www.riau12.com
Sabtu, 22-08-2026 | Jam Digital
20:52 WIB - Penutupan MTABS SMA Islam Al Azhar 24 Cigombong Meriah, Tokoh Agama hingga Aparat Hadir | 17:34 WIB - Bunda Literasi Kampar Luncurkan Buku Candi Muara Takus, Anak Diajak Cinta Sejarah Sejak Dini | 17:08 WIB - Rapat Banggar DPRD Riau Diwarnai Ketegangan, Adu Argumentasi Dua Legislator Berujung Skorsing | 16:49 WIB - Workshop BRK Syariah Bekali UMKM Kelola Keuangan Digital, Akses Pembiayaan Makin Mudah | 16:36 WIB - DPRD Pekanbaru Usul Pendataan Anak Putus Sekolah Diperkuat dengan Peran RT/RW | 15:45 WIB - Diduga Standing Motor di Jembatan, Pemuda Kampar Ditemukan Tewas di Sungai usai Hilang 3 Hari
 
Gubri Wahid: Pengampunan Pajak Bisa Picu Masyarakat Tidak Tertib, Jadi Harus Ada Pertimbangan yang Matang
Kamis, 27-03-2025 - 09:58:25 WIB

TERKAIT:
   
 

Riau12.com-PEKANBARU – Gubernur Riau, Abdul Wahid, menegaskan bahwa ia tidak berencana untuk meluncurkan program pemutihan pajak kendaraan bermotor atau penghapusan denda tunggakan pajak. Pernyataan tersebut disampaikan dalam acara buka bersama di kantor DPD Partai NasDem Riau di Pekanbaru pada Rabu (26/3/2025).

Wahid mengungkapkan kekhawatirannya bahwa pengampunan pajak yang terlalu sering justru dapat memicu masyarakat untuk menunda pembayaran pajak dengan harapan akan ada kesempatan pengampunan berikutnya.

"Kita sudah memberikan pengampunan pajak pada 2023. Jika melihat catatan sejarah, Riau sudah tiga kali melakukan pengampunan pajak, yaitu pada 2019 dan 2023. Jika terus ada pengampunan, masyarakat bisa menjadi terbiasa menunggu, tidak membayar pajak, karena berharap ada kesempatan berikutnya," ujar Wahid.
Meskipun demikian, Wahid tidak sepenuhnya menolak kebijakan pengampunan pajak. Ia menekankan pentingnya kesadaran masyarakat untuk membayar pajak secara tepat waktu dan tertib.

"Pengampunan pajak harus dipertimbangkan dengan matang. Jika tidak, bisa menciptakan kebiasaan buruk di kalangan wajib pajak. Kita tidak ingin masyarakat berpikir bahwa tidak membayar pajak akan selalu ada pengampunan," tambahnya.

Wahid juga menegaskan bahwa untuk mencapai pembiayaan pemerintah yang optimal, sumber-sumber pendapatan harus dicari melalui berbagai cara, tanpa bergantung pada kebijakan pengampunan yang berulang.

"Saat ini saya masih memikirkan berbagai alternatif kebijakan untuk memastikan pendapatan daerah tercapai, tetapi yang paling penting adalah mendorong kesadaran masyarakat untuk membayar pajak dengan tanggung jawab," kata Wahid.

Sebagai informasi, beberapa daerah seperti Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Banten baru-baru ini mengumumkan program pemutihan pajak kendaraan bermotor. Namun, Gubernur Wahid memastikan bahwa Riau tidak akan mengikuti langkah tersebut dalam waktu dekat, seperti yang dilansir dari kompas.(***)

Sumber: Halloriau 




 
Berita Lainnya :
  • Gubri Wahid: Pengampunan Pajak Bisa Picu Masyarakat Tidak Tertib, Jadi Harus Ada Pertimbangan yang Matang
  •  
    Komentar Anda :

     
     
     
     
    TERPOPULER
    1 Anak SMA ini Mengaku Dengan "OM" atau "Pacar" Sama Enaknya, Simak Pengakuannya
    2 Azharisman Rozie Lolos Tujuh Besar Seleksi Sekdaprov Riau, 12 Orang Gugur
    3 Tingkatkan Pelayanan dan Tanggap dengan pengaduan masyarakat
    Lusa, Camat Bukit Raya Lauching Forum Diskusi Online
    4 Pemko Pekanbaru Berlakukan Syarat Jadi Ketua RT dan RW Wajib Bisa Operasikan Android
    5 Lima Negara Ini Di cap memiliki Tingkat Seks Bebas Tertinggi
    6 Inilah Pengakuan Istri yang Rela Digarap 2 Sahabat Suaminya
    7 Astagfirullah, Siswi Di Tanggerang Melahirkan Di Tengah Kebun Dan Masih Memakai Seragam
    8 Selingkuh, Oknum PNS Pemprov Riau Dipolisikan Sang Istri
    9 Langkah Cepat Antisipasi Banjir, PU Bina Marga Pekanbaru Lakukan Peremajaan Parit-parit
    10 Dosen Akper Mesum Dengan Mahasiswinya di Kerinci Terancam Dipecat
     
    Pekanbaru Rohil Opini
    Redaksi Disclaimer Pedoman Tentang Kami Info Iklan
    © 2015-2022 PT. Alfagaba Media Group, All Rights Reserved