www.riau12.com
Jum'at, 21-08-2026 | Jam Digital
20:52 WIB - Penutupan MTABS SMA Islam Al Azhar 24 Cigombong Meriah, Tokoh Agama hingga Aparat Hadir | 17:34 WIB - Bunda Literasi Kampar Luncurkan Buku Candi Muara Takus, Anak Diajak Cinta Sejarah Sejak Dini | 17:08 WIB - Rapat Banggar DPRD Riau Diwarnai Ketegangan, Adu Argumentasi Dua Legislator Berujung Skorsing | 16:49 WIB - Workshop BRK Syariah Bekali UMKM Kelola Keuangan Digital, Akses Pembiayaan Makin Mudah | 16:36 WIB - DPRD Pekanbaru Usul Pendataan Anak Putus Sekolah Diperkuat dengan Peran RT/RW | 15:45 WIB - Diduga Standing Motor di Jembatan, Pemuda Kampar Ditemukan Tewas di Sungai usai Hilang 3 Hari
 
Karena Dimensi Reproduksi, Pekanbaru Alami Ketimpangan Gender Terendah
Rabu, 08-05-2024 - 16:30:13 WIB

TERKAIT:
   
 

Riau12.com-PEKANBARU- Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Riau mencatat Indeks Ketimpangan Gender (IKG) tahun 2023 sebesar 0,458, turun 0,015 poin dibandingkan tahun 2022 yang sebesar 0,473.

Menurut Kepala BPS Provinsi Riau Asep Riyadi, menurunnya IKG dipengaruhi oleh perbaikan seluruh dimensi yaitu dimensi kesehatan reproduksi, dimensi pemberdayaan, dan dimensi pasar tenaga kerja. ‘’Perbaikan dimensi kesehatan reproduksi dipengaruhi oleh perbaikan indikator wanita melahirkan tidak di fasilitas kesehatan yang turun dari 15,9 persen tahun 2022 menjadi 15,2 persen pada tahun 2023,’’ paparnya, belum lama ini.

Perbaikan dimensi pemberdayaan dipengaruhi oleh perbaikan indikator keterwakilan perempuan di legislatif dan persentase perempuan 25 tahun ke atas yang berpendidikan SMA ke atas yang meningkat. Persentase perempuan yang menjadi anggota legislatif meningkat dari 21,54 persen tahun 2022 menjadi 23,08 persen pada tahun 2023.

Sementara itu, persentase perempuan meningkat dari 43,24 persen tahun 2022 menjadi 43,27 persen, sedangkan persentase laki-laki menurun dari 45,76 persen menjadi 45,75 persen pada tahun 2023.

Pada tahun 2023, ketimpangan gender paling rendah dicapai oleh Kota Pekanbaru, diikuti oleh Kota Dumai dan Kabupaten Kepulauan Meranti. Sebanyak sembilan kabupaten kota mengalami penurunan ketimpangan gender. ‘’Sedangkan Kabupaten Indragiri Hulu mengalami penurunan ketimpangan gender paling tinggi. Penurunan ketimpangan gender di Kabupaten Indragiri Hulu terutama didorong oleh perbaikan dimensi kesehatan reproduksi,’’ jelasnya.

Proporsi perempuan pernah kawin usia 15-49 tahun yang melahirkan hidup tidak di fasilitas kesehatan menurun sebesar 0,019 poin dan proporsi perempuan pernah kawin usia 15-49 tahun yang saat melahirkan hidup pertama berusia < 20 tahun menurun sebesar 0,023 poin.

‘’Kesimpulannya, dari 12 kabupaten kota di Riau, terdapat dua kota yang capaian IKG nya lebih baik dibandingkan capaian Riau yang mencapai 0,458 pada tahun 2023. Hal ini menunjukkan masih adanya disparitas ketimpangan gender antar kabupaten kota di Riau,’’ ujarnya

Sumber: Riaupos.co



 
Berita Lainnya :
  • Karena Dimensi Reproduksi, Pekanbaru Alami Ketimpangan Gender Terendah
  •  
    Komentar Anda :

     
     
     
     
    TERPOPULER
    1 Anak SMA ini Mengaku Dengan "OM" atau "Pacar" Sama Enaknya, Simak Pengakuannya
    2 Azharisman Rozie Lolos Tujuh Besar Seleksi Sekdaprov Riau, 12 Orang Gugur
    3 Tingkatkan Pelayanan dan Tanggap dengan pengaduan masyarakat
    Lusa, Camat Bukit Raya Lauching Forum Diskusi Online
    4 Pemko Pekanbaru Berlakukan Syarat Jadi Ketua RT dan RW Wajib Bisa Operasikan Android
    5 Lima Negara Ini Di cap memiliki Tingkat Seks Bebas Tertinggi
    6 Inilah Pengakuan Istri yang Rela Digarap 2 Sahabat Suaminya
    7 Astagfirullah, Siswi Di Tanggerang Melahirkan Di Tengah Kebun Dan Masih Memakai Seragam
    8 Selingkuh, Oknum PNS Pemprov Riau Dipolisikan Sang Istri
    9 Langkah Cepat Antisipasi Banjir, PU Bina Marga Pekanbaru Lakukan Peremajaan Parit-parit
    10 Dosen Akper Mesum Dengan Mahasiswinya di Kerinci Terancam Dipecat
     
    Pekanbaru Rohil Opini
    Redaksi Disclaimer Pedoman Tentang Kami Info Iklan
    © 2015-2022 PT. Alfagaba Media Group, All Rights Reserved