www.riau12.com
Minggu, 30-08-2026 | Jam Digital
20:52 WIB - Penutupan MTABS SMA Islam Al Azhar 24 Cigombong Meriah, Tokoh Agama hingga Aparat Hadir | 17:34 WIB - Bunda Literasi Kampar Luncurkan Buku Candi Muara Takus, Anak Diajak Cinta Sejarah Sejak Dini | 17:08 WIB - Rapat Banggar DPRD Riau Diwarnai Ketegangan, Adu Argumentasi Dua Legislator Berujung Skorsing | 16:49 WIB - Workshop BRK Syariah Bekali UMKM Kelola Keuangan Digital, Akses Pembiayaan Makin Mudah | 16:36 WIB - DPRD Pekanbaru Usul Pendataan Anak Putus Sekolah Diperkuat dengan Peran RT/RW | 15:45 WIB - Diduga Standing Motor di Jembatan, Pemuda Kampar Ditemukan Tewas di Sungai usai Hilang 3 Hari
 
Kuota Tambahan BBM Sebanyak 4.000 Kiloliter Tak Mengurangi Antrian Kendaraan di Beberapa SPBU di Riau
Sabtu, 21-12-2024 - 14:32:42 WIB

TERKAIT:
   
 

PEKANBARU-Riau12.com - Kuota tambahan Bahan Bakar Minyak (BBM) sebanyak 4.000 kiloliter (kl) di Provinsi Riau sudah dikucurkan Pertamina ke Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) yang membutuhkan sejak Kamis (19/12). Tapi, antrean kendaraan masih terjadi di beberapa SPBU.

Tak hanya di Pekanbaru, antrean mengular juga terjadi di Kabupaten Kuantan Singingi. “Penambahan tersebut (solar) sudah dilakukan dengan persetujuan dari regulator dalam hal ini BPH Migas,” ujar Area Manager Commrel and CSR PT Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut, Susanto August Satria.

Hal senada juga dikatakan Sales Branch Manager Riau 1 Field Pertamina Indra Pratama. Menurutnya dalam kurun tanggal 19-20 Desember 2024, penambahan kuota sudah dikucurkan di SPBU yang membutuhkan. “Kita langsung kucurkan ke SPBU yang membutuhkan,” ujarnya.

Penambahan kuota sebesar 4.000 kl untuk Provinsi Riau dan 1.500 kl untuk Pekanbaru dinilainya mencukupi. Ia menambahkan bahwa penyaluran akan berlangsung efektif hingga 31 Desember 2024. “Penambahan hanya 10 sampai 14 hari ke depan. Hingga akhir tahun yakni 31 Desember 2024,” lanjutnya.

Diharapkan, penambahan volume BBM ini menjadi solusi dari antrean BBM yang dikatakannya sebagai siklus tahunan selalu terjadi atau seasonality. Pihaknya juga mengimbau masyarakat untuk tidak membeli secara berlebihan atau panic buying. “Pembatasan pembelian dari diri sendiri saja. Beli secukupnya,” imbaunya.

Hingga kemarin, antrean kendaraan masih terjadi di SPBU Jalan Air Hitam dan SM Amin Pekanbaru. Pantauan Riau Pos, di SPBU Jalan Air Hitam, antrean truk cold diesel dan truk logistik mengular sangat panjang. Dari akses masuk SPBU ini, truk-truk antre hingga dit epian ruas jalan.

Antrean mencapai hingga sekitar 100 meter. “Sudah sejak pagi tadi (kemarin, red) antre, sabar saja yang penting stok solar di SPBU masih ada,” ujar Tamirin, salah seroang sopir truk yang masih bisa istirahat bersandar di pohon dekat tepian jalan itu.

Beberapa sopir juga memutuskan untuk istirahat di luar truknya karena antrean masih cukup panjang. Sebagian sopir lainnya ada yang belanja ke kedai di tepian jalan. “Bingung juga kami kenapa bisa antre sampai panjang. Tadi (kemarin, red) dapat informasi kalau solar ada (SPBU), malahan kawan sudah isi barusan. Ya dia ikut antrean juga,” tambah Edi sopir lainnya.

Antrean truk juga terjadi di SPBU Jalan SM Amin (dekat kantor pajak). Belasan truk terparkir di tepian jalan di luar SPBU. Pasalnya, SPBU ini sudah tidak punya stok solar lagi. “Kita parkir dulu, solar kosong di SPBU ini,” ujar Feri, sopir truk ini. Petugas SPBU yang tak mau menyebut namanya ini mengatakan stok solar memang sudah kosong. “Solar belum datang,” ujarnya singkat.

Antrean panjang kendaraan yang menggunakan solar juga masih terjadi hampir di SPBU Jalan Imam Munandar/Harapan Raya hingga sore kemarin. Begitu juga yang terjadi di SPBU Pandau Jalan Lintas Pasir Putih. Kendaraan truk bertonase besar tampak mengantri untuk mengisi solar.

Bahkan di beberapa SPBU, seperti di SPBU Jalan Kaharuddin Nasution, Jalan Kelapa Sawit, dan Jalan Riau terlihat pada sore hari tidak menjual solar karena kehabisan stok.

