9 BPC Dampingi Migo Mufartha Kembalikan Formulir, Jadi Calon Tunggal Ketua BPD HIPMI Riau
PEKANBARU-Riau12.com- Migo Mufartha resmi mendaftar sebagai bakal calon Ketua Umum BPD Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Riau dengan mengembalikan formulir beserta persyaratan kepada panitia di Sekretariat BPD HIPMI Riau, Selasa (11/2/2025) malam. Hingga ditutup, Migo satu-satunya calon yang mendaftar.
Saat menyerahkan formulir Migo turut didampingi Ketua dan sekretaris BPC HIPMI Kabupaten Rokan Hulu, Rokan Hilir, Kampar, Kuansing, Meranti, Siak, Inhu, Inhil dan Kota Dumai. Terlihat juga hadir istrinya serta para tim pemenangan.
Kedatangan Migo dan para pendukung disambut oleh anggota SC dan ketua OC yang didampingi oleh Sekum HIPMI Riau dan panitia lainnya.
"Hari ini kami kembali mengembalikan formulir di hadapan para SC dan OC dan juga seperti tagline kami HIPMI Rumah Bersama. Semoga semua yang ada di sini akan membahterai rumah HIPMI Rumah Bersama, dan juga perjalanan kami semua di sini itu bukanlah akhir tapi ini adalah permulaan dan awal perjalanan kami, " ujar Migo.
Dalam pengembalian dokumen dan persyaratan tersebut, SC dan OC menyampaikan bahwa batas penutupan pendaftaran dan pengembalian berkas sampai pukul 21.00 WIB. Migo beserta tim pun menunggu apakah ada calon lain yang akan mendaftar. Tepat pukul 21.0/ malam tadi ternyata tidak ada yang mendaftar, alhasil Migo ditetapkan calon tunggal dan aklamasi.
Ia pun berharap dengan perjalanan satu tahun mempersiapkan semua ini seperti tagline nya HIPMI Rumah Bersama yang mana ia bisa berkolaborasi dengan pemerintah, para pembisnis, para pemain konstruksi, dan juga kepada tim-tim media.
"Seperti tagline saya HIPMI rumah bersama, jadi saya bisa berkolaborasi kepada pemerintah, berkolaborasi terhadap pembisnis, para pemain konstruksi, dan terlebih lagi akan berkolaborasa kepada tim-tim media agar HIPMI ini sesuai dengan tagline nya HIPMI rumah bersama," jelas Migo kepada CAKAPLAH.
Migo masih menunggu waktu yang sudah ditentukan untuk penetapan calon dan pengesahan sebagai Ketua Umum BPD Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Riau.
Sebelumnya Migo mengungkapkan HIPMI merupakan organisasi kader yang menjadi batu loncatan bagi para pengusaha muda yang ingin membangun jaringan bisnis, baik di dalam maupun di luar Riau.
"Niat masuk ke dalam HIPMI mencari jaringan bisnis, karena HIPMI ini isinya rata-rata pengusaha, yang poros nya tidak hanya di Riau, tetapi kita bisa poros ke luar Riau dengan label HIPMI," ungkap Migo, Selasa (11/2/2025).
Ia menyampaikan salah satu program kerja kedepannya adalah hilirisasi Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di 12 kabupaten/kota di Riau. Ia menekankan pentingnya sinergi antara HIPMI dengan pemerintah daerah dalam pengembangan ekonomi kreatif dan pemanfaatan media digital untuk memajukan bisnis serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
"Sebagai pengusaha, kita bisa membantu UMKM untuk mendapatkan akses ke pemerintah daerah, baik dalam hal permodalan maupun pelatihan. Dengan begitu, UMKM bisa berkembang dan kesejahteraan masyarakat pun meningkat," jelasnya.
Ia juga mempunyai visi HIPMI bisa menjadi standarnya taraf ekonomi Riau, jika seandainya Pemda Riau ingin mengetahui kegejolakan ekonomi di Riau, mereka bisa mengetahui dari pakar-pakar konsultan di HIPMI tentang bagaimana kedepannya.
"Contohnya di era sekarang kita ditantang di era digital, harga mengejolak tinggi, daya beli masyarakat juga turun. Bagaimana mana daya beli masyarakat ini naik, salah satunya adalah lowongan pekerjaan," tambahnya.
Dikatakannya, lowongan pekerjaan yang dibayangkan masyarakat kebanyakan adalah perkantoran dan PNS. Menurutnya, mindset tersebut harus dirubah dengan berusaha.
"Kita dorong masyarakat ini untuk membuka UMKM, bagaimana caranya UMKM ini berhasil dan kita membina dulu, memang ini jangka panjang. Contohnya kita membuka pelatihan UMKM bakso tusuk, ga bisa langsung di buka aja, tetapi kita harus ada pelatihan, misalnya kita buka 5 store, kemudian permodalannya 50 juta satu store, artinya kita bisa menyelamatkan 5 KK," katanya.
Ia menjelaskan ketika masyarakat memikirkan lowongan pekerjaan dari perusahaan berubah menjadi bisnis. Kata Migo, ketika daya beli masyarakat naik, otomatis produksi juga meningkat, ketika produksi meningkat orang juga butuh lagi dan lowongan pekerjaan di buka lagi.
"Karena lowongan pekerjaan mulai mengecil itu disebabkan daya beli masyarakat ini menurun, dan perusahaan memberhentikan beberapa karyawannya. Itu terjadi seperti segitiga yang ketika daya beli meningkat, produksi juga meningkat, ketika produksi meningkat SDM juga ditingkatkan," cakapnya.
"Harapannya BPD HIPMI Riau ini bisa menjadi poros ilmu kepada masyarakat. Jadi ketika masyarakat bingung ingin bisnis apa, tentang permodalannya, dan tahapnya, HIPMI bisa menjadi panduan, karena berbagai pengusaha ada disini. Artinya kami bisa bersinergi dengan masyarakat," pungkasnya.(***)
Sumber: Cakaplah
Komentar Anda :