www.riau12.com
Sabtu, 22-08-2026 | Jam Digital
20:52 WIB - Penutupan MTABS SMA Islam Al Azhar 24 Cigombong Meriah, Tokoh Agama hingga Aparat Hadir | 17:34 WIB - Bunda Literasi Kampar Luncurkan Buku Candi Muara Takus, Anak Diajak Cinta Sejarah Sejak Dini | 17:08 WIB - Rapat Banggar DPRD Riau Diwarnai Ketegangan, Adu Argumentasi Dua Legislator Berujung Skorsing | 16:49 WIB - Workshop BRK Syariah Bekali UMKM Kelola Keuangan Digital, Akses Pembiayaan Makin Mudah | 16:36 WIB - DPRD Pekanbaru Usul Pendataan Anak Putus Sekolah Diperkuat dengan Peran RT/RW | 15:45 WIB - Diduga Standing Motor di Jembatan, Pemuda Kampar Ditemukan Tewas di Sungai usai Hilang 3 Hari
 
Capai Progres 16,27 Persen, Tol Ruas Rengat-Pekanbaru dan Bypass Ditargetkan Selesai 2025
Sabtu, 15-06-2024 - 09:22:55 WIB

TERKAIT:
   
 

Riau12.com-PEKANBARU - Setelah membangun simpang susun terumit di Tanjung Mulia di Medan, PT Hutama Karya (HK) (Persero) kembali akan menggarap dua proyek junction, yakni Tol ruas Rengat-Pekanbaru seksi Junction Pekanbaru-Bypass Pekanbaru sepanjang 30,57 km.

Untuk diketahui, ini merupakan bagian dari ruas pembangunan Tahap II, dan Junction Palembang sepanjang 8,25 km dengan enam ramp konstruksi dari total 10 ramp.

Executive Vice President (EVP) Sekretaris Perusahaan Hutama Karya, Adjib Al Hakim menyampaikan, nantinya kedua junction atau persimpangan jalan ini akan menghubungkan sejumlah ruas di dua provinsi seperti Riau, dan Sumatera Selatan (Sumsel).

"Proyek junction ini kita desain untuk mendukung akses Jalan Tol Trans Sumatera yang telah beroperasi. Kedua proyek ini mulai digarap pada akhir bulan Desember 2023, dengan target rampung di tahun 2025 mendatang," ungkap Adjib, Jumat (14/6/2024).

Adjib mengatakan, hingga akhir Mei 2024, progres fisik Junction Pekanbaru-Bypass Pekanbaru telah mencapai 16,27 persen, dengan progres pengadaan lahan sebesar 26,17 persen.

"Proyek ini direncanakan memiliki lebar jalur 3,6 m, serta jumlah lajur 2x2 pada tahap awal. Dari sisi fasilitas struktur, akan dilengkapi dengan 1
tempat istirahat pelayanan atau Rest Area Tipe A pada titik STA 190+450, tiga Gerbang Tol, tambah tiga Interchange (IC), dan tiga Jembatan Sungai," terangnya.

Sementara itu, sambungnya, jalan tol ini sendiri memiliki kecepatan rencana maksimum 100 km/jam, dan ini secara spesifik akan menghubungkan Jalan Tol Pekanbaru-Dumai dengan Jalan Tol Pekanbaru-Bangkinang yang
diharapkan dapat bermanfaat untuk mendukung konektivitas di Provinsi Riau, dan mampu menstimulasi pertumbuhan ekonomi wilayah melalui kemudahan mobilisasi kebutuhan logistik.

"Dan pada periode yang sama, progres pengerjaan Junction Palembang juga telah mencapai 26,48 persen, dengan
progres pengadaan lahan sebesar 83,94 persen," tuturnya.

"Dari segi teknis, proyek ini dilengkapi dengan lebar lajur 4 m, dan kecepatan rencana 40-60 km/jam. Nantinya akan menghubungkan sejumlah jalan tol yang telah beroperasi di Provinsi Sumsel seperti jalan tol Kayu Agung-Palembang, Palembang-Indralaya, Indralaya-Prabumulih, dan Palembang-Betung," bebernya.

Lebih lanjut dijelaskannya, proyek Jalan Tol Junction Pekanbaru-Bypass Pekanbaru melewati berbagai macam medan dari perbukitan, rawa dan sungai. Dalam proses konstruksinya membutuhkan berbagai jenis soil improvement yang diterapkan dalam perbaikan tanah dasar untuk badan jalan.

Sementara tantangan pada proyek Junction Palembang didominasi struktur menggunakan pile slab dan jembatan tinggi, dimana trase tersebut melintasi jalan tol eksisting yang beroperasi.

"Untuk menjawab tantangan tersebut, HK menerapkan penggunaan digitalisasi konstruksi pada seluruh tahapannya, mulai dari perencanaan, konstruksi, bahkan pengarsipan data. Berbagai teknologi yang digunakan meliputi BIM (Building Information Modeling), TLS (Terrestrial
Laser Scanning), GIS Dashboard, Video Surveillance, HK Automate, Photogrammetry," terangnya.

"Implementasi digital construction ini bermanfaat ganda bagi pengerjaan proyek yang dikerjakan oleh HK seperti memungkinkan perencanaan dan desain yang lebih akurat, memberikan visualisasi konstruksi yang akan membantu mengidentifikasi potensi masalah serta mengurangi risiko human error," tukasnya.

Sebagai informasi, hingga saat ini, Hutama Karya telah membangun Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) sepanjang ±1.030 km, termasuk dengan jalan tol dukungan konstruksi. Untuk ruas tol Konstruksi 230 km dan 800 km ruas tol Operasi.(***)

Sumber: halloriau.com



 
Berita Lainnya :
  • Capai Progres 16,27 Persen, Tol Ruas Rengat-Pekanbaru dan Bypass Ditargetkan Selesai 2025
  •  
    Komentar Anda :

     
     
     
     
    TERPOPULER
    1 Anak SMA ini Mengaku Dengan "OM" atau "Pacar" Sama Enaknya, Simak Pengakuannya
    2 Azharisman Rozie Lolos Tujuh Besar Seleksi Sekdaprov Riau, 12 Orang Gugur
    3 Tingkatkan Pelayanan dan Tanggap dengan pengaduan masyarakat
    Lusa, Camat Bukit Raya Lauching Forum Diskusi Online
    4 Pemko Pekanbaru Berlakukan Syarat Jadi Ketua RT dan RW Wajib Bisa Operasikan Android
    5 Lima Negara Ini Di cap memiliki Tingkat Seks Bebas Tertinggi
    6 Inilah Pengakuan Istri yang Rela Digarap 2 Sahabat Suaminya
    7 Astagfirullah, Siswi Di Tanggerang Melahirkan Di Tengah Kebun Dan Masih Memakai Seragam
    8 Selingkuh, Oknum PNS Pemprov Riau Dipolisikan Sang Istri
    9 Langkah Cepat Antisipasi Banjir, PU Bina Marga Pekanbaru Lakukan Peremajaan Parit-parit
    10 Dosen Akper Mesum Dengan Mahasiswinya di Kerinci Terancam Dipecat
     
    Pekanbaru Rohil Opini
    Redaksi Disclaimer Pedoman Tentang Kami Info Iklan
    © 2015-2022 PT. Alfagaba Media Group, All Rights Reserved