www.riau12.com
Minggu, 23-08-2026 | Jam Digital
20:52 WIB - Penutupan MTABS SMA Islam Al Azhar 24 Cigombong Meriah, Tokoh Agama hingga Aparat Hadir | 17:34 WIB - Bunda Literasi Kampar Luncurkan Buku Candi Muara Takus, Anak Diajak Cinta Sejarah Sejak Dini | 17:08 WIB - Rapat Banggar DPRD Riau Diwarnai Ketegangan, Adu Argumentasi Dua Legislator Berujung Skorsing | 16:49 WIB - Workshop BRK Syariah Bekali UMKM Kelola Keuangan Digital, Akses Pembiayaan Makin Mudah | 16:36 WIB - DPRD Pekanbaru Usul Pendataan Anak Putus Sekolah Diperkuat dengan Peran RT/RW | 15:45 WIB - Diduga Standing Motor di Jembatan, Pemuda Kampar Ditemukan Tewas di Sungai usai Hilang 3 Hari
 
Kerap Diabaikan di Penganggaran, Penyelamatan Hutan dan Perhutanan Sosial di Riau Perlu Perhatian Serius
Jumat, 21-02-2025 - 10:08:52 WIB

TERKAIT:
   
 

Riau12.com-PEKANBARU – Koalisi Masyarakat Sipil Riau menyoroti dua sektor penting yang kerap terabaikan dalam penganggaran APBD Riau, yakni penyelamatan kawasan hutan dan lingkungan hidup, serta program perhutanan sosial.

Hal ini diungkapkan Arpiyan Sargita dari Jikalahari Riau dalam diskusi yang digelar Kamis (20/2/2025) di Pekanbaru. Menurutnya, kerusakan ekologis di Bumi Lancang Kuning semakin berdampak pada kehidupan masyarakat, terutama terkait banjir, kebakaran hutan dan lahan (Karhutla), serta perambahan hutan yang beralih fungsi menjadi kebun sawit atau hutan tanaman industri (HTI).

“Masyarakat di sepanjang aliran Sungai Kampar mengeluhkan banjir tahunan, yang dulu hanya terjadi setiap lima tahun sekali. Hasil penelusuran kami menunjukkan bahwa daerah resapan air di Daerah Aliran Sungai (DAS) Kampar telah berubah dari hutan alami menjadi perkebunan sawit atau HTI,” paparnya.

Penelitian Jikalahari juga menunjukkan bahwa meskipun curah hujan di Riau relatif stabil dalam sepuluh tahun terakhir, frekuensi banjir justru meningkat akibat perubahan tutupan lahan.

Selain banjir, Karhutla masih menjadi ancaman serius, termasuk di awal tahun ini. Jikalahari menilai bahwa perhatian pemerintah terhadap lingkungan hidup dan hutan masih minim, terlihat dari alokasi anggaran yang sangat terbatas dalam APBD.

Kondisi ini juga memicu konflik antara manusia dan satwa liar, seperti Harimau Sumatera dan gajah. Sejak 2018, Jikalahari mencatat setidaknya 15 kejadian konflik antara masyarakat dan Harimau Sumatera di Semenanjung Kampar yang meliputi Kabupaten Pelalawan dan Siak, dengan 13 diantaranya menyebabkan korban jiwa.

“Gubernur Riau yang baru harus berani mengevaluasi izin Hak Guna Usaha (HGU) dan HTI yang diduga melanggar aturan. Jika perlu, mencabut izin perusahaan yang terbukti merusak lingkungan,” tegasnya.

Sementara itu, Besta Junandi, Direktur Perkumpulan Elang, menyoroti ketimpangan penguasaan hutan di Riau. Dari total luas hutan 5 juta hektare, sekitar 1,7 juta hektare dikuasai oleh perusahaan, sementara masyarakat hanya mendapatkan alokasi 168 ribu hektare dalam skema perhutanan sosial.

“Pemerintah Provinsi Riau menyebut angkanya sekitar 200 ribu hektare, tetapi kami lebih mempercayai data yang pertama,” ujarnya.

Ia juga menyoroti kurangnya dukungan pemerintah daerah terhadap program perhutanan sosial yang telah berjalan sejak 2016. Ia khawatir efisiensi anggaran yang dilakukan Pemprov Riau akan semakin mengurangi perhatian terhadap sektor ini.

“Banyak manfaat dari perhutanan sosial bagi masyarakat, terutama dalam meningkatkan kesejahteraan ekonomi mereka. Jangan sampai efisiensi anggaran justru membuat perhatian terhadap sektor ini terus menurun,” pungkasnya. (***)

Sumber: Goriau



 
Berita Lainnya :
  • Kerap Diabaikan di Penganggaran, Penyelamatan Hutan dan Perhutanan Sosial di Riau Perlu Perhatian Serius
  •  
    Komentar Anda :

     
     
     
     
    TERPOPULER
    1 Anak SMA ini Mengaku Dengan "OM" atau "Pacar" Sama Enaknya, Simak Pengakuannya
    2 Azharisman Rozie Lolos Tujuh Besar Seleksi Sekdaprov Riau, 12 Orang Gugur
    3 Tingkatkan Pelayanan dan Tanggap dengan pengaduan masyarakat
    Lusa, Camat Bukit Raya Lauching Forum Diskusi Online
    4 Pemko Pekanbaru Berlakukan Syarat Jadi Ketua RT dan RW Wajib Bisa Operasikan Android
    5 Lima Negara Ini Di cap memiliki Tingkat Seks Bebas Tertinggi
    6 Inilah Pengakuan Istri yang Rela Digarap 2 Sahabat Suaminya
    7 Astagfirullah, Siswi Di Tanggerang Melahirkan Di Tengah Kebun Dan Masih Memakai Seragam
    8 Selingkuh, Oknum PNS Pemprov Riau Dipolisikan Sang Istri
    9 Langkah Cepat Antisipasi Banjir, PU Bina Marga Pekanbaru Lakukan Peremajaan Parit-parit
    10 Dosen Akper Mesum Dengan Mahasiswinya di Kerinci Terancam Dipecat
     
    Pekanbaru Rohil Opini
    Redaksi Disclaimer Pedoman Tentang Kami Info Iklan
    © 2015-2022 PT. Alfagaba Media Group, All Rights Reserved