www.riau12.com
Selasa, 01-09-2026 | Jam Digital
20:52 WIB - Penutupan MTABS SMA Islam Al Azhar 24 Cigombong Meriah, Tokoh Agama hingga Aparat Hadir | 17:34 WIB - Bunda Literasi Kampar Luncurkan Buku Candi Muara Takus, Anak Diajak Cinta Sejarah Sejak Dini | 17:08 WIB - Rapat Banggar DPRD Riau Diwarnai Ketegangan, Adu Argumentasi Dua Legislator Berujung Skorsing | 16:49 WIB - Workshop BRK Syariah Bekali UMKM Kelola Keuangan Digital, Akses Pembiayaan Makin Mudah | 16:36 WIB - DPRD Pekanbaru Usul Pendataan Anak Putus Sekolah Diperkuat dengan Peran RT/RW | 15:45 WIB - Diduga Standing Motor di Jembatan, Pemuda Kampar Ditemukan Tewas di Sungai usai Hilang 3 Hari
 
Kabar Gembira
Kelahiran Bayi Gajah Sumatera di Riau, Simbol Keberhasilan Konservasi di TWA Buluh Cina
Selasa, 05-11-2024 - 14:12:01 WIB

TERKAIT:
   
 

Riau12.com-PEKANBARU - Dunia konservasi Indonesia menerima kabar gembira dengan kelahiran seekor bayi gajah Sumatera (Elephas maximus sumatranus) di Taman Wisata Alam (TWA) Buluh Cina, Kabupaten Kampar.

Bayi gajah ini lahir pada tanggal 4 November 2024, sekitar pukul 01.00 WIB, dan menjadi simbol keberhasilan upaya pelestarian gajah di wilayah tersebut.

Kepala Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau, Genman Suhefti Hasibuan menjelaskan, bayi gajah tersebut merupakan keturunan induk gajah betina bernama Ngatini, yang berusia 24 tahun, dan pejantan bernama Robin, berumur 25 tahun.

Menurutnya, kondisi kelahiran ini adalah momen yang sangat dinanti tim konservasi di Riau, yang terus berupaya menjaga kelestarian populasi gajah Sumatera yang terancam punah.

"Anak gajah ini lahir dengan berat sekitar 104 kg, lingkar dada 112 cm, dan tinggi bahu 83 cm," ujar Genman dilansir mcr, Selasa (5/11/2024).

“Kondisinya sangat sehat dan sudah aktif menyusui sejak dilahirkan. Sang induk, Ngatini, juga berada dalam keadaan baik pasca melahirkan,” sambungnya.

Ngatini sendiri memiliki cerita yang unik. Pada 2005, ia berhasil diselamatkan dari konflik dengan manusia di wilayah Bencah Kelubi, Tapung, Kampar.

Setelah peristiwa penyelamatan itu, Ngatini tinggal di Pusat Latihan Gajah (PLG) Minas hingga akhirnya dipindahkan ke TWA Buluh Cina pada 2017.

Pemindahan ini, menurut Genman, bertujuan untuk meningkatkan keanekaragaman hayati di kawasan konservasi tersebut, serta memberikan tempat yang aman bagi gajah-gajah seperti Ngatini untuk berkembang biak.

Kehadiran bayi gajah ini pun tidak lepas dari perhatian tim medis yang memastikan kesehatannya dan induknya tetap terjaga.

Setelah melahirkan, Ngatini mendapatkan perawatan intensif, termasuk vitamin dan obat-obatan pendukung yang diperlukan.

Langkah ini menjadi bagian penting dalam menjaga kesehatan induk serta mendorong pertumbuhan bayi gajah secara optimal.

"Kelahiran bayi gajah ini semakin memperkaya keanekaragaman hayati di TWA Buluh Cina dan menunjukkan keberhasilan upaya konservasi gajah Sumatera di Provinsi Riau," pungkasnya.(***)

Sumber: halloriau



 
Berita Lainnya :
  • Kelahiran Bayi Gajah Sumatera di Riau, Simbol Keberhasilan Konservasi di TWA Buluh Cina
  •  
    Komentar Anda :

     
     
     
     
    TERPOPULER
    1 Anak SMA ini Mengaku Dengan "OM" atau "Pacar" Sama Enaknya, Simak Pengakuannya
    2 Azharisman Rozie Lolos Tujuh Besar Seleksi Sekdaprov Riau, 12 Orang Gugur
    3 Tingkatkan Pelayanan dan Tanggap dengan pengaduan masyarakat
    Lusa, Camat Bukit Raya Lauching Forum Diskusi Online
    4 Pemko Pekanbaru Berlakukan Syarat Jadi Ketua RT dan RW Wajib Bisa Operasikan Android
    5 Lima Negara Ini Di cap memiliki Tingkat Seks Bebas Tertinggi
    6 Inilah Pengakuan Istri yang Rela Digarap 2 Sahabat Suaminya
    7 Astagfirullah, Siswi Di Tanggerang Melahirkan Di Tengah Kebun Dan Masih Memakai Seragam
    8 Selingkuh, Oknum PNS Pemprov Riau Dipolisikan Sang Istri
    9 Langkah Cepat Antisipasi Banjir, PU Bina Marga Pekanbaru Lakukan Peremajaan Parit-parit
    10 Dosen Akper Mesum Dengan Mahasiswinya di Kerinci Terancam Dipecat
     
    Pekanbaru Rohil Opini
    Redaksi Disclaimer Pedoman Tentang Kami Info Iklan
    © 2015-2022 PT. Alfagaba Media Group, All Rights Reserved