www.riau12.com
Sabtu, 22-08-2026 | Jam Digital
20:52 WIB - Penutupan MTABS SMA Islam Al Azhar 24 Cigombong Meriah, Tokoh Agama hingga Aparat Hadir | 17:34 WIB - Bunda Literasi Kampar Luncurkan Buku Candi Muara Takus, Anak Diajak Cinta Sejarah Sejak Dini | 17:08 WIB - Rapat Banggar DPRD Riau Diwarnai Ketegangan, Adu Argumentasi Dua Legislator Berujung Skorsing | 16:49 WIB - Workshop BRK Syariah Bekali UMKM Kelola Keuangan Digital, Akses Pembiayaan Makin Mudah | 16:36 WIB - DPRD Pekanbaru Usul Pendataan Anak Putus Sekolah Diperkuat dengan Peran RT/RW | 15:45 WIB - Diduga Standing Motor di Jembatan, Pemuda Kampar Ditemukan Tewas di Sungai usai Hilang 3 Hari
 
Jika Potensi Karhutla Naik, Pemprov Riau Tingkatkan Status Siaga Jadi Tanggap Darurat
Sabtu, 19-04-2025 - 15:17:22 WIB

TERKAIT:
   
 

PEKANBARU -Riau12.com - Provinsi Riau diperkirakan pada Mei mendatang sudah memasuki musim kemarau pangjang. Kondisi tersebut dikhawatirkan akan menimbulkan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di kabupaten kota.

Menanggapi ancaman Karhutla tersebut, Gubernur Riau (Gubri) Abdul Wahid mengatakan, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau telah menetapkan status siaga darurat Karhutla. Namun jika kondisi kebakaran di Riau berpotensi meningkat bisa saja status siaga darurat dinaikkan menjadi tanggap darurat.

Kebijakan tersebut akan diambil merespons informasi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) yang menyebutkan bahwa wilayah Riau mulai memasuki musim kering atau kemarau pada Mei, dan puncaknya pada Juni mendatang.

Untuk itu, Gubri mengimbau seluruh lapisan masyarakat, termasuk Organisasi Perangkat Daerah (OPD) hingga instansi vertikal, untuk memperkuat sinergi dalam upaya mitigasi Karhutla 2025 di Provinsi Riau.

"Karhutla ini tidak boleh hanya ditangani oleh satu atau dua instansi saja. Saya ingin penanganannya dilakukan oleh seluruh lapisan masyarakat. Kita telah diberikan amanah, maka tugas kita adalah mengoordinasikan penanganan ini dengan baik," kata Gubri, Sabtu (19/4/2025).

Gubri menegaskan bahwa Pemprov Riau berkomitmen penuh dalam mengantisipasi dan menangani Karhutla di Bumi Lancang Kuning. Sehingga peristiwa Karhutla beberapa tahun silam tidak terjadi lagi di tahun 2025.

"Kita ingin Karhutla dapat ditangani dengan serius. Meskipun nantinya terjadi Karhutla, kita sudah siap. Saya bersama Forkopimda berharap semua langkah ini bisa terlaksana dengan baik dan menjadi tolak ukur kita dalam penanganan bencana ke depan," ujarnya.

Tak lupa, Gubri juga mengingatkan seluruh pemangku kepentingan untuk tidak saling melempar tanggung jawab dalam penanganan bencana Karhutla tersebut.

"Seluruh OPD harus terlibat dalam persiapan ini. Tidak ada yang boleh menghindar. Instansi yang telah diberikan kepercayaan harus menjalankan tugasnya dengan maksimal, dengan semangat kebersamaan, kekompakan dan kerja sama yang solid, InsyaAllah kebakaran hutan dan lahan bisa kita tangani dengan baik," sebutnya.

Diketahui, bahwa masa transisi musim hujan ke musim kemarau sejak Januari hingga April telah diisi dengan berbagai kegiatan pencegahan, seperti monitoring hotspot, pemantauan tinggi muka air (TMA) gambut, patroli lapangan, hingga pemadaman titik api.

Sejak Maret hingga April, Pemprov Riau telah menggelar rapat penetapan status siaga darurat dan menyiapkan Keputusan Gubernur terkait status tersebut. Pada Mei, sejumlah kegiatan besar akan dilaksanakan, seperti Apel Siaga Karhutla, Fun Run Karhutla, dan Jambore Karhutla. Selain itu, pembentukan Satuan Tugas (Satgas) Karhutla Nasional dan aktivasi Posko Utama juga sedang dalam proses.

Memasuki musim kemarau Mei hingga Oktober, Pemprov Riau akan memperkuat upaya pemadaman darat dan udara serta mengintensifkan penegakan hukum. Kegiatan patroli, sosialisasi, mitigasi, dan pelayanan kesehatan juga menjadi fokus utama selama periode tersebut.

Sebagai bagian dari evaluasi, Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) tahap II direncanakan pada Oktober, sementara evaluasi status siaga darurat dijadwalkan berlangsung pada November.

Melalui langkah-langkah terstruktur ini, Gubri menyebut, Pemprov Riau menargetkan penurunan signifikan jumlah kejadian Karhutla serta peningkatan peran aktif masyarakat dan instansi terkait dalam penanggulangan bencana.

"Kami berharap informasi mengenai situasi siaga darurat ini terus ditingkatkan, agar langkah mitigasi Karhutla di Provinsi Riau dapat dilakukan secara maksimal," tutupnya.(***)

Sumber: Cakaplah



 
Berita Lainnya :
  • Jika Potensi Karhutla Naik, Pemprov Riau Tingkatkan Status Siaga Jadi Tanggap Darurat
  •  
    Komentar Anda :

     
     
     
     
    TERPOPULER
    1 Anak SMA ini Mengaku Dengan "OM" atau "Pacar" Sama Enaknya, Simak Pengakuannya
    2 Azharisman Rozie Lolos Tujuh Besar Seleksi Sekdaprov Riau, 12 Orang Gugur
    3 Tingkatkan Pelayanan dan Tanggap dengan pengaduan masyarakat
    Lusa, Camat Bukit Raya Lauching Forum Diskusi Online
    4 Pemko Pekanbaru Berlakukan Syarat Jadi Ketua RT dan RW Wajib Bisa Operasikan Android
    5 Lima Negara Ini Di cap memiliki Tingkat Seks Bebas Tertinggi
    6 Inilah Pengakuan Istri yang Rela Digarap 2 Sahabat Suaminya
    7 Astagfirullah, Siswi Di Tanggerang Melahirkan Di Tengah Kebun Dan Masih Memakai Seragam
    8 Selingkuh, Oknum PNS Pemprov Riau Dipolisikan Sang Istri
    9 Langkah Cepat Antisipasi Banjir, PU Bina Marga Pekanbaru Lakukan Peremajaan Parit-parit
    10 Dosen Akper Mesum Dengan Mahasiswinya di Kerinci Terancam Dipecat
     
    Pekanbaru Rohil Opini
    Redaksi Disclaimer Pedoman Tentang Kami Info Iklan
    © 2015-2022 PT. Alfagaba Media Group, All Rights Reserved