www.riau12.com
Sabtu, 22-08-2026 | Jam Digital
20:52 WIB - Penutupan MTABS SMA Islam Al Azhar 24 Cigombong Meriah, Tokoh Agama hingga Aparat Hadir | 17:34 WIB - Bunda Literasi Kampar Luncurkan Buku Candi Muara Takus, Anak Diajak Cinta Sejarah Sejak Dini | 17:08 WIB - Rapat Banggar DPRD Riau Diwarnai Ketegangan, Adu Argumentasi Dua Legislator Berujung Skorsing | 16:49 WIB - Workshop BRK Syariah Bekali UMKM Kelola Keuangan Digital, Akses Pembiayaan Makin Mudah | 16:36 WIB - DPRD Pekanbaru Usul Pendataan Anak Putus Sekolah Diperkuat dengan Peran RT/RW | 15:45 WIB - Diduga Standing Motor di Jembatan, Pemuda Kampar Ditemukan Tewas di Sungai usai Hilang 3 Hari
 
Riau Dalam Cengkraman Panas Membara, Hingga Pertengahan April 2025 78,06 Hektar Lahan Terbakar di Riau
Selasa, 22-04-2025 - 08:39:00 WIB

TERKAIT:
   
 

Riau12.com-PEKANBARU – Cuaca panas yang mulai terasa di sejumlah wilayah Riau membawa tantangan besar, terutama terkait potensi kebakaran hutan dan lahan (Karhutla). Hingga pertengahan April 2025, luas lahan yang terbakar tercatat mencapai 78,06 hektare, tersebar di delapan kabupaten dan kota.

Berdasarkan data dari BPBD Provinsi Riau, Kabupaten Bengkalis tercatat sebagai wilayah dengan dampak kebakaran terparah, dengan total 31,20 hektare lahan yang terbakar. Disusul oleh Dumai (16,03 ha), Pelalawan (11,50 ha), dan Siak (7,90 ha). Beberapa daerah lain, seperti Indragiri Hilir, Kepulauan Meranti, Pekanbaru, dan Kampar, juga mengalami kebakaran meskipun dalam skala yang lebih kecil.

Kepala BPBD Riau, M. Edy Afrizal, mengimbau seluruh elemen masyarakat untuk memperkuat upaya pencegahan dan deteksi dini Karhutla, terutama dengan adanya prediksi puncak musim kemarau pada Mei hingga Juni mendatang.

“Cuaca panas menyebabkan lahan mudah terbakar. Oleh karena itu, mari kita bersama-sama menjaga lingkungan. Jangan membuka lahan dengan cara membakar. Pencegahan adalah kunci agar kebakaran tidak meluas,” ujar Edy pada Senin (21/4/2025).

BPBD Riau, bersama dengan TNI, Polri, dan relawan, terus melakukan patroli, edukasi, serta pemantauan titik panas secara berkala di daerah-daerah rawan kebakaran. Namun, Edy menekankan bahwa keberhasilan pencegahan sangat bergantung pada peran aktif masyarakat di tingkat lokal.

“Kami tidak bisa bekerja sendirian. Kesadaran dan kepedulian masyarakat menjadi fondasi utama untuk menjaga agar udara tetap bersih dan aktivitas sehari-hari tidak terganggu oleh kabut asap,” tambahnya, seperti yang dilansir dari mcr.(***)

Sumber: Halloriau



 
Berita Lainnya :
  • Riau Dalam Cengkraman Panas Membara, Hingga Pertengahan April 2025 78,06 Hektar Lahan Terbakar di Riau
  •  
    Komentar Anda :

     
     
     
     
    TERPOPULER
    1 Anak SMA ini Mengaku Dengan "OM" atau "Pacar" Sama Enaknya, Simak Pengakuannya
    2 Azharisman Rozie Lolos Tujuh Besar Seleksi Sekdaprov Riau, 12 Orang Gugur
    3 Tingkatkan Pelayanan dan Tanggap dengan pengaduan masyarakat
    Lusa, Camat Bukit Raya Lauching Forum Diskusi Online
    4 Pemko Pekanbaru Berlakukan Syarat Jadi Ketua RT dan RW Wajib Bisa Operasikan Android
    5 Lima Negara Ini Di cap memiliki Tingkat Seks Bebas Tertinggi
    6 Inilah Pengakuan Istri yang Rela Digarap 2 Sahabat Suaminya
    7 Astagfirullah, Siswi Di Tanggerang Melahirkan Di Tengah Kebun Dan Masih Memakai Seragam
    8 Selingkuh, Oknum PNS Pemprov Riau Dipolisikan Sang Istri
    9 Langkah Cepat Antisipasi Banjir, PU Bina Marga Pekanbaru Lakukan Peremajaan Parit-parit
    10 Dosen Akper Mesum Dengan Mahasiswinya di Kerinci Terancam Dipecat
     
    Pekanbaru Rohil Opini
    Redaksi Disclaimer Pedoman Tentang Kami Info Iklan
    © 2015-2022 PT. Alfagaba Media Group, All Rights Reserved