Secara Aklamasi, Nizhamul Terpilih Jadi Pemimpin PB ISMI Selanjutnya Gantikan H Tengku Erry Nuradi
MEDAN -Riau12.com– Pengurus Besar Ikatan Sarjana Melayu Indonesia (PB ISMI) menggelar Musyawarah Besar (Mubes) ke-5 PB ISMI periode 2025-2030, Ahad (19/1/2024).
Mubes juga digelar bersamaan dengan peluncuran buku ‘100 Tokoh Melayu Nusantara’ di Gedung Pancasila, Balai Penjamin Mutu Pendidikan (BPMP) Sumut di Jalan Bunga Raya, Medan.
Kepala Biro Perencanaan dan Organisasi Kemenko Polhukam RI H Nizhamul, SE, MM yang pernah menjabat Pj Bupati Batu Bara dan saat ini sebagai Pj Bupati Magetan, Jawa Timur, terpilih secara aklamasi sebagai Ketua Umum.
Nizhamul menggantikan posisi Gubernur Sumut ke-17 Dr Ir H Tengku Erry Nuradi, MSi yang menjabat Ketua Umum PB ISMI pada periode sebelumnya.
Nizhamul yang baru dipilih berjanji akan membawa organisasi ini lebih baik dan maju lagi di masa kepemimpinannya.
"Kita akan membentuk pengurus di provinsi serta kabupaten dan kota di Indonesia. Terima kasih atas kepercayaannya, amanah ini akan kami jalankan sebaik-baiknya,’’ kata Nizhamul.
Ia menjelaskan, tujuan ISMI adalah untuk meningkatkan peran serta sarjana Melayu dalam pembangunan nasional serta menjalin kebersamaan dan kekeluargaan di antara para sarjana Melayu dari berbagai disiplin ilmu.
Hal ini dilakukan guna mengangkat derajat dan kesejahteraan masyarakat Melayu secara khusus, serta bangsa Indonesia secara umum.
Ia juga mengungkapkan, arah kebijakan umum ISMI 2025-2030 dirumuskan dalam konsep "PATEN," yang meliputi Pedomani Al-Qur'an dan Hadist, Tegakkan Energi, dan Nasionalisme.
"Konsep ini menekankan pentingnya menjadikan Al-Qur'an dan Hadist sebagai pedoman utama untuk mencapai kemaslahatan hidup 'fid dunya wal akhirah.' Dalam aktualisasinya, ISMI berupaya memaksimalkan potensi, kekuatan, dan daya intelektual para sarjana Melayu yang inovatif, kuat, dan mandiri demi kemaslahatan umat, bangsa, dan negara," paparnya.
Program prioritas ISMI, sambungnya, mencakup berbagai upaya strategis, seperti menanamkan jiwa inovatif, kuat, dan mandiri pada sarjana Melayu, membentuk kepengurusan di tingkat wilayah atau provinsi, serta menjalin komunikasi dan sinergi dengan organisasi seprofesi, pihak swasta, dan pemerintah baik di tingkat pusat maupun daerah.
Selain itu, ISMI juga berkomitmen untuk menciptakan usaha-usaha ekonomi, wisata, dan lingkungan sebagai sumber pendanaan mandiri. Tidak kalah penting, ISMI berperan aktif dalam kegiatan sosial, politik, ekonomi, dan pemerintahan untuk memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan bangsa.
"ISMI dengan konsep 'PATEN' hadir sebagai simbol kekuatan dan kebersamaan sarjana Melayu untuk membangun masa depan yang lebih baik, selaras dengan nilai-nilai kebangsaan dan keindonesiaan," cakapnya lagi.
Lebih jauh, Nihzamul mengatakan, dalam kepengurusan 2025 - 2030, nama-nama dewan pembina dan penasehat di periode sebelumnya kemungkinan tidak banyak berubah.
Nama-nama seperti Tengku H. Hamdi Ostman Delikhan Al-haj Gelar Raja Muda Deli (Sultan Deli), Tuanku Drs. H. Achmad Thala'a Syariful Alam (Sultan Serdang), Tengku dr. H. Abraham (Sultan Asahan), Tuanku Azwar Aziz (Sultan Langkat) di dewan pembina, dan deretan nama di dewan penasehat juga tidak akan banyak perubahan.
Ketum PB ISMI periode sebelumnya, Tengku Erry Nuradi, yang menyerahkan kepemimpinan PB ISMI kepada Nizhamul berharap kepengurusan ISMI ke depan bisa membawa kemajuan, bukan hanya nasional tetapi internasional.
“Melayu merupakan suku terbesar ketiga di Indonesia, bahasa pemersatu kita dari bahasa Melayu, kita harus bangga menjadi orang Melayu,†kata Tengku Erry Nuradi.
Pj Sekda Sumut M Armand Effendy Pohan berharap ISMI terus solid dan ikut serta dalam membangun Sumut. Apalagi, Melayu merupakan salah satu suku terbesar yang ada di Sumut.
“Kami berharap ISMI terus solid, ikut membangun Sumut dan Melayu, karena Melayu salah satu suku terbesar kita di Sumut. Selamat kepada Nizhamul yang terpilih menjadi Ketua Umum PB ISMI periode 2025-2030,’’ ucap Effendy Pohan.
Ia juga mengapresiasi peluncuran buku ‘100 Tokoh Melayu Nusantara’ oleh Ikatan Sarjana Melayu Indonesia (ISMI). Diharapkan buku tersebut dapat mendorong lahirnya cendekiawan-cendekiawan baru.
“Buku merupakan pengetahuan yang akan terus mengalir, dokumentasi apa yang kita tahu untuk diwariskan kepada generasi berikutnya, saya optimis buku ini akan menjadi inspirasi bagi generasi-generasi berikutnya dan melahirkan cendekiawan baru,†kata Effendy Pohan.
Dalam kesempatan tersebut, penulis buku 100 Tokoh Melayu Nusantara Ikhwan Azhari mengatakan, buku ini disusun selama dua tahun. Tokoh-tokoh yang ada di dalam buku ini antara lain ulama, tokoh politik, seniman, pejuang hak masyarakat Melayu, cendekiawan, pahlawan, dan lainnya.
“Ternyata setelah kita susun banyak tokoh Melayu yang jarang kita dengar, bahkan tidak kita kenal, padahal dampaknya cukup besar. Mudah-mudahan buku ini menjadi inspirasi kita semua,†kata Ikhwan Azhari.
Selain Nizhamul, Tengku Erry, dan M Armand Effendy Pohan, hadir pula Rektor UMSU Prof Dr Agussani, MAP, Prof Dr Ir Djohar Arifin Husin, Dr Sakhyan Asmara, MSP, Prof Ilmi Abdullah, Sultan Deli Mahmud Lamantjiji Perkasa Alam Shah, Sultan Asahan Muhammad Iqbal Avinanda, Sultan Kualuh Zainal Arifin Muhammad Syah, tokoh-tokoh, serta cendekiawan Melayu lainnya.(***)
Sumber: Cakaplah
Komentar Anda :