Riau12.com-PEKANBARU - Sosok Ustaz Muhammad Saltut yang berasal dari Riau bikin kejutan setelah terpilih sebagai Ketua Majelis Syuro Partai Bulan Bintang (PBB).
Memiliki nama dan gelar lengkap H. Muhammad Saltut, M.A, Ustaz Saltut sebelumnya adalah Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Bulan Bintang (PBB) Provinsi Riau.
Karier politik selanjutnya membawa dia terpilih sebagai Ketua Majelis Syuro PBB periode 2025-2030 pada Muktamar VI PBB, yang digelar di Aston Denpasar Hotel & Convention Center, Denpasar, Bali, 13-15 Januari 2025.
Selain memilih Saltut sebagai Ketua Majelis Syuro, peserta Muktamar juga memilih Gugum Ridho Putra, S.H., M.H sebagai Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PBB dan H. Aris Muhammad, S.H sebagai Ketua Mahkamah PBB.
Muhammad Saltut sebagai Ketua Majelis Syuro PBB terpilih mengatakan setelah SK Susunan dan Kepengurusan Majelis Syuro DPP PBB dari Menkumham RI terbit, Majelis Syuro akan segera membenahi infrastruktur Majelis Pertimbangan Wilayah (MPW) di tingkat wilayah dan Majelis Pertimbangan Cabang (MPC) di Tingkat cabang.
"Kami akan berkunjung ke seluruh wilayah di Tanah Air untuk melakukan konsolidasi dengan kepengurusan PBB ada di seluruh provinsi," ujar Saltut dalam pesan singkatnya melalui pesan WhatsApp.
Menurut Saltut, ke depan tidak tertutup kemungkinan PBB akan melakukan kunjungan ke ormas-ormas Islam di Tanah Air dan melakukan kunjungan ke kedutaan negara-negara sahabat khususnya negara-negara Islam dalam rangka penguatan perjuangan ke-Islaman yang rahmatan lil alamin.
Lalu siapa sosok Muhammad Saltut ini, dia dikenal sebagai ustadz yang sudah lama mengabdi di PBB, ia mulai menjabat sebagai ketua Dewan Pimpinan Wilayah PBB Riau sejak 2019 silam.
Dalam setiap perhelatan Pemilu, Saltut sering maju sebagai caleg DPR RI dari PBB, namun belum berhasil duduk sebagai wakil rakyat.
Dengan jabatannya di DPP, tentunya akan berpengaruh pada komposisi struktur kepengurusan PBB di Provinsi Riau.
Sejumlah tokoh PBB pernah menjabat posisi sebagai Ketua Majelis Syuro PBB antara lain Mohammad Soleiman, Prof. Dr. Yusril Ihza Mahendra, Dr. MS. Kaban, S.E., M.Si, KH Muqoddas Murtadla, Dr (Hc) KH Masrur Anhar, dan H. Muhammad Saltut, MA.(***)
Sumber: Tribunpekanbaru
Komentar Anda :