www.riau12.com
Jum'at, 21-08-2026 | Jam Digital
20:52 WIB - Penutupan MTABS SMA Islam Al Azhar 24 Cigombong Meriah, Tokoh Agama hingga Aparat Hadir | 17:34 WIB - Bunda Literasi Kampar Luncurkan Buku Candi Muara Takus, Anak Diajak Cinta Sejarah Sejak Dini | 17:08 WIB - Rapat Banggar DPRD Riau Diwarnai Ketegangan, Adu Argumentasi Dua Legislator Berujung Skorsing | 16:49 WIB - Workshop BRK Syariah Bekali UMKM Kelola Keuangan Digital, Akses Pembiayaan Makin Mudah | 16:36 WIB - DPRD Pekanbaru Usul Pendataan Anak Putus Sekolah Diperkuat dengan Peran RT/RW | 15:45 WIB - Diduga Standing Motor di Jembatan, Pemuda Kampar Ditemukan Tewas di Sungai usai Hilang 3 Hari
 
Antisipasi Lonjakan Harga Barang Pokok yang Tinggi, Pemerintah Akan Impor 2 Juta Ton Beras Thailand
Senin, 19-02-2024 - 11:45:33 WIB

TERKAIT:
   
 

Riau12.com- Pemerintah akan melakukan impor beras asal Thailand sebanyak dua juta ton. Impor akan dilakukan jika produksi dalam negeri kurang.

Sekretaris Utama Badan Pangan Nasional (Bapanas) Sarwo Edhy menuturkan, rencana impor beras dari Thailand sebagai bentuk antisipasi melonjaknya harga bahan pokok tersebut yang tinggi bahkan lebih tinggi lagi.

"Ini bisa jadi (langkah) antisipasi melalui rakornas dan ratas, tentunya dengan persetujuan presiden dan menteri. Tahun lalu 2,8 juta ton. Tahun ini rencananya 2 juta ton, tetapi kalau misalnya produksi dalam negeri cukup berarti impor itu tidak jadi," ujarnya dalam keterangan di Bandung, seperti dilansir Beritasatu.com, Ahad (18/2/2024).

Mengenai tingginya harga beras di pasaran beberapa waktu belakangan ini, menurut Sarwo karena tingginya ongkos produksi, hingga dampak el nino 2023, yang membuat waktu tanam mundur.

"Pertama, memang ongkos produksinya naik, di pupuknya naik, kemarin dampak dari el nino kekeringan, kemudian air juga kurang, panennya itu berkurang sehingga hasilnya berkurang, otomatis harga naik," bebernya.

Kenaikan harga beras tersebut, Sarwo memastikan, tidak terkait dengan waktu yang menjelang Ramadhan, tetapi memang dampak waktu tanam mundur dan el nino.

"Enggak, karena memang waktu tanam kita mundur sehingga waktu panen kita juga mundur. Itu sebagai konsekuensi dari adanya el nino," ungkapnya.

Sarwo juga menepis soal adanya potensi penimbunan yang membuat harga beras semakin tinggi. Meski begitu, dia berharap dalam waktu dekat harga beras bisa normal kembali.

"Sampai saat ini belum. Jadi masih berjalan normal sehingga mudah-mudahan dalam waktu dekat ini bisa normal," imbuhnya.**

Sumber: Cakaplah.com



 
Berita Lainnya :
  • Antisipasi Lonjakan Harga Barang Pokok yang Tinggi, Pemerintah Akan Impor 2 Juta Ton Beras Thailand
  •  
    Komentar Anda :

     
     
     
     
    TERPOPULER
    1 Anak SMA ini Mengaku Dengan "OM" atau "Pacar" Sama Enaknya, Simak Pengakuannya
    2 Azharisman Rozie Lolos Tujuh Besar Seleksi Sekdaprov Riau, 12 Orang Gugur
    3 Tingkatkan Pelayanan dan Tanggap dengan pengaduan masyarakat
    Lusa, Camat Bukit Raya Lauching Forum Diskusi Online
    4 Pemko Pekanbaru Berlakukan Syarat Jadi Ketua RT dan RW Wajib Bisa Operasikan Android
    5 Lima Negara Ini Di cap memiliki Tingkat Seks Bebas Tertinggi
    6 Inilah Pengakuan Istri yang Rela Digarap 2 Sahabat Suaminya
    7 Astagfirullah, Siswi Di Tanggerang Melahirkan Di Tengah Kebun Dan Masih Memakai Seragam
    8 Selingkuh, Oknum PNS Pemprov Riau Dipolisikan Sang Istri
    9 Langkah Cepat Antisipasi Banjir, PU Bina Marga Pekanbaru Lakukan Peremajaan Parit-parit
    10 Dosen Akper Mesum Dengan Mahasiswinya di Kerinci Terancam Dipecat
     
    Pekanbaru Rohil Opini
    Redaksi Disclaimer Pedoman Tentang Kami Info Iklan
    © 2015-2022 PT. Alfagaba Media Group, All Rights Reserved