www.riau12.com
Sabtu, 22-08-2026 | Jam Digital
20:52 WIB - Penutupan MTABS SMA Islam Al Azhar 24 Cigombong Meriah, Tokoh Agama hingga Aparat Hadir | 17:34 WIB - Bunda Literasi Kampar Luncurkan Buku Candi Muara Takus, Anak Diajak Cinta Sejarah Sejak Dini | 17:08 WIB - Rapat Banggar DPRD Riau Diwarnai Ketegangan, Adu Argumentasi Dua Legislator Berujung Skorsing | 16:49 WIB - Workshop BRK Syariah Bekali UMKM Kelola Keuangan Digital, Akses Pembiayaan Makin Mudah | 16:36 WIB - DPRD Pekanbaru Usul Pendataan Anak Putus Sekolah Diperkuat dengan Peran RT/RW | 15:45 WIB - Diduga Standing Motor di Jembatan, Pemuda Kampar Ditemukan Tewas di Sungai usai Hilang 3 Hari
 
Rapat Perdana Kepala Daerah se-Riau: Infrastruktur Rusak, DBH Tak Merata, hingga Aspirasi Pariwisata Jadi Persoalan yang Dominan
Kamis, 17-04-2025 - 14:47:39 WIB

TERKAIT:
   
 

Riau12.com-PEKANBARU – Rapat Koordinasi Perencanaan Pembangunan antara Gubernur Riau dan kepala daerah se-kabupaten/kota yang digelar Kamis (17/4/2025) menjadi ruang terbuka bagi para pemimpin daerah menyuarakan keluhan hingga harapan terhadap pembangunan di Bumi Lancang Kuning.

Digelar di Gedung Pertemuan Kantor Gubernur Riau, rakor tersebut dihadiri lengkap oleh bupati dan wali kota se-Riau. Dari infrastruktur rusak, Dana Bagi Hasil (DBH) yang tidak merata, hingga potensi pariwisata dan hilirisasi sawit, semua disampaikan secara terbuka.

Persoalan jalan rusak menjadi isu serentak yang disuarakan hampir seluruh kepala daerah. Bupati Pelalawan, Zukri Misran, menyinggung kerusakan jalan di sekitar PT Arara Abadi dan bahkan mengancam akan merekomendasikan pencabutan izin jika tidak ada pembenahan.

Bupati Rokan Hilir, H. Bistamam, menyebut jalan kabupaten dan provinsi rusak berat akibat angkutan sawit yang melebihi kapasitas. Bahkan, perbaikan menggunakan DBH Sawit dinilai masih jauh dari cukup.

Sementara itu, Bupati Indragiri Hilir, H. Herman, memaparkan hanya 11,43 persen jalan Tembilahan–Simpang Kuala Saka sepanjang 74,81 km yang dalam kondisi mantap. Wali Kota Pekanbaru, Agung Nugroho, juga mengeluhkan kondisi jalan dan penerangan di Jembatan Siak 3 dan 4 yang akan digunakan dalam kegiatan Jambore Karhutla.

DBH Sawit dan Migas Dinilai Tak Adil

Sorotan tajam datang dari Bupati Kuantan Singingi, Suhardiman Amby. Ia menilai pembagian DBH dari sektor migas, batu bara, dan sawit masih tidak transparan dan tidak adil.

“Luas kebun sawit di Riau mencapai 4 juta hektare, tapi DBH Sawit yang diterima hanya Rp160 miliar. Kami minta tim independen untuk menghitung produksi sebenarnya,” tegasnya.

Wali Kota Dumai, Paisal, juga menyesalkan belum diterimanya Participating Interest (PI) meskipun Dumai berperan besar dalam industri migas. Ia mendorong perusahaan untuk turut berkontribusi melalui CSR.

Hilirisasi Sawit hingga Aspirasi Pariwisata

Wakil Bupati Rokan Hulu, Syafaruddin, mengusulkan pembentukan BUMD untuk hilirisasi sawit agar produk olahan bisa dikembangkan langsung di daerah. “Jangan sampai minyak dari Riau tapi botolnya dari luar,” katanya.

Sementara itu, Bupati Kuansing mendorong agar Pacu Jalur masuk dalam Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN). Bupati Kepulauan Meranti, H. Asmar, mengangkat isu abrasi parah di Pulau Rangsang serta permintaan dukungan pembangunan rumah sakit pratama dan jembatan Panglima Sampul.

Aspirasi Pekanbaru: Penanganan Sampah dan RS Rumbai

Wali Kota Pekanbaru mengusulkan pembangunan Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) untuk menggantikan sistem open dumping yang telah dilarang. Ia juga menekankan kebutuhan pembangunan rumah sakit di Rumbai, wilayah yang hingga kini belum memiliki fasilitas tersebut.

Keterbatasan Dana Daerah Jadi Kekhawatiran

Bupati Bengkalis, Kasmarni, menyoroti minimnya bantuan keuangan dari pemerintah provinsi dan pusat. “Sudah lima tahun tidak ada bantuan keuangan dari provinsi. PAD kita tak mencukupi,” ujarnya.

Kepala Bappeda Riau, Bobby Mauliantino, menutup pertemuan dengan menyampaikan perlunya peningkatan status jalan strategis menjadi jalan nasional. Ia menyoroti kondisi di Inhu, di mana dari 1.500 km jalan, kurang dari 30 persen yang mantap.

Ia juga menekankan pentingnya hilirisasi sawit untuk menyelamatkan perekonomian daerah serta meredam kerusakan lingkungan seperti kerusakan Daerah Aliran Sungai (DAS). (***)

Sumber: Goriau



 
Berita Lainnya :
  • Rapat Perdana Kepala Daerah se-Riau: Infrastruktur Rusak, DBH Tak Merata, hingga Aspirasi Pariwisata Jadi Persoalan yang Dominan
  •  
    Komentar Anda :

     
     
     
     
    TERPOPULER
    1 Anak SMA ini Mengaku Dengan "OM" atau "Pacar" Sama Enaknya, Simak Pengakuannya
    2 Azharisman Rozie Lolos Tujuh Besar Seleksi Sekdaprov Riau, 12 Orang Gugur
    3 Tingkatkan Pelayanan dan Tanggap dengan pengaduan masyarakat
    Lusa, Camat Bukit Raya Lauching Forum Diskusi Online
    4 Pemko Pekanbaru Berlakukan Syarat Jadi Ketua RT dan RW Wajib Bisa Operasikan Android
    5 Lima Negara Ini Di cap memiliki Tingkat Seks Bebas Tertinggi
    6 Inilah Pengakuan Istri yang Rela Digarap 2 Sahabat Suaminya
    7 Astagfirullah, Siswi Di Tanggerang Melahirkan Di Tengah Kebun Dan Masih Memakai Seragam
    8 Selingkuh, Oknum PNS Pemprov Riau Dipolisikan Sang Istri
    9 Langkah Cepat Antisipasi Banjir, PU Bina Marga Pekanbaru Lakukan Peremajaan Parit-parit
    10 Dosen Akper Mesum Dengan Mahasiswinya di Kerinci Terancam Dipecat
     
    Pekanbaru Rohil Opini
    Redaksi Disclaimer Pedoman Tentang Kami Info Iklan
    © 2015-2022 PT. Alfagaba Media Group, All Rights Reserved