www.riau12.com
Selasa, 01-09-2026 | Jam Digital
20:52 WIB - Penutupan MTABS SMA Islam Al Azhar 24 Cigombong Meriah, Tokoh Agama hingga Aparat Hadir | 17:34 WIB - Bunda Literasi Kampar Luncurkan Buku Candi Muara Takus, Anak Diajak Cinta Sejarah Sejak Dini | 17:08 WIB - Rapat Banggar DPRD Riau Diwarnai Ketegangan, Adu Argumentasi Dua Legislator Berujung Skorsing | 16:49 WIB - Workshop BRK Syariah Bekali UMKM Kelola Keuangan Digital, Akses Pembiayaan Makin Mudah | 16:36 WIB - DPRD Pekanbaru Usul Pendataan Anak Putus Sekolah Diperkuat dengan Peran RT/RW | 15:45 WIB - Diduga Standing Motor di Jembatan, Pemuda Kampar Ditemukan Tewas di Sungai usai Hilang 3 Hari
 
Pengamat Sebut Sumber Biaya Pembangun Riau Jangan Andalkan APBD Saja, Namun Datangkan dari APBN dari DIPA
Jumat, 01-11-2024 - 11:33:05 WIB

TERKAIT:
   
 

Riau12.com - Pengamat Ekonomi Universitas Riau (UNRI), Dahlan Tampubolon mengatakan pembangunan yang ada di Provinsi Riau alangkah baiknya tak mengandalkan APBD Riau saja. 

Melainkan perlu adanya sokongan APBN yang bersumber dari Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA). 

DIPA adalah dokumen pelaksanaan anggaran yang disusun oleh Pengguna Anggaran/Kuasa Pengguna Anggaran.

Dikatakannya, anggaran DIPA tersebut didapatkan dengan cara lobi antara badan penghubung dengan Pemerintah Pusat. 

"Saya ceritakan seperti ini ya, APBN kita banyak. Sedangkan kita dapat jatah sedikit. Kita punya badan penghubung di Jakarta, jadi apa kerjanya? Kalau hanya antar jemput pejabat, menyiapkan penginapan, mending kasih saja SPPD," kata Dahlan. 

Bappeda hendaknya sebagai konseptor menyiapkan dokumen perencanaan pembangunan secara kelembagaan. 

Tentunya hasil perencanaan tersebut disodorkan ke Jakarta untuk nantinya dibantu dengan badan penghubung sehingga anggaran DIPA tersebut cair. 

Kemudian Provinsi Riau hendaknya mencari proyek strategis nasional (PSN) untuk mendapatkan dana dari pusat. 

"Cari sumber sumber APBN, siapkan dokumen proyek strategi nasional (PSN), jangan sampai terlambat," katanya. 

Menurutnya masyarakat Riau terlena dengan dana bagi hasil (DBH) sawit dan migas saja. 

"Saya masalah dana bagi hasil, kita terlena, senang, padahal dapatnya sedikit," kata Dahlan

Sumber pembiayaan pembangunan di Riau juga datang dari CSR perusahaan, namun tak bisa juga diandalkan, mengingat menurutnya CSR kebanyakan hanya dalam bentuk pengabdian kegiatan dan program. 

"CSR sumber pembiayaan yang sangat bermanfaat, duitnya banyak tapi keluar ketika perlu saja, ada kegiatan seperti pendirian masjid," sebutnya.(***)

Sumber: Riaumandiri



 
Berita Lainnya :
  • Pengamat Sebut Sumber Biaya Pembangun Riau Jangan Andalkan APBD Saja, Namun Datangkan dari APBN dari DIPA
  •  
    Komentar Anda :

     
     
     
     
    TERPOPULER
    1 Anak SMA ini Mengaku Dengan "OM" atau "Pacar" Sama Enaknya, Simak Pengakuannya
    2 Azharisman Rozie Lolos Tujuh Besar Seleksi Sekdaprov Riau, 12 Orang Gugur
    3 Tingkatkan Pelayanan dan Tanggap dengan pengaduan masyarakat
    Lusa, Camat Bukit Raya Lauching Forum Diskusi Online
    4 Pemko Pekanbaru Berlakukan Syarat Jadi Ketua RT dan RW Wajib Bisa Operasikan Android
    5 Lima Negara Ini Di cap memiliki Tingkat Seks Bebas Tertinggi
    6 Inilah Pengakuan Istri yang Rela Digarap 2 Sahabat Suaminya
    7 Astagfirullah, Siswi Di Tanggerang Melahirkan Di Tengah Kebun Dan Masih Memakai Seragam
    8 Selingkuh, Oknum PNS Pemprov Riau Dipolisikan Sang Istri
    9 Langkah Cepat Antisipasi Banjir, PU Bina Marga Pekanbaru Lakukan Peremajaan Parit-parit
    10 Dosen Akper Mesum Dengan Mahasiswinya di Kerinci Terancam Dipecat
     
    Pekanbaru Rohil Opini
    Redaksi Disclaimer Pedoman Tentang Kami Info Iklan
    © 2015-2022 PT. Alfagaba Media Group, All Rights Reserved