www.riau12.com
Selasa, 01-09-2026 | Jam Digital
20:52 WIB - Penutupan MTABS SMA Islam Al Azhar 24 Cigombong Meriah, Tokoh Agama hingga Aparat Hadir | 17:34 WIB - Bunda Literasi Kampar Luncurkan Buku Candi Muara Takus, Anak Diajak Cinta Sejarah Sejak Dini | 17:08 WIB - Rapat Banggar DPRD Riau Diwarnai Ketegangan, Adu Argumentasi Dua Legislator Berujung Skorsing | 16:49 WIB - Workshop BRK Syariah Bekali UMKM Kelola Keuangan Digital, Akses Pembiayaan Makin Mudah | 16:36 WIB - DPRD Pekanbaru Usul Pendataan Anak Putus Sekolah Diperkuat dengan Peran RT/RW | 15:45 WIB - Diduga Standing Motor di Jembatan, Pemuda Kampar Ditemukan Tewas di Sungai usai Hilang 3 Hari
 
Pengamat Sebut Ini Salah Satu Warisan Pemerintahan Jokowi yang Buat Demokrasi Jadi Terdistorsi, Khususnya di Daerah
Kamis, 07-11-2024 - 15:34:55 WIB

TERKAIT:
   
 

Riau12.com-PEKANBARU - Pemerintahan Presiden Jokowi dinilai masih menyisakan warisan, yang sekaligus menjadi salah satu sebab terjadinya distorsi pada demokeasi di Tanah Air, khususnya di daerah. Salah satunya adalah terkait penempatan para penjabat (Pj) kepala daerah dengan dalih untuk kepentingan Pilpres dan Pilkada serentak.

Penilaian itu dilontarkan Andree Armilis, dari Lingkar Studi Marpoyan Circle Indonesia (MCI) yang juga alumnus sosiologi UGM kepada GoRiau.com, Rabu (6/11/2024).

Dikatakannya, para Pj yang ditempatkan pemerintah pusat tersebut, memiliki sejumlah kekurangan yang cukup signifikan, diantaranya, meski mereka dibackup aturan secara formal, tetap saja mereka kekurangan legitimasi secara demokratis. Selain itu, para Pj tersebut juga disebutnya tidak punya akar secara sosiologis.

Apalagi, keberadaan mereka juga berbalik 180 derajat dengan semangat desentralisasi dan otonomi daerah. “Padahal, dua unsur ini merupakan salah satu nafas utama kehidupan bernegara kita pasca reformasi,” ujar Andree.

Menurut Andree, para Pj kepala daerah juga bukan orang yang mengemban amanah rakyat lewat pemilihan umum. Melainkan hanya perpanjangan tangan pemerintah pusat. Selain itu mereka juga tidak memiliki akar sosial yang cukup di masyarakat tempatan.

Bahkan anehnya, di antara penjabat ini ada orang luar yang sebelumnya tidak pernah sama sekali bersentuhan dengan daerah yang dipimpinnya.

Oleh sebab itu, Andree mengatakan, para Pj kepala daerah tersebut mesti ‘tahu diri’. Dalam hal ini mereka hendaknya memiliki rasa segan dan malu.

Sebagai pemimpin less-legitimate, jangan bertingkah seperti pemimpin asli hasil pilihan rakyat, ujarnya.

Namun demikian, Andree menilai para Pj kepala daerah tersebut sebenarnya bisa memberikan dampak positif, khususnya bagi perkembangan daerah dan masyarakatnya.

“Ini bisa terjadi jika mereka sanggup membayar kekurangan legitimasinya itu dengan prestasi kerja. Sehingga anomali demokrasi yang dilakukan negara via Kemendagri ini tidak begitu berbekas buruk bagi kehidupan berbangsa dan bernegara, khususnya di daerah,” ujarnya lagi.

Kalaupun belum mampu memenuhi hal itu, setidaknya seorang Pj kepala daerah bisa tampil sebagai sosok yang menenangkan, tidak bikin masalah dan kegaduhan.

“Saat-saat sekarang misalnya, cukup menjadi pelaksana pekerjaan harian dan memastikan jalannya Pilkada secara baik dan damai. Begitu saja cukup,” debutnya.

Tentu akan semakin baik jika Pj kepala daerah bisa memberikan kontribusi terhadap daerah yang dipimpinnya,

Hal itu mengingat amanah yang diberikan oleh pemerintah pusat adalah agar roda pemerintahan tetap berjalan. Selain itu jangan sampai masyarakat jadi terabaikan dan tetap terjamin hak-haknya seperti pelayanan, kesehatan, kesejahteraan, dan lainnya.(***)

Sumber: Goriau



 
Berita Lainnya :
  • Pengamat Sebut Ini Salah Satu Warisan Pemerintahan Jokowi yang Buat Demokrasi Jadi Terdistorsi, Khususnya di Daerah
  •  
    Komentar Anda :

     
     
     
     
    TERPOPULER
    1 Anak SMA ini Mengaku Dengan "OM" atau "Pacar" Sama Enaknya, Simak Pengakuannya
    2 Azharisman Rozie Lolos Tujuh Besar Seleksi Sekdaprov Riau, 12 Orang Gugur
    3 Tingkatkan Pelayanan dan Tanggap dengan pengaduan masyarakat
    Lusa, Camat Bukit Raya Lauching Forum Diskusi Online
    4 Pemko Pekanbaru Berlakukan Syarat Jadi Ketua RT dan RW Wajib Bisa Operasikan Android
    5 Lima Negara Ini Di cap memiliki Tingkat Seks Bebas Tertinggi
    6 Inilah Pengakuan Istri yang Rela Digarap 2 Sahabat Suaminya
    7 Astagfirullah, Siswi Di Tanggerang Melahirkan Di Tengah Kebun Dan Masih Memakai Seragam
    8 Selingkuh, Oknum PNS Pemprov Riau Dipolisikan Sang Istri
    9 Langkah Cepat Antisipasi Banjir, PU Bina Marga Pekanbaru Lakukan Peremajaan Parit-parit
    10 Dosen Akper Mesum Dengan Mahasiswinya di Kerinci Terancam Dipecat
     
    Pekanbaru Rohil Opini
    Redaksi Disclaimer Pedoman Tentang Kami Info Iklan
    © 2015-2022 PT. Alfagaba Media Group, All Rights Reserved