Salah seorang petugas SPBU di Jalan Kaharuddin Nasution yang namanya enggan disebutkan mengatakan, pihaknya tidak menjual BBM jenis solar karena kehabisan kuota. “Iya, untuk solar lagi kosong karena kuotanya habis. Mungkin malam nanti (kemarin, red) baru masuk lagi,” katanya kepada Riau Pos.

Zal, salah seorang sopir kendaraan truk colt diesel mengatakan, harus mengantri berjam-jam agar bisa mendapatkan solar. “Masih sulit untuk dapatkan solar. Harus sabar antre, kalau nggak, nanti bisa nggak dapat, dan kehabisan stok. Kalau kehabisan hari ini terpaksa besok antre lagi. Mau tidak mau ya harus antrelah,” ujarnya.

Selain di Pekanbaru, kesulitan mendapatkan solar juga terjadi di wilayah Kabupaten Kuansing. Para sopir kendaraan harus rela antre berjam-jam, bahkan dari pagi hingga malam. Parahnya, ketika giliran mereka tiba di mesin pompa, solar yang mereka tunggu habis.

Kondisi itu membuat warga ada yang membawa mobilnya pulang dan ada yang coba bertahan dengan memperkirakan kendaraannya itu di posisi antre. Mereka yang tinggal di sekitaran Telukkuantan memilih pulang ke rumah sampai ada pemberitahuan bahwa solar sudah masuk. 

Kondisi ini semakin parah, manakala sejak solar tidak masuk di SPBU Sitorajo Kari. Dari beberapa pengecer minyak di sekitar SPBU, kondisi itu sudah berlangsung selama tiga pekan.  Makanya, antrean kendaraan tidak terelakkan di SPBU Sungai Jering dan SPBU Kebun Nenas. Pantauan Riau Pos di lapangan, sopir mobil terkadang tidak punya pilihan. Mereka memilih tetap menunggu solar masuk. Sebab, jarak SPBU selanjutnya di Kuansing rute Telukkuantan-Pekanbaru hanya ada di Logas Kecamatan Singingi dan Koto Baru Kecamatan Singingi Hilir. 

“Kami terpaksa memilih tetap bertahan di SPBU. Kadang, mobil saya tinggal di SPBU dulu dan pulang ke rumah,” kata Verdi, salah seorang sopir cold diesel yang antre di SPBU Kebun Nenas, Jumat (20/12). 

Mobil cold diesel yang dibawanya digunakan untuk mengangkut sawit petani ke pabrik kelapa sawit (PKS). Itu dilakukannya hampir setiap hari. Dalam sepekan, dia perlu isi solar empat kali. Kondisi solar yang sulit sekarang, ikut menganggu aktivitasnya. Dia pun tak tahu apa engapa solar bisa antre separah ini sekarang. 

Kondisi ini juga dialami Yondi Murat, pemilik mobil Pajero Sport dan mobil double cabin. “Kemaren solar tidak masuk sampai malam. Padahal sudah antre. Karena tak masuk, saya pilih pulang ke rumah dulu. Kebetulan, minyak mobil masih cukup untuk hari ini (kemarin, red),” ujarnya.

Dia pun sudah melihat ke SPBU Kebun Nenas. Di sini ada solar. Tetapi antrean panjang hingga ke pinggir jalan. Dipenuhi, truk, colt diesel, L 300 dan kendaraan lainnya yang berbahan bakar solar.  Yondi berharap pemerintah merespona cepat dengan kondisi sekarang.

Karena itu menyangkut hidup masya­rakat banyak, aktivitas masyarakat banyak. Petugas SPBU yang ditanyai Riau Pos di lapangan, tak mau menjawab. Dan lebih memilih diam dan mengatakan tidak tahu.(***)

Sumber: Riaupos



 
Berita Lainnya :
  • Kuota Tambahan BBM Sebanyak 4.000 Kiloliter Tak Mengurangi Antrian Kendaraan di Beberapa SPBU di Riau
  •  
    Komentar Anda :

     
     
     
     
    TERPOPULER
    1 Anak SMA ini Mengaku Dengan "OM" atau "Pacar" Sama Enaknya, Simak Pengakuannya
    2 Azharisman Rozie Lolos Tujuh Besar Seleksi Sekdaprov Riau, 12 Orang Gugur
    3 Tingkatkan Pelayanan dan Tanggap dengan pengaduan masyarakat
    Lusa, Camat Bukit Raya Lauching Forum Diskusi Online
    4 Pemko Pekanbaru Berlakukan Syarat Jadi Ketua RT dan RW Wajib Bisa Operasikan Android
    5 Lima Negara Ini Di cap memiliki Tingkat Seks Bebas Tertinggi
    6 Inilah Pengakuan Istri yang Rela Digarap 2 Sahabat Suaminya
    7 Astagfirullah, Siswi Di Tanggerang Melahirkan Di Tengah Kebun Dan Masih Memakai Seragam
    8 Selingkuh, Oknum PNS Pemprov Riau Dipolisikan Sang Istri
    9 Langkah Cepat Antisipasi Banjir, PU Bina Marga Pekanbaru Lakukan Peremajaan Parit-parit
    10 Dosen Akper Mesum Dengan Mahasiswinya di Kerinci Terancam Dipecat
     
    Pekanbaru Rohil Opini
    Redaksi Disclaimer Pedoman Tentang Kami Info Iklan
    © 2015-2022 PT. Alfagaba Media Group, All Rights Reserved