www.riau12.com
Rabu, 26-08-2026 | Jam Digital
20:52 WIB - Penutupan MTABS SMA Islam Al Azhar 24 Cigombong Meriah, Tokoh Agama hingga Aparat Hadir | 17:34 WIB - Bunda Literasi Kampar Luncurkan Buku Candi Muara Takus, Anak Diajak Cinta Sejarah Sejak Dini | 17:08 WIB - Rapat Banggar DPRD Riau Diwarnai Ketegangan, Adu Argumentasi Dua Legislator Berujung Skorsing | 16:49 WIB - Workshop BRK Syariah Bekali UMKM Kelola Keuangan Digital, Akses Pembiayaan Makin Mudah | 16:36 WIB - DPRD Pekanbaru Usul Pendataan Anak Putus Sekolah Diperkuat dengan Peran RT/RW | 15:45 WIB - Diduga Standing Motor di Jembatan, Pemuda Kampar Ditemukan Tewas di Sungai usai Hilang 3 Hari
 
Tunda Bayar Proyek di PUPR Riau Capai Rp382 Miliar, Pemprov Siapkan 2 Opsi Untuk Atasi
Jumat, 10-01-2025 - 08:49:50 WIB

TERKAIT:
   
 

Riau12.com-PEKANBARU – Ternyata, tunda bayar proyek di Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Perumahan Kawasan Permukiman dan Pertanahan (PUPR PKPP) Provinsi Riau tahun 2024 mencapai lebih dari Rp382 miliar.

Hal tersebut terungkap dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) antara Komisi IV DPRD Riau dan PUPR PKPP pada Kamis (9/1/2025). "Dari RDP tadi, kami mendapat informasi total tunda bayar mencapai Rp382 miliar lebih," ungkap Anggota Komisi IV DPRD Riau, Manahara Napitupulu, kepada GoRiau.com.

Manahara merinci beberapa bidang yang terdampak tunda bayar tersebut diantaranya Bidang Cipta Karya mencatatkan Rp70,9 miliar, Bina Marga Rp181,3 miliar, Perumahan dan Permukiman (Perkim) Rp17,6 miliar, serta bidang Sumber Daya Air (SDA) Rp5,9 miliar. "Termasuk juga di UPTD dan sekretariat Dinas PUPR PKPP Riau," tambahnya.

Untuk mengatasi persoalan ini, rencananya ada dua opsi yang bisa ditempuh. Pertama, pembayaran akan dimasukkan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Perubahan 2025. Kedua, Pemprov Riau bisa menggeser anggaran sebagaimana diatur oleh undang-undang.

"Pemprov dapat menggunakan mekanisme pergeseran anggaran untuk mengakomodir kegiatan yang belum dibayarkan. Nantinya, laporan akan disampaikan kepada Komisi IV DPRD Riau," jelas Manahara.

Manahara juga mengungkapkan bahwa pekerjaan yang belum dibayarkan mayoritas berasal dari kontraktor kecil. "Kontraktor kecil ini yang sangat terdampak. Jika dibayar di akhir tahun 2025, mereka pasti kesulitan. Kalau kontraktor besar mungkin masih bisa dimaklumi," ujarnya.

Meski demikian, penyebab utama kekurangan anggaran ini masih menjadi tanda tanya. "Komisi IV belum mendapatkan informasi pasti terkait alasan kekurangan anggaran ini. Nantinya, Komisi III atau Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) akan mendalami hal ini untuk mencari tahu penyebabnya," tutup politisi Demokrat tersebut. (***)

Sumber: Goriau



 
Berita Lainnya :
  • Tunda Bayar Proyek di PUPR Riau Capai Rp382 Miliar, Pemprov Siapkan 2 Opsi Untuk Atasi
  •  
    Komentar Anda :

     
     
     
     
    TERPOPULER
    1 Anak SMA ini Mengaku Dengan "OM" atau "Pacar" Sama Enaknya, Simak Pengakuannya
    2 Azharisman Rozie Lolos Tujuh Besar Seleksi Sekdaprov Riau, 12 Orang Gugur
    3 Tingkatkan Pelayanan dan Tanggap dengan pengaduan masyarakat
    Lusa, Camat Bukit Raya Lauching Forum Diskusi Online
    4 Pemko Pekanbaru Berlakukan Syarat Jadi Ketua RT dan RW Wajib Bisa Operasikan Android
    5 Lima Negara Ini Di cap memiliki Tingkat Seks Bebas Tertinggi
    6 Inilah Pengakuan Istri yang Rela Digarap 2 Sahabat Suaminya
    7 Astagfirullah, Siswi Di Tanggerang Melahirkan Di Tengah Kebun Dan Masih Memakai Seragam
    8 Selingkuh, Oknum PNS Pemprov Riau Dipolisikan Sang Istri
    9 Langkah Cepat Antisipasi Banjir, PU Bina Marga Pekanbaru Lakukan Peremajaan Parit-parit
    10 Dosen Akper Mesum Dengan Mahasiswinya di Kerinci Terancam Dipecat
     
    Pekanbaru Rohil Opini
    Redaksi Disclaimer Pedoman Tentang Kami Info Iklan
    © 2015-2022 PT. Alfagaba Media Group, All Rights Reserved