Riau12.com--PEKANBARU - Pengamat Tata Kota, Mardianto Manan, yang juga selaku Anggota DPRD Provinsi Riau Komisi I, mengatakan manajemen Pemko Pekanbaru perlu diperbaiki dan tidak hanya sekedar teori.
"Manajemen kuncinya, misalnya kalau sampah ya dibersihkan semua, lancarkan airnya," ujar Mardianto Manan kepada Haluanriau.co pada, Jum'at (7/6/2024).
Mardianto Manan juga mengatakan pendangkalan sungai akibat sedimentasi harus dilakukan pengerukan dan dibuat master plannya.
"Banjir itu juga karena pendangkalan sungai, dikeruk bisa juga, jadi sedimentasi itu hilang," ujar Mardianto.
Mardianto juga mengatakan penyebab dari banjir Pekanbaru dikarenakan drainase yang tidak interkoneksi.
"Penyebab banjir itu drainase yang tidak terhubung, bagusnya ada interkoneksi saluran air," ujar Mardianto.
Mardianto juga menyebut terkait masalah banjir, perguruan-perguruan tinggi di Pekanbaru sudah sering melakukan kajian dan tentunya salah satu penyebab lainnya adalah sampah.
Menurutnya masalah sampah dan TPS ilegal ini tidak ada peraturan yang jelas, dimana letak TPS ilegal dan legal tersebut harus diperjelas
Mardianto Manan juga mengatakan pembangunan ruko acapkali membuat pendangkalan drainase makin parah.
"Pengawasan perizinan di sepanjang sungai dan drainase terkesan pembiaran oleh Pemko Pekanbaru, gorong gorong di depan ruko acapkali memperkecil badan sungai dan aliran air, tentunya harus perketat lagi pengawasan IMB," ujar Mardianto.
Mardianto juga menyoroti permasalahan kemacetan kota Pekanbaru, ia mengatakan membludaknya kendaraan, dan tentunya menurutnya perlu adanya pengaturan kendaraan
Mardianto juga mengatakan "Pak Ogah" juga menjadi penyebab kemacetan Kota Pekanbaru, menurutnya harus ditindak tegas dan ditertibkan
"Kota sudah modern tradisional, masih juga pakai cara cara tradisional, misalnya dibuat pelican, ataupun alarm gitu," ujarnya(***)
Sumber: Haluanriau.co
Komentar Anda :