www.riau12.com
Sabtu, 15-08-2026 | Jam Digital
17:34 WIB - Bunda Literasi Kampar Luncurkan Buku Candi Muara Takus, Anak Diajak Cinta Sejarah Sejak Dini | 17:08 WIB - Rapat Banggar DPRD Riau Diwarnai Ketegangan, Adu Argumentasi Dua Legislator Berujung Skorsing | 16:49 WIB - Workshop BRK Syariah Bekali UMKM Kelola Keuangan Digital, Akses Pembiayaan Makin Mudah | 16:36 WIB - DPRD Pekanbaru Usul Pendataan Anak Putus Sekolah Diperkuat dengan Peran RT/RW | 15:45 WIB - Diduga Standing Motor di Jembatan, Pemuda Kampar Ditemukan Tewas di Sungai usai Hilang 3 Hari | 15:13 WIB -
 
Berantas PETI, 73 Personil Gabungan 'Gebuk' 10 Rakit di DAS Kuantan
Kamis, 05-11-2015 - 11:47:56 WIB

TERKAIT:
   
 

TELUKKUANTAN, Riau12.com - 73 personil gabungan polisi, TNI, Badan Lingkungan Hidup (BLH) Kuantan Singingi (Kuansing), Riau dan Dinas Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Kuansing melakukan penertiban terhadap Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di sepanjang Daerah Aliran Sungai (DAS) Kuantan, Rabu (4/11/2015).

Operasi kali ini difokuskan di Kecamatan Kuantan Tengah. Agar operasi lebih maksimal, tim gabungan ini menjadi dua kelompok.

Kelompok I dipimpin oleh Kabag Ops Polres Kuansing, Kompol A. Cholik Husin beranggotakan 37 personil. Rombongan ini menyisiri DAS di Desa Pulau Banjar Kari. Di sini, aparat menemukan tiga rakit PETI tanpa mesin.

Kuat dugaan, operasi ini bocor sehingga para pelaku sudah mengamankan peralatannya.

Sementara itu, kelompok II dipimpin oleh Kasat Binmas Polres Kuansing, AKP Awaluddin Syam dengan melibatkan 36 personil. Mereka menyisiri DAS di Desa Sawah Kuantan Tengah.

Di Sawah, aparat menemukan tujuh unit rakit yang tidak beroperasi. Kemungkin pemiliknya langsung kabur melihat aparat datang. Aparat langsung melakukan pengrusakan terhadap alat-alat tersebut.

Menurut Kapolres Kuansing, AKBP Edy Sumardi P, SIk, operasi PETI merupakan upaya Polri, TNI dan pemerintah daerah dalam menyelamatkan lingkungan hidup dari kerusakan yang semakin parah.

"Lingkungan sungai sudah rusak, ini harus segara kita selamatkan. Menyelamatkan lingkungan juga bagian dari menyelamatkan anak cucu kita," ujar Edy.

Ia berkomitmen akan rutin melakukan penertiban PETI di Kuansing, sebab keberadaan PETI mengancam peradaban manusia.

"Kita tahu, dampak yang ditimbulkan oleh limbah PETI, apalagi air raksa, itu sangat berbahaya bagi kesehatan," ujar Edy.

Untuk itu, ia berharap seluruh masyarakat Kuansing memiliki kesadaran dalam menjaga lingkungan, terutama Sungai Kuantan yang menjadi tumpuan dikala kemarau.(r12/gr)



 
Berita Lainnya :
  • Berantas PETI, 73 Personil Gabungan 'Gebuk' 10 Rakit di DAS Kuantan
  •  
    Komentar Anda :

     
     
     
     
    TERPOPULER
    1 Anak SMA ini Mengaku Dengan "OM" atau "Pacar" Sama Enaknya, Simak Pengakuannya
    2 Azharisman Rozie Lolos Tujuh Besar Seleksi Sekdaprov Riau, 12 Orang Gugur
    3 Tingkatkan Pelayanan dan Tanggap dengan pengaduan masyarakat
    Lusa, Camat Bukit Raya Lauching Forum Diskusi Online
    4 Pemko Pekanbaru Berlakukan Syarat Jadi Ketua RT dan RW Wajib Bisa Operasikan Android
    5 Lima Negara Ini Di cap memiliki Tingkat Seks Bebas Tertinggi
    6 Inilah Pengakuan Istri yang Rela Digarap 2 Sahabat Suaminya
    7 Astagfirullah, Siswi Di Tanggerang Melahirkan Di Tengah Kebun Dan Masih Memakai Seragam
    8 Selingkuh, Oknum PNS Pemprov Riau Dipolisikan Sang Istri
    9 Langkah Cepat Antisipasi Banjir, PU Bina Marga Pekanbaru Lakukan Peremajaan Parit-parit
    10 Dosen Akper Mesum Dengan Mahasiswinya di Kerinci Terancam Dipecat
     
    Pekanbaru Rohil Opini
    Redaksi Disclaimer Pedoman Tentang Kami Info Iklan
    © 2015-2022 PT. Alfagaba Media Group, All Rights Reserved