Jelang Pelantikan Gubernur dan Wakil Gubernur, Isu Perombakan Eselon II Semakin Mencuat, Begini Kata Pengamat
Senin, 30-12-2024 - 15:32:11 WIB
Riau12.com-PEKANBARU – Isu perombakan pejabat eselon II di lingkungan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau semakin hangat diperbincangkan jelang pelantikan Gubernur dan Wakil Gubernur Riau terpilih, Abdul Wahid dan SF Hariyanto. Spekulasi mengenai pejabat yang berpotensi non-job pasca pelantikan terus berkembang.
Pengamat hukum, Dr. Ragil Ibnu Hajar, M.Kn mengatakan, perombakan struktur pejabat merupakan hal wajar setiap terjadi pergantian kepemimpinan. "Ini sesuatu yang biasa ketika ada perubahan rezim," ungkap alumni Universitas Islam Riau (UIR) tersebut kepada GoRiau.com, Senin (30/12/2024).
Ia menambahkan, praktik lobi dalam politik juga menjadi hal yang sulit dihindari. “Lobi adalah bagian dari dinamika politik. Namun, kita harapkan prioritas tetap pada profesionalisme, sehingga pejabat eselon II yang terpilih benar-benar memiliki kompetensi,†ujarnya.
Dr. Ragil menjelaskan bahwa proses pengisian jabatan eselon II memerlukan waktu dan harus melalui persetujuan dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) sesuai regulasi. Ia berharap kepemimpinan Abdul Wahid dan SF Hariyanto dapat menempatkan individu yang profesional di posisi strategis.
“Masyarakat Riau ingin melihat roda pemerintahan dan perekonomian berjalan lancar di bawah kepemimpinan baru ini,†katanya.
Menurut Dr. Ragil, duet Abdul Wahid dan SF Hariyanto adalah kombinasi ideal antara politisi dan birokrat. "Abdul Wahid akan memiliki kemampuan menyaring secara politis, sementara SF Hariyanto memahami kompetensi individu yang layak mengisi posisi eselon II," jelasnya. (***)
Sumber: Goriau
Komentar Anda :