www.riau12.com
Jum'at, 21-08-2026 | Jam Digital
20:52 WIB - Penutupan MTABS SMA Islam Al Azhar 24 Cigombong Meriah, Tokoh Agama hingga Aparat Hadir | 17:34 WIB - Bunda Literasi Kampar Luncurkan Buku Candi Muara Takus, Anak Diajak Cinta Sejarah Sejak Dini | 17:08 WIB - Rapat Banggar DPRD Riau Diwarnai Ketegangan, Adu Argumentasi Dua Legislator Berujung Skorsing | 16:49 WIB - Workshop BRK Syariah Bekali UMKM Kelola Keuangan Digital, Akses Pembiayaan Makin Mudah | 16:36 WIB - DPRD Pekanbaru Usul Pendataan Anak Putus Sekolah Diperkuat dengan Peran RT/RW | 15:45 WIB - Diduga Standing Motor di Jembatan, Pemuda Kampar Ditemukan Tewas di Sungai usai Hilang 3 Hari
 
Terlalu Beresiko, Kemeneg Tegaskan Tidak Menerima Visa Nonhaji
Sabtu, 23-03-2024 - 12:29:33 WIB

TERKAIT:
   
 

Riau12.com-JAKARTA- Kementerian Agama (Kemenag) RI menegaskan bahwa pelaksanaan haji 2024 hanya bisa diikuti para jemaah yang mengantongi satu di antara tiga jenis visa. Ketiganya adalah visa untuk jemaah haji reguler, haji khusus, dan mujamalah.

Hal itu diungkapkan Staf Khusus Menteri Agama Ishfah Abidal Azis menyikapi potensi pemakaian paspor dengan visa nonhaji oleh warga negara Indonesia. ’’Jika visanya di luar (tiga jenis visa haji, red) itu, terlalu berisiko,’’ ujarnya di sela-sela bimbingan teknis petugas haji di Asrama Haji Pondok Gede, Kamis (21/3) malam.

Dia mengungkap kerawanan pemakaian paspor nonhaji. Mulai dari ditolak masuk ke Arab Saudi, terutama saat fase puncak haji. Lalu sanksi denda, atau bahkan berujung deportasi. ’’Mengingat inti haji adalah saat berada di Arafah,’’ kata Gus Alex, sapaan akrab Ishfah.

Saat ini, isu soal potensi penggunaan visa nonhaji oleh warga Indonesia memang jadi atensi Kemenag RI. Salah satunya pemakaian visa ziarah, jenis visa untuk mengunjungi tempat-tempat suci/bersejarah di wilayah Arab Saudi. Selain itu, potensi adanya haji/umrah backpacker.

Ga perlu gigi palsu! Veneer mengatasi masalah gigi patah dan tidak rata.
Baca Juga: Kemenag Pekanbaru Terbitkan Qimat Zakat Fitrah Tahun 1445 H/2024 M

Wakil Ketua Komisi VIII DPR Ace Hasan Syadzily mengatakan telah memantau langsung persiapan layanan di Asrama Haji Bekasi. Pemantauan itu penting karena jemaah dari Provinsi Jawa Barat merupakan yang terbesar di Indonesia. ’’Dengan kuota jemaah sebanyak 38.723 orang ditambah 1.478 kuota tambahan, Jawa Barat menjadi satu-satunya provinsi yang memberangkatkan jemaah dari dua asrama haji,’’ katanya.

Selain dilayani di Asrama Haji Bekasi (Embarkasi Soekarno-Hatta), para jemaah juga dilayani di Asrama Haji Indramayu (embarkasi Kertajati). ’’Risiko-risiko yang berpotensi muncul karena jemaah yang banyak itu harus diantisipasi,’’ katanya. Termasuk potensi banyaknya jemaah haji yang wafat. Ace mengatakan, tahun lalu ada 116 jemaah wafat asal Jawa Barat.(ris/wan/c18/bay/jpg)

Sumber: RiauPos.co




 
Berita Lainnya :
  • Terlalu Beresiko, Kemeneg Tegaskan Tidak Menerima Visa Nonhaji
  •  
    Komentar Anda :

     
     
     
     
    TERPOPULER
    1 Anak SMA ini Mengaku Dengan "OM" atau "Pacar" Sama Enaknya, Simak Pengakuannya
    2 Azharisman Rozie Lolos Tujuh Besar Seleksi Sekdaprov Riau, 12 Orang Gugur
    3 Tingkatkan Pelayanan dan Tanggap dengan pengaduan masyarakat
    Lusa, Camat Bukit Raya Lauching Forum Diskusi Online
    4 Pemko Pekanbaru Berlakukan Syarat Jadi Ketua RT dan RW Wajib Bisa Operasikan Android
    5 Lima Negara Ini Di cap memiliki Tingkat Seks Bebas Tertinggi
    6 Inilah Pengakuan Istri yang Rela Digarap 2 Sahabat Suaminya
    7 Astagfirullah, Siswi Di Tanggerang Melahirkan Di Tengah Kebun Dan Masih Memakai Seragam
    8 Selingkuh, Oknum PNS Pemprov Riau Dipolisikan Sang Istri
    9 Langkah Cepat Antisipasi Banjir, PU Bina Marga Pekanbaru Lakukan Peremajaan Parit-parit
    10 Dosen Akper Mesum Dengan Mahasiswinya di Kerinci Terancam Dipecat
     
    Pekanbaru Rohil Opini
    Redaksi Disclaimer Pedoman Tentang Kami Info Iklan
    © 2015-2022 PT. Alfagaba Media Group, All Rights Reserved