www.riau12.com
Selasa, 01-09-2026 | Jam Digital
20:52 WIB - Penutupan MTABS SMA Islam Al Azhar 24 Cigombong Meriah, Tokoh Agama hingga Aparat Hadir | 17:34 WIB - Bunda Literasi Kampar Luncurkan Buku Candi Muara Takus, Anak Diajak Cinta Sejarah Sejak Dini | 17:08 WIB - Rapat Banggar DPRD Riau Diwarnai Ketegangan, Adu Argumentasi Dua Legislator Berujung Skorsing | 16:49 WIB - Workshop BRK Syariah Bekali UMKM Kelola Keuangan Digital, Akses Pembiayaan Makin Mudah | 16:36 WIB - DPRD Pekanbaru Usul Pendataan Anak Putus Sekolah Diperkuat dengan Peran RT/RW | 15:45 WIB - Diduga Standing Motor di Jembatan, Pemuda Kampar Ditemukan Tewas di Sungai usai Hilang 3 Hari
 
Suhu di Pekanbaru Capai 35°C., Indeks Sinar UV Masuk Level Ekstrem dan Berbahaya Bagi Kulit Manusia
Senin, 28-10-2024 - 14:15:40 WIB

TERKAIT:
   
 

PEKANBARU-Riau12.com- Pada siang hari, sempat menyentuh di angka 35°C. Tak kalah ekstrem, indeks UV (ultraviolet) angkanya mencapai level 11 atau sudah ekstrem dan berbahaya bagi kulit manusia.

Indeks sinar UV pada level 11 di Pekanbaru terjadi sekitar pukul 11.00 WIB-12.40 WIB. Pada waktu sinar UV di level 11 tersebut, suhu udara Pekanbaru tercatat 33°C-34°C hingga angka 35°C pada pukul 12.37 WIB.

Menurut Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), jika angka indeks UV sudah 11 ke atas, sudah ekstrem untuk terpapar sinar matahari. Sebelumnya, pada Sabtu (26/10), indeks sinar UV levelnya di angka 9 atau di atas sangat tinggi, namun belum ekstrem.

Berdasarkan Indeks UV Organisasi Kesehatan Dunia (UVI) yang mengukur radiasi ultraviolet, semakin tinggi UVI, maka semakin besar potensi merusaknya dan semakin cepat kerusakan terjadi.

Pengukuran radiasi UVI ini dapat membantu kapan saatnya harus melindungi diri dari matahari dan kapan saatnya menghindari aktivitas di luar rumah.

Organisasi kesehatan dunia (WHO) pun menganjurkan penggunaan kaca mata hitam, tabir surya, topi, dan pakaian yang melindungi ketika level UV berada pada angka 3 atau lebih.

BMKG menerangkan, Indeks UV adalah angka tanpa satuan untuk menjelaskan tingkat paparan radiasi sinar ultraviolet yang berkaitan dengan kesehatan manusia. Dengan mengetahui UV indeks maka kita bisa memantau tingkat sinar ultraviolet yang bermanfaat dan yang dapat membahayakan.

Setiap skala ada UV Indeks setara dengan 0.025 Wm2 radiasi sinar ultraviolet. Skala tersebut diperoleh berdasarkan fluks spektral radiasi UV dengan fungsi yang sesuai dengan efek fotobiologis pada kulit manusia, terintegrasi antara 250 dan 400 nm.

Dinas Kesehatan (Diskes) Kota Pekanbaru mengimbau kepada masyarakat untuk memperbanyak minum air dalam menghadapi cuaca panas yang melanda Kota Bertuah saat ini dan diminta waspadai dehidrasi.

“Untuk menjaga masyarakat tetap sehat dan terhidrasi menghadapi cuaca panas, yang paling penting cukup minum air putih,” ujar Sekretaris Diskes Pekanbaru Fira, Ahad (27/10).

Dalam kondisi normal konsumsi minum air putih mencapai delapan gelas dalam sehari. Saat cuaca panas sekarang ini, konsumsi air putih dianjurkan bisa ditambah banyak lagi. Apalagi saat mengalami kehausan.

Dirinya juga menyarankan saat keluar ruangan memakai masker

“Jika tidak penting, jangan berada di luar rumah atau ruangan terlalu lama. Karena bisa terpapar sinar matahari yang panas,” tambahnya.

Terkait cuaca panas tersebut, Diskes Pekanbaru belum merekomendasikan untuk dihentikan kegiatan belajar mengajar karena masih dalam batas normal.

