www.riau12.com
Minggu, 23-08-2026 | Jam Digital
20:52 WIB - Penutupan MTABS SMA Islam Al Azhar 24 Cigombong Meriah, Tokoh Agama hingga Aparat Hadir | 17:34 WIB - Bunda Literasi Kampar Luncurkan Buku Candi Muara Takus, Anak Diajak Cinta Sejarah Sejak Dini | 17:08 WIB - Rapat Banggar DPRD Riau Diwarnai Ketegangan, Adu Argumentasi Dua Legislator Berujung Skorsing | 16:49 WIB - Workshop BRK Syariah Bekali UMKM Kelola Keuangan Digital, Akses Pembiayaan Makin Mudah | 16:36 WIB - DPRD Pekanbaru Usul Pendataan Anak Putus Sekolah Diperkuat dengan Peran RT/RW | 15:45 WIB - Diduga Standing Motor di Jembatan, Pemuda Kampar Ditemukan Tewas di Sungai usai Hilang 3 Hari
 
Defisit Anggaran, Usulan Pembangunan Rumah Dinas Kajati Riau Bakal Dievaluasi
Selasa, 18-03-2025 - 13:40:31 WIB

TERKAIT:
   
 

Riau12.com-PEKANBARU - Gubernur Riau, Abdul Wahid akan mengevaluasi usulan anggaran pembangunan rumah dinas Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Riau, akibat defisit anggaran sebesar Rp3,5 triliun.

Gubernur Riau, Abdul Wahid mengatakan, saat ini Pemprov Riau lebih mengutamakan pelayanan publik.

“Untuk pembangunan infrastruktur akan kita dievaluasi termasuk pembangunan rumah dinas Kajati Riau,” kata Gubernur Riau, Abdul Wahid, saat berkunjung ke Kantor Kajati Riau, Selasa, 18 Maret 2025.

Terkait defisit anggaran, kata Gubri, untuk tahun ini pihaknya akan mengutamakan kegiatan-kegiatan yang paling mendesak.

“Defisit anggaran sedang kita inventaris, ada yang kita bicarakan tentang kegiatan-kegiatan paling urgent tahun 2025 ini,” kata Abdul Wahid.

Gubri menjelaskan, Ada defisit, akibat pengurangan dan pendapatan yang tidak terealisasi mengalami defisit lagi Rp1 Triliun lebih ditambah utang 2024 itu terdapat tunda bayar Rp1,1 Triliun, gaji pegawai belum dibayar dan ada sekitar Rp700 juta dan tunda salur. Jadi akumulasinya sekitar Rp2,2 triliun.

“Kalau tidak kita rasionalisasi kegiatan di 2025 maka kita mengalami defisit sebesar Rp3,5 Triliun lebih kurang. Maka kebijakan kita harus ada yang rasionalisasi dan koreksi,” kata Gubri.

Meski begitu, hingga saat ini belum ada pemotongan TPP.

“Belum ada pemotongan TPP, saya mengatakan jika solusi yang kita ambil ini tekanan fiskal masih kuat maka TPP harus jadi bagian yang harus kita koreksi. Tapi ini belum karena kita masih menghitung,” kata Gubri.

Akibatnya Infrastruktur pasti terdampak semua. Tapi dirinya jamin tidak ada jalan yang putus dan tidak bisa dilewati karena berkaitan ekonomi masyarakat.

“Pokoknya kita dahulukan pelayanan publik,” tutupnya.(***)

Sumber: Riauonline



 
Berita Lainnya :
  • Defisit Anggaran, Usulan Pembangunan Rumah Dinas Kajati Riau Bakal Dievaluasi
  •  
    Komentar Anda :

     
     
     
     
    TERPOPULER
    1 Anak SMA ini Mengaku Dengan "OM" atau "Pacar" Sama Enaknya, Simak Pengakuannya
    2 Azharisman Rozie Lolos Tujuh Besar Seleksi Sekdaprov Riau, 12 Orang Gugur
    3 Tingkatkan Pelayanan dan Tanggap dengan pengaduan masyarakat
    Lusa, Camat Bukit Raya Lauching Forum Diskusi Online
    4 Pemko Pekanbaru Berlakukan Syarat Jadi Ketua RT dan RW Wajib Bisa Operasikan Android
    5 Lima Negara Ini Di cap memiliki Tingkat Seks Bebas Tertinggi
    6 Inilah Pengakuan Istri yang Rela Digarap 2 Sahabat Suaminya
    7 Astagfirullah, Siswi Di Tanggerang Melahirkan Di Tengah Kebun Dan Masih Memakai Seragam
    8 Selingkuh, Oknum PNS Pemprov Riau Dipolisikan Sang Istri
    9 Langkah Cepat Antisipasi Banjir, PU Bina Marga Pekanbaru Lakukan Peremajaan Parit-parit
    10 Dosen Akper Mesum Dengan Mahasiswinya di Kerinci Terancam Dipecat
     
    Pekanbaru Rohil Opini
    Redaksi Disclaimer Pedoman Tentang Kami Info Iklan
    © 2015-2022 PT. Alfagaba Media Group, All Rights Reserved