Produksi Beras Riau Baru Penuhi 22 Persen, Gubri: Kemandirian Pangan Harus Diperkuat Agar Tak Bergantung dengan Provinsi Lain
Riau12.com-PEKANBARU— Pemerintah Provinsi Riau terus mendorong kemandirian pangan di tengah keterbatasan lahan sawah dan meningkatnya kebutuhan konsumsi akibat pertumbuhan penduduk.
Pada tahun 2024, produksi beras Riau mencapai 127.439 ton atau sekitar 22,08 persen dari total kebutuhan, meningkat 7,81 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Meski begitu, angka ini masih jauh dari mencukupi kebutuhan konsumsi masyarakat.
"Ini adalah sinyal bahwa kita harus bekerja lebih keras. Kemandirian pangan Riau menjadi sangat penting agar kita tidak terus bergantung pada pasokan dari provinsi lain," tegas Gubernur Riau Abdul Wahid, Jumat (18/4/2025).
Saat ini, Riau sangat bergantung pada daerah penyokong pangan seperti Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Sumatera Selatan, Lampung, hingga Jawa. Di sisi lain, Riau juga menjadi daerah pemasok gabah ke provinsi lain seperti Sumatera Utara, Kepri, Jambi, dan Sumatera Selatan.
Gubernur Wahid menyebutkan, keterbatasan lahan sawah menjadi tantangan utama. Dari total luas baku sawah hanya 59.181 hektare, namun masih ada potensi peningkatan Indeks Pertanaman (IP) sebesar 28.931 hektare yang bisa dioptimalkan.
"Untuk menggenjot produksi, kita butuh dukungan infrastruktur irigasi, benih unggul, dan alat mesin pertanian (alsintan). Pemerintah akan fokus memperkuat hal-hal ini dalam beberapa tahun ke depan," jelas Wahid.
Sementara itu, kebutuhan beras diproyeksikan terus meningkat seiring pertumbuhan penduduk Riau. Jumlah penduduk Riau diperkirakan mencapai 7,19 juta jiwa pada 2030 dan melonjak menjadi 8,39 juta jiwa pada 2045.
Artinya, kebutuhan beras juga akan ikut meningkat dari 593.252 ton pada 2025 menjadi sekitar 730.769 ton di 2045.
“Kita sudah masukkan target peningkatan produksi pangan dalam RPJMD 2025-2030. Kedaulatan pangan adalah bagian dari ketahanan daerah yang harus kita jaga,†tegas Gubernur Abdul Wahid.
Ia juga mengajak semua pihak, termasuk kabupaten/kota, swasta, dan petani, untuk bersama-sama memperkuat sektor pertanian. Pemerintah provinsi disebutkan siap memberikan insentif, pelatihan, dan bantuan alat pertanian modern untuk mendukung peningkatan produksi lokal.
“Kalau kita bisa optimalkan lahan, air, dan teknologi, saya yakin Riau tidak hanya bisa swasembada, tapi juga jadi lumbung pangan di masa depan,†kata Wahid.(***)
Sumber: Tribunpekanbaru
Komentar Anda :