“Belum (koordinasi dengan Disdik). Yang penting untuk banyak minum air putih dan kurang keluar ruangan,” terangnya.

Dirinya juga berharap kondisi cuaca saat ini tidak berdampak terhadap kesehatan. Cuaca panas bisa menyebabkan gangguan infeksi gangguan pernapasan akut (ISPA).

“Jaga kesehatan, imunitas, dan jangan sampai berdampak terhadap kesehatan. Pakai masker saat keluar rumah,” tuturnya.

Sementara itu, Pelaksana Harian (Plh) Kepala Dinas Kesehatan Riau drg Wan Fajriatul Mamnunah SpKG mengeluarkan pesan kesehatan kepada masyarakat agar menjaga kondisi kesehatannya.

“Di tengah kondisi cuaca yang sangat panas seperti saat ini, kami mengimbau seluruh masyarakat, khususnya anak-anak sekolah untuk tetap menjaga kesehatan dan mencegah dehidrasi,” katanya.

Beberapa langkah penting yang harus dilakukan di antaranya, pastikan anak-anak membawa air minum yang cukup saat pergi ke sekolah dan mengonsumsinya secara teratur agar tetap terhidrasi sepanjang hari.

“Selanjutnya mengenakan pakaian yang nyaman, ringan, dan menyerap keringat untuk mengurangi rasa panas dan menjaga suhu tubuh,” sebutnya.

Kemudian juga dapat mengindari aktivitas berat atau berlebihan di luar ruangan pada jam-jam terik, terutama antara pukul 10.00 WIB hingga 15.00 WIB. Masyarakat diimbau menggunakan pelindung diri seperti memakai topi atau payung saat berada di luar ruangan untuk melindungi diri dari paparan sinar matahari langsung.

Konsumsi makanan yang banyak mengandung air seperti buah dan sayur yang baik untuk menjaga hidrasi tubuh. Serta biasakan mencuci tangan dan menjaga kebersihan diri setelah aktivitas di luar ruangan agar tubuh tetap segar dan sehat.

“Semoga dengan mengikuti anjuran ini, anak-anak kita tetap sehat dan bisa beraktivitas dengan aman meskipun dalam kondisi cuaca yang panas. Mari kita bersama-sama menjaga kesehatan diri dan keluarga,” ajaknya.
Persediaan Air Mulai Menipis

Cuaca panas dengan suhu rata-rata 35°C di Riau dalam sepekan terakhir juga mulai berdampak terhadap persediaan air bersih warga. Ini dirasakan masyarakat di Dumai, khususnya mereka yang bergantung dengan air hujan.

Hal ini dirasakan Rahmawati (54), salah seorang warga Kelurahan Ratu Sima, Kecamatan Dumai Selatan yang kesehariannya dipergunakan oleh Rahmawati baik untuk memasak dan mencuci berasal dari guyuran hujan.

Rahmawati sempat merasa gembira lantaran terlihat langit mendung, Ahad (27/10) pagi kemarin.

‘’Semoga saja hujan. Soalnya sudah lama hujan tidak turun,’’ ujarnya. ‘’Kalau dalam sepekan ini tidak hujan, alamat kita terpaksa beli air,’’ tambahnya.

Hanya saja menjelang tengah hari, harapan yang didambakan Rahmawati langsung buyar. Awan mendung yang terlihat hilang dan berubah menjadi panas secara cepat.

‘’Cuaca hari ini (kemarin, red) memang cukup panas,’’ ujarnya.

Hal senada juga diungkapkan Lena (52), warga Kelurahan Dumai Barat. Air bersih yang dimiliki Lena juga berasal dari guyuran hujan yang ditampung dalam drum maupun tong air.

‘’Persediaan air bersih kita sudah menipis. Paling-paling bisa bertahan seminggu saja,’’ ujarnya.

Kepala Pelaksana (Kalaksa) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Dumai Irawan Sukma AP MSi melalui Kabid Logistik dan Kedaruratan Joko Susilo yang dihubungi Riau Pos mengatakan memang cuaca saat ini terasa panas.

Hasil pantauan, lanjut Joko, beberapa daerah rawan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) sudah benar-benar kering. Bahkan, beberapa kanal atau parit yang berada di daerah rawan karhutla kondisinya sudah tidak berair.

