BMKG Prediksi Curah Hujan di bawah Normal, Kabut Asap Semakin Menjadi-jadi di Riau
Sabtu, 24-10-2015 - 11:26:49 WIB
PEKANBARU, Riau12.com - Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) stasiun Pekanbaru, Provinsi Riau memprediksi, kalau Elnino kuat akan membuat curah hujan akan berada di bawah normal. Kondisi tersebut berlangsung hingga November 2015 nanti.
Dampak buruk yang akan ditimbulkan adalah kekeringan, yang kemudian berujung pada meningkatnya titik panas yang jadi pemicu kebakaran lahan dan hutan (Karlahut). Dikhawatirkan, hal tesebut akan membuat asap semakin menjadi-jadi di Riau.
"Kalaupun hujan, itu hanya disebagian wilayah Riau, seperti Dumai dan Rohil yang berkemungkinan hujan sampai akhir tahun. Kondisi ini tersebut diperparah dengan arah angin menuju Riau. Bisa jadi bakal ada kiriman asap lagi. Kondisinya begini ya pengaruh kuat dari Elnino," sebut Kepala BMKG Pekanbaru, Sugarin.
Memasuki Desember, Riau juga diprediksi masih akan minim hujan. Hanya saja arah angin akan berbalik arah. "Kalau selama ini Riau anginnya cukup kalem, maka pada Desember, angin akan bergerak ke arah sebaliknya. Bisa jadi asapnya bakal kemana-mana. Karena Riau termasuk provinsi yang berada di bawah garis ekuator," urai Sugarin.
Pantauan BMKG Sabtu (24/10/2015) pagi, sejumlah kawasan Riau masih diselimuti asap pekat. Beberapa daerah tersebut diantaranya Pekanbaru dengan jarak pandang hanya 200 meter, Rengat jarak pandang 200 meter, Dumai jarak pandang hanya 100 meter dan Pelalawan dengan jarak pandang 100 meter.
Sementara itu, citra satelit dari Terra dan Aqua menghitung, ada 197 titik panas di Sumatera, dimana 180 titik panas diantaranya berada di Sumatera Selatan.
"Jambi sembilan titik panas, Riau tujuh titik panas dan Lampung satu titik panas. Tujuh titik panas di Riau tersebar diantaranya tiga titik di Pelalawan dan empat titik panas di Inhu," katanya.(r12/gr)
Komentar Anda :