www.riau12.com
Sabtu, 22-08-2026 | Jam Digital
20:52 WIB - Penutupan MTABS SMA Islam Al Azhar 24 Cigombong Meriah, Tokoh Agama hingga Aparat Hadir | 17:34 WIB - Bunda Literasi Kampar Luncurkan Buku Candi Muara Takus, Anak Diajak Cinta Sejarah Sejak Dini | 17:08 WIB - Rapat Banggar DPRD Riau Diwarnai Ketegangan, Adu Argumentasi Dua Legislator Berujung Skorsing | 16:49 WIB - Workshop BRK Syariah Bekali UMKM Kelola Keuangan Digital, Akses Pembiayaan Makin Mudah | 16:36 WIB - DPRD Pekanbaru Usul Pendataan Anak Putus Sekolah Diperkuat dengan Peran RT/RW | 15:45 WIB - Diduga Standing Motor di Jembatan, Pemuda Kampar Ditemukan Tewas di Sungai usai Hilang 3 Hari
 
Bapanas dan Bulog Diingatkan Tak Harus Impor Beras, DPR Soroti Lonjakan Harga Pangan
Jumat, 12-07-2024 - 15:56:26 WIB

TERKAIT:
   
 

Riau12.com-JAKARTA- Anggota Komisi IV DPR RI Fraksi Partai Demokrat Suhardi Duka mengingatkan Badan Pangan Nasional (Bapanas) mampu memperbaiki hulu produksi pangan. Sehingga tidak berorientasi hanya pada impor.

Hal ini menyusul harga rata-rata beras yang terpantau mengalami kenaikan dalam sepekan terakhir. Berdasarkan data panel harga pangan Bapanas, harga beras premium naik Rp140 atau sebesar 0,90 persen ke level Rp15.660 per kilogram. Harga beras medium juga naik tipis sebesar 0,22 persen atau Rp30 menjadi Rp13.550 per kilogram.

Suhardi juga menyoroti adanya skandal mark up impor 2,2 juta ton beras senilai Rp2,7 triliun yang diduga merugikan negara akibat demurrage impor beras senilai Rp294,5 miliar.

"Saya menilai dengan hadirnya Bapanas, terjadi perubahan orientasi tentang pangan yang tadinya kita fokus untuk memperbaiki hulu dan produksi kini berubah menjadi ketersediaan dengan orientasi impor," kata Suhardi kepada wartawan, Jumat (12/7).

Menurut Suhardi, Bapanas dan Perum Bulog seharusnya dapat bersinergi memperbaiki hulu pangan. Ia tak menginginkan, Perum Bulog yang dipimpin Bayu Krisnamurthi berubah menjadi operator impor dan penjualan semata.

"Bulog juga berubah orientasi tidak lagi menjadi penyangga hasil panen tapi menjadi operator impor dan penjualan," ujar Suhardi.

Suhardi memandang, jika tidak ada perubahan kebijakan dari kedua lembaga tersebut, maka impor pangan terkhusus beras akan menjadi sumber ketersedian bukan sekadar produksi. "Kalau paradigma ini tidak diperbaiki maka impor akan menjadi sumber ketersediaan bukan lagi produksi," tegasnya.

Sementara, Direktur Rumah Politik Fernando Emas mendorong agar pembentukan panitia khusus (Pansus) di DPR terkait masalah impor beras yang telah dilaporkan ke KPK dapat segera dibentuk. Menurut Fernando, pansus diperlukan untuk menata pengelolaan pangan yang berpihak kepada rakyat atau petani, bukan untuk para importir.

"Diharapkan selain proses hukum berjalan di KPK, di DPR ada juga upaya secara politik untuk menata pengelolaan ketersediaan pangan terutama beras yang berpihak kepada petani bukan pada para importir dan segelintir orang," ungkap Fernando.

Ia berharap, DPR dapat segera membuktikan keberpihakannya kepada para petani dengan segera membentuk Pansus soal impor beras. "Saatnya DPR membuktikan memang benar sebagai wakil rakyat yang berpihak kepada para petani dengan membentuk Pansus dan bukan berpihak kepada para importir beras atau kebutuhan pangan lainnya," urai Fernando.

Lebih lanjut Fernando mengharapkan, ke depan pemerintah dapat membuat kebijakan yang benar-benar berpihak kepada para petani. Ia juga mengingatkan, pemerintah tidak sekadar janji dalam membuat kebijakan untuk para petani.

"Atau jangan-jangan memang ada unsur kesengajaan karena Pemerintah memang berpihak kepada para pemburu rente yang memanfaatkan impor beras untuk menumpuk pundi-pundi kekayaan dari kesengsaraan petani," pungkas Fernando(***)

Sumber: Riaupos




 
Berita Lainnya :
  • Bapanas dan Bulog Diingatkan Tak Harus Impor Beras, DPR Soroti Lonjakan Harga Pangan
  •  
    Komentar Anda :

     
     
     
     
    TERPOPULER
    1 Anak SMA ini Mengaku Dengan "OM" atau "Pacar" Sama Enaknya, Simak Pengakuannya
    2 Azharisman Rozie Lolos Tujuh Besar Seleksi Sekdaprov Riau, 12 Orang Gugur
    3 Tingkatkan Pelayanan dan Tanggap dengan pengaduan masyarakat
    Lusa, Camat Bukit Raya Lauching Forum Diskusi Online
    4 Pemko Pekanbaru Berlakukan Syarat Jadi Ketua RT dan RW Wajib Bisa Operasikan Android
    5 Lima Negara Ini Di cap memiliki Tingkat Seks Bebas Tertinggi
    6 Inilah Pengakuan Istri yang Rela Digarap 2 Sahabat Suaminya
    7 Astagfirullah, Siswi Di Tanggerang Melahirkan Di Tengah Kebun Dan Masih Memakai Seragam
    8 Selingkuh, Oknum PNS Pemprov Riau Dipolisikan Sang Istri
    9 Langkah Cepat Antisipasi Banjir, PU Bina Marga Pekanbaru Lakukan Peremajaan Parit-parit
    10 Dosen Akper Mesum Dengan Mahasiswinya di Kerinci Terancam Dipecat
     
    Pekanbaru Rohil Opini
    Redaksi Disclaimer Pedoman Tentang Kami Info Iklan
    © 2015-2022 PT. Alfagaba Media Group, All Rights Reserved