‘’Walaupun begitu, masih ada beberapa kanal maupun parit yang masih memiliki air,’’ kata Joko.

Sementara itu, BMKG Stasiun Meteorologi Kelas I Sultan Syarif Kasim SSK II Pekanbaru memprediksi muncul silkon tropis lainnya yang akan kembali berdampak pada cuaca di Riau. Namanya adalah Tropical Cyclone Kong Rey.

Forecaster On Duty BMKG Stasiun Meteorologi Kelas I Pekanbaru Bibin Sulianto mengatakan, diprediksi selama beberapa hari ke depan suhu udara di Riau ini masih tinggi dna ini terjadi karena adanya gangguan tekanan udara rendah di Perairan Filipina.

Hal inilah yang membuat terjadinya penarikan massa udara yang seharusnya berada di wilayah Indonesia, termasuk Riau. Gangguan tekanan udara rendah di Perairan Filipina tersebut membuat massa udara tertarik ke daerah yang saat ini mengalami Tropical Cyclone.

Tropical Cyclone merupakan badai dengan pergerakan angin memutar pada kecepatan yang tinggi yang berasal dari samudera di daerah tropis. Dari sisi intensitas atau kecepatan angin, fenomena pembentukan Tropical Cyclone ini terjadi secara bertahap.

Mulai dari skala kecil kecepatan angin rendah, hingga berkembang menjadi Tropical Cyclone dengan intensitas yang besar (hurricane atau typhoon).

Dua bahan dasar dari Tropical Cyclone adalah air samudera yang hangat dan angin yang berhembus. Seperti yang telah diketahui secara umum, daerah di sekitar garis khatulistiwa adalah daerah yang bertemperatur lebih tinggi dibandingkan daerah lain di bumi. 

Kini Tropical Cyclone Trami sudah terpantau memudar. Tapi, BMKG memprediksi terdapat potensi Tropical Cyclone Kong Rey muncul kembali di lautan Filipina sehingga kembali berdampak pada kondisi arah angin yang terpusat di sana.

Tropical Cyclone Kong Rey ini merupakan badai tropis yang terjadi di Laut Filipina, Ahad (27/10) sore waktu Jepang. Badai tropis ini memiliki kecepatan angin berkelanjutan 46 mil per jam. Dampak dari siklon ini diperkirakan akan berlangsung selama sepekan ke depan.

Hal ini membuat suhu panas di Riau masih berkisar 35°C. “Lamanya sekitar sepekan ke depan. Kalau tidak ada Tropical Cyclone Kong Rey, kami prakirakan hujan dalam pekan ini akan muncul. Karena muncul Tropical Cyclone Kong Rey maka hujan akan minim dalam sepekan ke depan,” tegasnya.(***)

Sumber: Riaupos



 
Berita Lainnya :
  • Suhu di Pekanbaru Capai 35°C., Indeks Sinar UV Masuk Level Ekstrem dan Berbahaya Bagi Kulit Manusia
  •  
    Komentar Anda :

     
     
     
     
    TERPOPULER
    1 Anak SMA ini Mengaku Dengan "OM" atau "Pacar" Sama Enaknya, Simak Pengakuannya
    2 Azharisman Rozie Lolos Tujuh Besar Seleksi Sekdaprov Riau, 12 Orang Gugur
    3 Tingkatkan Pelayanan dan Tanggap dengan pengaduan masyarakat
    Lusa, Camat Bukit Raya Lauching Forum Diskusi Online
    4 Pemko Pekanbaru Berlakukan Syarat Jadi Ketua RT dan RW Wajib Bisa Operasikan Android
    5 Lima Negara Ini Di cap memiliki Tingkat Seks Bebas Tertinggi
    6 Inilah Pengakuan Istri yang Rela Digarap 2 Sahabat Suaminya
    7 Astagfirullah, Siswi Di Tanggerang Melahirkan Di Tengah Kebun Dan Masih Memakai Seragam
    8 Selingkuh, Oknum PNS Pemprov Riau Dipolisikan Sang Istri
    9 Langkah Cepat Antisipasi Banjir, PU Bina Marga Pekanbaru Lakukan Peremajaan Parit-parit
    10 Dosen Akper Mesum Dengan Mahasiswinya di Kerinci Terancam Dipecat
     
    Pekanbaru Rohil Opini
    Redaksi Disclaimer Pedoman Tentang Kami Info Iklan
    © 2015-2022 PT. Alfagaba Media Group, All Rights Reserved