Gawat, Minyak Riau Terus Disedot, DBH Tetap Turun Rp1 Triliun
Selasa, 10-11-2015 - 12:52:20 WIB
PEKANBARU, Riau12.com-Meski menjadi salah satu provinsi penyumbang minyak dan gas, Dana Bagi Hasil (DBH) sektor Migas Provinsi Riau tetap mengalami penurunan sebesar Rp1 triliun lebih atau 25,45 persen. Dimana semula sebesar Rp4,106 triliun kemudian menjadi Rp3,127 triliun.
Diklaim, hal ini disebabkan penurunan pendapatan daerah merupakan implikasi penyesuaian target penerima dana perimbangan, khususnya dana bagi hasil DBH Migas.
Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Riau, H Arsyadjuliandi Rachman, mengungkapkan, angka semula tersebut merupakan proyeksi ketika penyusunan APBD murni 2015.
"Perkiraan penerimaan dari DBH Sumberdaya Alam Migas berdasarkan harga minyak dunia pada posisi US$ 105 per barel. Pada RAPBDP kali ini, dengan turunnya harga minyak dunia asumsi didasarkan pada harga minyak US$ 70 per barel," kata Andi Rachman.
Rendahnya harga minyak dunia ini masih akan tetap berlanjut mengingat pasokan yang masih berlebih.
"Seperti dengan adanya potensi pemanfaatan Shale Oil dan Shale Gas, maka juga mempengaruhi perekonomian Riau," tukas Andi.
Secara keseluruhan pendapatan Riau pada RAPBDP yang disampaikannya mengalami penurunan Rp1 triliun lebih. Dari awalnya di APBD murni senilai Rp8,71 triliun menjadi Rp7,407 triliun, berkurang 15 persen atau turun Rp1,14 triliun.
Selain itu, Pendapatan Asli Daerah juga mengalami penurunan dari Rp3,656 triliun menjadi Rp3,407 triliun.
Meski pendapatan turun, RAPBDP Riau 2015 sendiri malah diproyeksikan dengan angka hampir mendekati Rp11,4 triliun atau meningkat dari APBD murni sebesar Rp10,7 triliun.
Anggaran bisa mencapai angka Rp11,4 triliun dengan tambahan pendapatan lain-lain sebesar Rp871,7 miliar dan pembiayaan daerah dari sisa lebih anggaran tahun sebelumnya berdasarkan hasil audit yakni sebesar Rp3,980 triliun.(r12/hr)
Komentar Anda :