www.riau12.com
Sabtu, 22-08-2026 | Jam Digital
20:52 WIB - Penutupan MTABS SMA Islam Al Azhar 24 Cigombong Meriah, Tokoh Agama hingga Aparat Hadir | 17:34 WIB - Bunda Literasi Kampar Luncurkan Buku Candi Muara Takus, Anak Diajak Cinta Sejarah Sejak Dini | 17:08 WIB - Rapat Banggar DPRD Riau Diwarnai Ketegangan, Adu Argumentasi Dua Legislator Berujung Skorsing | 16:49 WIB - Workshop BRK Syariah Bekali UMKM Kelola Keuangan Digital, Akses Pembiayaan Makin Mudah | 16:36 WIB - DPRD Pekanbaru Usul Pendataan Anak Putus Sekolah Diperkuat dengan Peran RT/RW | 15:45 WIB - Diduga Standing Motor di Jembatan, Pemuda Kampar Ditemukan Tewas di Sungai usai Hilang 3 Hari
 
Anak Muda Riau Desak Pensiunkan PLTU Tenayan Raya Pekanbaru, Kritik Transisi Energi Palsu
Rabu, 23-04-2025 - 15:45:16 WIB

TERKAIT:
   
 

Riau12.com-PEKANBARU – Bertepatan dengan Hari Bumi, Senin (22/4/2025), gerakan koalisi anak muda Riau menggelar aksi damai di sekitar PLTU Tenayan Raya, Kota Pekanbaru. Mereka mendesak agar pembangkit listrik tenaga uap berbasis batubara tersebut segera dipensiunkan demi transisi energi yang bersih dan berkeadilan.

Aksi ini diikuti oleh perwakilan berbagai organisasi seperti Mahasiswa Pecinta Alam Riau, LBH Pekanbaru, WALHI Riau, dan elemen masyarakat sipil lainnya. Mereka datang dengan menaiki perahu, membawa spanduk bertuliskan "Tolak Warisan Energi Kotor PLTU" dan “Orang Muda Jangan Cuma Velocity, Ayo Jaga Bumi, Wujudkan Transisi Energi”.

Aksi berlangsung damai dengan pembacaan tuntutan dan edukasi publik mengenai bahaya energi fosil. Namun, pihak PLTU mengirim beberapa satuan pengamanan ke lokasi untuk mengarahkan peserta aksi agar berdialog dengan Humas PLTU.

Eko Yunanda, perwakilan WALHI Riau, menjelaskan bahwa aksi ini bertujuan menekan pemerintah daerah dan pengelola PLTU agar segera melakukan langkah konkret dalam transisi energi. "Pembakaran batubara di PLTU menyebabkan polusi yang berdampak pada masyarakat. Batubara yang digunakan pun berasal dari wilayah konflik. Kami menuntut PLTU ini dipensiunkan lebih awal," ujarnya.

Menurut Eko, Pemerintah Provinsi Riau juga perlu segera mengevaluasi Rencana Umum Energi Daerah (RUED) yang dinilai tidak ambisius. “Saat ini, RUED Riau masih sangat bergantung pada energi fosil. Pada 2025, bauran energi dari minyak bumi, gas, dan batubara masih 69%. Bahkan hingga 2050, angkanya masih 54%,” jelasnya.

Ia menambahkan bahwa rencana transisi seperti pemanfaatan biomassa sawit (ecofiring) justru berpotensi menimbulkan masalah baru. "Jika kebutuhan energi meningkat, maka bahan bakunya juga akan dieksploitasi. Ini bisa memicu deforestasi, konflik lahan, dan kerusakan hutan," tegasnya.

Putri, relawan WALHI Riau, menyebut PLTU Tenayan Raya sebagai simbol kegagalan transisi energi di Riau. “Polusinya mencemari Sungai Siak dan merampas hak warga atas lingkungan sehat,” ungkapnya.

Sungai Siak, tempat aksi digelar, dipilih karena merupakan jalur angkut batubara menuju PLTU. Menurut aktivis, limbah seperti Bottom Ash dan Fly Ash (FABA) dari PLTU kerap mencemari air dan mengganggu kesehatan warga serta ekosistem sungai.

Sabila dari WANAPALHI USTI turut menyoroti bahaya transisi energi palsu seperti PLTBm dan PLTSa. “Pendekatan ini hanya memperkuat ketergantungan pada industri sawit dan meningkatkan emisi dari sektor FOLU,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa transisi energi bukan sekadar mengganti sumber listrik, tapi juga memastikan seluruh prosesnya bersih, adil, dan melibatkan partisipasi masyarakat. “Transisi yang adil adalah transisi yang tidak mengorbankan masyarakat dan lingkungan,” pungkasnya. (***)

Sumber: Goriau



 
Berita Lainnya :
  • Anak Muda Riau Desak Pensiunkan PLTU Tenayan Raya Pekanbaru, Kritik Transisi Energi Palsu
  •  
    Komentar Anda :

     
     
     
     
    TERPOPULER
    1 Anak SMA ini Mengaku Dengan "OM" atau "Pacar" Sama Enaknya, Simak Pengakuannya
    2 Azharisman Rozie Lolos Tujuh Besar Seleksi Sekdaprov Riau, 12 Orang Gugur
    3 Tingkatkan Pelayanan dan Tanggap dengan pengaduan masyarakat
    Lusa, Camat Bukit Raya Lauching Forum Diskusi Online
    4 Pemko Pekanbaru Berlakukan Syarat Jadi Ketua RT dan RW Wajib Bisa Operasikan Android
    5 Lima Negara Ini Di cap memiliki Tingkat Seks Bebas Tertinggi
    6 Inilah Pengakuan Istri yang Rela Digarap 2 Sahabat Suaminya
    7 Astagfirullah, Siswi Di Tanggerang Melahirkan Di Tengah Kebun Dan Masih Memakai Seragam
    8 Selingkuh, Oknum PNS Pemprov Riau Dipolisikan Sang Istri
    9 Langkah Cepat Antisipasi Banjir, PU Bina Marga Pekanbaru Lakukan Peremajaan Parit-parit
    10 Dosen Akper Mesum Dengan Mahasiswinya di Kerinci Terancam Dipecat
     
    Pekanbaru Rohil Opini
    Redaksi Disclaimer Pedoman Tentang Kami Info Iklan
    © 2015-2022 PT. Alfagaba Media Group, All Rights Reserved