejak dini. Ia meminta agar seluruh bunda yang telah dikukuhkan menjadi motor penggerak di daerahnya masing-masing.
“Ini bukan hanya seremoni. Ini tanggung jawab nyata. Dibutuhkan sinergi dan komitmen panjang dari semua pihak, mulai dari pemerintah daerah, PKK, Posyandu, hingga Dekranasda,†ujar Henny.
Ia juga mengimbau organisasi perangkat daerah (OPD) untuk mendukung langkah para Bunda PAUD dan Literasi, khususnya dalam aspek penganggaran dan penyusunan program agar mereka tidak bergerak sendiri.
Sementara itu, Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Riau, Mimi Yuliani Nazir, menyebut keberadaan Bunda PAUD sangat penting dalam memperkuat layanan pendidikan anak usia dini secara holistik dan terintegrasi.
“Peran Bunda PAUD dan Literasi sangat strategis dalam membentuk budaya baca di kalangan anak sejak usia dini. Mereka bisa menjadi inspirasi yang menggerakkan masyarakat mencintai buku dan perpustakaan,†jelasnya.
Mimi menekankan bahwa upaya memperkuat PAUD dan literasi harus melibatkan seluruh pemangku kepentingan. Keduanya dinilai berperan langsung terhadap peningkatan kualitas sumber daya manusia di Provinsi Riau.
“Kolaborasi adalah kunci. Jika semua pihak bergerak bersama, maka ekosistem literasi dan pendidikan anak usia dini di Riau bisa tumbuh lebih inklusif dan berkelanjutan,†paparnya.
Henny menutup pidatonya dengan ajakan untuk menjadikan pengukuhan ini sebagai titik awal perubahan, bukan sekadar kegiatan formal. “Mari kita bergandeng tangan, berkolaborasi, dan membawa semangat perubahan demi masa depan anak-anak kita di Bumi Lancang Kuning,†tutupnya.(***)
Sumber: Goriau
Komentar Anda :